
Adam dengan membabi buta memukuli Vino tanpa sedikit pun memberi celah pada Vino untuk melawannya amarah benar-benar memguasai diri Adam
Alex datang bersama para anak buahnya yang berhasil meringkus semua anak buah Vino yang kini terikat tak berdaya di ruang bawah vila itu Alex segera melepas ikatan Sarra di kedua tanggannya Sarra segera beranjak tanpa memperdulikan dirinya ia berlari ke arah Adam yang memukuli Vino
Sarra memeluk tubuh Adam dari belakang dan mendekapnya dengan
''hentikan jangan pukul lagi kumohon ''
Adam menghentikan tangannya yang sudah siap di udara Adam berbalik memeluk Sarra dan menciumi Sarra di seluruh wajah dan kening wanita itu
''kau baik-baik saja ?''
Adam menangkup wajah Sarra dengan panik ia melihat luka di kening Sarra dan darah di pelipis wanita itu juga bibirnya Adam kembali emosi melihat hal itu
''beraninya kau menyentuh milikku ''
bughh.... bugghhh
Adam kembali melayangkan pukulan nya kepada Vino
''jangan pernah berpikir kau bisa bebas setelah apa yang kau lakukan pada wanitaku , dia milikku dan tak akan kubiarkan siapapun melukainya, kau harus mati ditangannku ''
Adam memukuli Vino dengan penuh amarah yang menguasai dirinya Sarra begitu ketakutan melihat sosok Adam yang baru ia lihat pertama kalinya
Adam mengeluarka pistol dari balik punggungnya membuat Sarra semakin di buat ketakutan
''Mas.. kumohon jangan kotori tanganmu dengan membunuhnya, aku takut Mas... jangan jadi pembunuh karna aku hiks... hiks... ''
Sarra menghalangi Adam untuk menembak Vino dengan memeluk suaminya itu dihadapan semua orang namun Adam tak menggubris kata-kata Sarra ia tetap mengarahkan senjata di tangannya pada Vino
''aku tidak ingin orang yang aku cintai menjadi pembunuh aku sangat mencintaimu Mas''
Sarra menangkup wajah Adam dan mencium bibir Adam di hadapan semua orang Alex menarik tubuh Vino yang penuh dengan luka di wajah dan tubuhnya Vino syok saat melihat Sarra dengan mudahnya mencium Adam
Adam yang mendapat ciuman di bibirnya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ia menahan tengkuk Sarra untuk memperdalam ciuman mereka Sarra mengalungkan kedua tangannya di leher Adam seolah hanya mereka berdua di sana tanpa memperdulikan yang lain
lirih Adam saat bibir mereka terlepas dengan napas terengah Sarra tersenyum mendengar apa yang Adam katakan
''aku juga merindukanmu suamiku''
Sarra pun kembali memagut bibir Adam tanpa rasa malu ataupun sungkan dan hal itu membuat Adam bahagia juga senang karna kini perasaannya terbalaskan dengan pernyataan cinta dari wanita yang bertahun-tahun ia tunggu-tunggu itu
Adam membawa Sarra ke mansion miliknya malam itu juga sementara Alex membawa Vino ke markas besar dimana yang berada di bawah tanah mansion itu juga anak buah Vino yang terikat satu sama lain
''sungguh besar nyalimu mengusik milik Tuan ku''
sinis Alex pada Vino yang terikat di kursinya dan tubuh di penuhi luka
''siapa sebenarnya pria itu, dan dia berani menculikku apa kalian tidak takut dengan kekuasaan Ayahku kalian akan hancur''
ucap Vino dengan terbatuk-batuk saat Alex melayangkan tinjunya di wajahnya Alex hanya tersenyum sinis
''kau salah memilih lawan Tuan Bramantyo , dengan menjentikan jarinya saja Tuanku bisa menghancurkan nama besar keluargamu tanpa tersisa seperti debu tertiup angin''
ungkap Alex membuat Vino bergedig ngeri melihat senyum di wajah Alex yang tak kalah dingin dari Adam
''siapa kau ?''
tanya Vino membuat Alex terbahak dan meletakan kakinya bertumpu di kaki Vino dan menarik rambut vino sehingga pria itu mendongakan kepalanya ke arah Alex
''ingat baik -baik dan camkan ini karna aku tak akan mengulang kata-kata ku untuk kedua kali yang kau usik adalah istri dari Tuan muda Adam Mahendra ''
Alex menendang Vino hingga tersungkur dan jatuh ke lantai pria itu pun berlalu meninggalkan Vino yang syok akan apa yang ia dengar
''Adam Mahendra''
''Sarra kau memilih lelaki yang hebat rupanya hahahaha.... sial sekali nasibku kau bodoh Vino Bramantyo.... hahaha... kau bodoh... ''
Vino merutuki kebodohannya selama ini yang telah menyia-nyiakan Sarra demi ***** sesaat bersama Rarra hingga mengorbankan wanita yang ia cintai yang kini tak mungkin untuk ia raih kembali penyesalan memang selalu datang terahir saat semua sudah hilang