
Beberapa hari kemudian Sarra kembali sehat dan bisa beraktifitas kembali sebagai Nyonya Mahendra tentunya kehadiran Sarra membuat penghuni mansion Mahendra itu menjadi lebih ramai setelah kematian Kakek Mahendra beberapa bulan yang lalu Adam tinggal sendiri hanya Alex dan kepala pelayan Pak Yhang yang selalu setia menemani Adam
Hari itu Sarra tengah bersantai di roptoop tempat favoritnya nya kini
dimana didesain sendiri oleh Adam ,terdapat kolam renang pribadi dan beberapa tanaman bunga menghiasi penjuru roptoop
gazebo,juga ayunan membuat Sarra betah berlama-lama menghabiskan waktunya disana
Sarra tengah termenung memikirkan Ayah dan nasib keluarganya setelah pembatalan pernikahan nya dengan Vino selama beberapa hari ia memikirkan hal itu hingga ia sendiri sulit untuk tidur bila Adam tak memeluknya dan memberinya ketenangan
''apa yang kau pikirkan ?''
Adam membuat Sarra terperanjat karna kaget diam -diam Adam memperhatikan Sarra yang termenung dan tak menyadari kedatangannya
''a-aku
''apa kau memikirkan keluargamu ?''
Adam memotong apa yang akan Sarra katakan dan Sarra pun mengangguk Adam bisa menebak isi pikirannya dengan tepat Adam mengelus wajah Sarra
''bersiaplah kita akan menemui keluargamu sekarang juga''
tutur Adam
''benarkah?, kau akan membawaku menemui Ayah dan Ibu ?''
Sarra begitu girangnya akan ajakan sang suami Adam tak mengira kalau Sarra akan begitu bahagia dengan ajakannya itu
''untukmu apapun akan kulakukan asal kau selalu bahagia dan tersenyum ''
Adam mengecup tangan Sarra dengan penuh kelembutan Sarra menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Adam
''terima kasih kau sudah mengerti dan memahami ku , aku sangat bahagia sebagai istrimu ''
Sarra mengecup pipi sang suami yang nampak memejamkan matanya meresapi ciuman itu
''kenapa hanya di pipi aku minta disini juga, jangan hanya di pipi''
tukas Adam sembari menunjuk bibirnya sendiri membuat Sarra tersipu
ucap Adam menarik pinggang Sarra agar lebih merapat dengan dirinya Sarra tersipu karna malu ia kini yang berubah agresip terhadap Adam
Adam yang melihat Sarra malu-malu pun semakin di buat gemas
dengan cepat ia menarik tengkuk Sarra dan ******* bibir sang istri dengan rakusnya Sarra membiarkan Adam mengexplore bibirnya dan membalas ciuman Adam tak kalah panasnya
semakin lama ciuman Adam semakin menuntut lebih untuk melakukan hal lain Sarra mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami dengan napas terengah keduanya melepas pagutan mereka
''kita tunda acara untuk menemui keluargamu atau kita lanjut dengan tugasku membuat Adam junior ?''
