My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Akibat keegoisan



Adam berada dikamar nya yang sewaktu dulu ia tempati semua masih tertata persis saat ia meninggalkan rumah besar itu bersama Nindiya sang Mama pria itu mulai mengingat masa kecilnya dulu


''Nak, apa benar dari yang Mama dengar dari orang kepercayaan Papamu kau sudah menikahi gadis yang kau cari selama ini?''


tanya Nindiya


Adam mengangguk kan kepalanya dan ia pun menceritakan semua yang terjadi selama ini pada dirinya juga Sarra hingga mereka menikah dan kejadian terahir kali penyerangan yang di alaminya bersama Sarra


''ya Tuhan, sayang tapi bukan Papamu yang mengirim orang-orang itu , bahkan kami senang kau sudah bahagia bersama gadis yang kau ingin kan , tapi?''


Nindiya menjeda ucapannya mengingat sesuatu


''tapi apa Ma?''


Adam menatap sang Mama


''terahir kali Mama dan Papa mendapat kabar tentang berita karir nya Merry hancur karna melakukan teror pada istrimu , dan beberapa hari setelahnya ia dan keluarganya datang untuk meminta bantuan Papamu , namun Papamu menolak setelah tau sipat asli Merry dan ambisi Ayahnya ingin menjadikan kau menantunya ''


ungkap Nindinya


Adam pun mulai memikirkan sesuatu dan sang Mama pun berpikiran sama dengan apa yang dipikirkan Adam


''jadi rupanya mereka sengaja mengadu domba aku dan Papa dengan memanfaatkan masalah di antara kami , shitttt''


Adam bangkit dari duduknya dengan kemarahan yang menguasainya


''sayang, tenangkan dirimu jangan gegabah, pikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan, oh ya kenapa kau tak membawa menantu Mama kemari Mama sangat ingin bertemu dengan menantu Mama itu''


kembali Nindiya mencoba menenangkan putranya itu


''Sarra tak bisa bepergian Ma, saat ini ia tengah hamil muda usia kehamilannya baru memasuki 3 minggu''


Adam dengan mengukir senyum bahagianya membuat Nindiya menangkup wajahnya dan mengecup kening putra nya itu


''menantu Mama sedang mengandung? Dam, Mama akan menjadi seorang Nenek?


Nindiya begitu antusias dan girang dengan kabar itu ia memanggil suaminya untuk kekamar Adam di ikuti Alex yang baru saja keluar untuk menyelidiki sesuatu


''ada apa kenapa kau teriak-teriak tidak biasanya mentang-mentang putramu sudah kembali''


sahut Tuan Besar Park


''Pa, ada kabar gembira Sarra istri Adam menantumu itu kini sedang mengandung cucu kita''


Nindiya dengan bahagianya sang suami menatap istri dan putranya itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar


''benarkah Dam, istrimu bunga persikmu itu tengah mengandung cucuku ?''


tanya Tuan Besar Park


''iya Pa, seperti yang Papa dengar Sarra tengah hamil , bayiku cucu Papa''


jawab Adam Tuan Besar Park pun langsung memeluk sang putra memberikan ucapan selamat dan terlihat pria paruh baya itu bagitu bahagia dengan kabar tersebut


''Lex , cepat kau umumkan pada semua orang bahwa putra dan menantuku telah kembali dan menantuku saat ini tengah mengandung cucuku pewaris ku, kalau perlu kabar gembira ini kau siarkan secara langsung di seluruh dunia aku ingin semua mendengar kabar bahagia ini''


tukas Tuan Besar Park dengan antusias Adam tersenyum bahagia melihat sang Papa begitu bahagianya


''siap Tuan Besar''


''Sultan tampan dari Asia kini tengah berbahagia dengan kehamilan sang istri Sarra Lim''


begitulah kira-kira isi berita di berbagai media kabar itu pun sampai juga di indonesia dimana Sarra yang sedang tidur siang si gazebo di kejutkan dengan suara nyaring Jenny


''Nona , lihat ini ''


sahut Jenny mau tak mau Sarra pun membuka matanya dan melihat berita di handphone Jenny yang nampak begitu terkejut Sarra mengambil benda pipih di tangan Jenny itu seketika rasa ngantuknya pun jadi hilang saat melihat berita dan konferensi pers yang dilakukan Adam juga kedua orang tua Adam


Sarra sangat terharu dimana ia mendengar kedua orang tua Adam menerimanya sebagai menantu dan istri Adam ia tak bisa menahan rasa bahagianya dengan memeluk Jenny


'' Jen, i-ini bukan mimpikan? ini nyata kan Papa dan Mama, Mas Adam menerimaku sebagai menantu mereka Jen , cubit aku ayo cepat ''


Sarra begitu bahagianya


''tidak Nona, kau tidak sedang bermimpi ini memang kenyataan , wah ini pasti keberuntungan yang si bawa si baby selamat ya Nona''


tukas Jenny


Sarra mengiyakan apa yang dikatakan Jenny asistenya itu ia pun mengelus perutnya dengan senyum terukir di wajahnya


''kau benar Jen, ini semua berkat baby boy malaikat kecilku, Mommy semakin tidak sabar menunggumu lahir sayang''


disaat Sarra asyik berbicara dengan perutnya handphone Sarra berbunyi dengan cepat Sarra mengambil benda itu senyumnya semakin mengembang tatkala melihat siapa yang menelponnya


Adam melakukan vidieo call ia memang sudah sangat merindukan Sarra


Adam πŸ“²'' sayang , bagaimana kabarmu ? maaf


baru bisa menghubungi juga karna telah


membohongimu ''


Adam menatap Sarra di layar hp nya Sarra mengangguk pelan


Sarra πŸ“²'' tidak apa-apa aku mengerti , kau tak


ingin membuatku cemas ''


Adam πŸ“²''kau sudah melihat beritanya, dan apa


kabar jagoan Daddy , dia tidak membuat


Mommynya kesusahankan?''


Sarra πŸ“²'' dia baik-baik saja, hanya saja dia


merindukan Daddynya, aku sudah melihat


nya, benarkah Papa dan Mamamu sudah


menerimaku sebagai menantu mereka ?


Sarra masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi tiba-tiba kedua orang tua Adam hadir dibelakang Adam dan menyapa Sarra dengan ramah dan juga memberikan salam dan do'a untuk Sarra


ahirnya Sarra pun percaya dengan semua yang terjadi Sarra memeluk Jenny tak kuasa menahan rasa bahagia dan harunya