bisik Adam di telinga Sarra
''aku ingin menemui keluargaku dulu, dan tugas Adam junior kita lanjut nanti malam''
tutur Sarra dengan mengecup bibir Adam agar suaminya itu menuruti permintaannya
''baiklah tapi aku ingin kau yang memimpin permainan dan ada sesuatu yang aku ingin kau memakainya untukku''
''apa itu ?beritahu aku ''
Sarra dengan penasarannya
''kau akan tau nanti malam, ayo kita ke rumah Ayah mu dulu ''
Adam dan Sarra pun beranjak meninggalkan roptoop untuk berangkat ke kediaman keluarga Lim
sementara di kediaman keluarga Lim saat ini keluarga besar Prasetyo tengah berkumpul usai menyaksikan pernikahan Vino dan Rarra yang secara terpaksa di adakan demi menutupi malu dimana tadinya Sarra sebagai pengantin wanitanya
''Pras , putrimu Sarra benar-benar membuat keluarga kita malu seharusnya dia yang menikah dengan Vino bukan Rarra yang masih kecil dia masih ingin mengejar cita-citanya sebagai model malah kau paksa menikah mengantikan Sarra anak tidak berguna itu ''
ucap Ayah Prasetyo, Tuan Lim yang terkenal otoriter dan diktator yang memang tak pernah menyayangi Sarra sedari dulu karna menganggap Mira ibu Sarra hanya gadis desa yang tak pantas untuk putranya
berbeda dengan Rarra yang begitu ia manjakan dan sayangi karna setelah kematian Mira , Prasetyo mau menikahi Sinta atas pilihannya beruntung Sinta begitu menyayangi Sarra tak seperti keluarga suaminya yang lain yang begitu membenci Sarra dan alm Mira ibunya
''cukup Yah, Sarra juga putriku darah dagingku walaupun Ayah tak pernah menganggapnya sebagai cucu dia tetap putriku''
teriak Prasetyo pada Tuan Lim dihadapan keluarga besarnya juga keluarga Vino
''Ayah tidak tau apa-apa jadi jangan ikut campur masalah keluargaku dari dulu Ayah selalu membenci putri ku Sarra apa kesalahan yang dia lakukan ?'' hingga kau begitu membencinya ?''
bentak Prasetyo kembali
Tuan Lim membelalakan matanya tak percaya putranya itu kini berani membentak nya yang selama ini selalu patuh terhadapnya
''aku tak ingin putriku bernasib sepertiku yang selalu menuruti keiinginanku dan mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi orang tua yang sekalipun tak pernah mengahargainya ''
ucap Prsetyo dengan raut wajah penuh penyesalan Sinta mencoba menenangkan sang suami yang selama Sarra pergi tak pernah sekalipun hari berlalu tanpa memikirkan keadaan putrinya itu
''Ayah''
suara Sarra memecah ketegangan diantara keluarga itu dengan saling berpegangan tangan Sarra tiba di kediaman Lim bersama Adam juga Alex dan beberapa pengawal pribadinya membuat semua orang terkejut dengan kedatangan nya bersama pria paling di takuti sekaligus di idolakan para wanita
''Sarra''
sahut Prasetyo dan Sinta dengan antusias menatap kearah putri mereka itu Sarra berlari memeluk Ayah dan Ibunya dengan perasaan bahagia Prasetyo menciumi kepala putrinya itu yang kini dalam pelukan Sinta
''kau baik-baik saja kan sayang? kenapa baru menemui Ibu dan Ayah sekarang kami sangat mencemaskan mu ''
ucap Sinta dengan berderai air mata
''maafkan Ayah Sarra, Ayah gagal menjagamu sebagai seorang Ayah maafkan Ayah yang selalau membuatmu tertekan selama ini''
ungkap Prasetyo
''tidak Yah, Ayah tidak salah, Sarra mengerti akan semua yang Ayah lakukan untuk kebaikan Sarra , Sarra minta maaf jika Sarra telah mengecewakan kalian kali ini''
Sarra dengan air mata berlinang dan Sinta menghapus airmata putrinya itu dengan penuh kasih sayang
Adam yang melihat sang istri menangis ingin sekali untuk menenangkannya dan memeluknya namun ia sadar Sarra memerlukan waktu untuk keluarganya setelah tidak bertemu beberapa hari ini
''kau memang selalu bersalah dasar gadis pembawa sial , karna kau lari dari pernikahan ini Rarra harus menggantikan mu menikahi Vino , kau memang keterlaluan apa kau tidak berpikir adikmu masih terlalu kecil untuk menikah dasar tidak tau di untung ''
ucapan Tuan Lim membuat Sarra terkejut ia menatap Vino dan Rarra yang baru saja menikah dan masih mengenakan pakaian pengantin ia juga menatap kedua orang tuanya juga Adam suaminya tak percaya dengan semua yang terjadi