My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Amarah Sarra



Hari-hari dilalui Sarra dengan bahagia sebagai istri Adam juga sebagai CEO dari perusahan perhiasan yang ia rintis dengan susah payah ia menjadi wanita terkaya setelah Adam tentunya keberhasilan Sarra tak luput dari dukungan Adam dan orang-orang yang mencintainya


wajah Sarra kerap menghiasai beberapa majalah dunia bersama Adam tentunya


hari ini Sarra berencana untuk berbelanja keperluan bayi bersama Sinta dan Rarra yang akan menemaninya


Sarra berkutat dengan sejumlah berkas dimejanya di bantu Jenny asisten pribadinya


''Jen, makan siang nanti kita ke Mall Mas Adam, saja Ibu dan Rarra akan menunggu ku disana sekalian aku ingin memilih beberapa perlengkapan bayiku''


titah Sarra


''baik Nona, saya akan menyiapkan segalanya ''


tukas Jenny


Jenny pun memberikan perintah pada pengawal dan pengelola Mall yang di kelola orang-orang Adam juga memberitahukan Alex kemana Sarra hari ini akan pergi seperti biasanya ia selalu melaporkan kegiatan Sarra atas perintah Alex


handphone Sarra berbunyi terlihat nama sang suami di layar hp nya


Sarra meraih benda pipih itu dengan wajah berbinar


πŸ“²'' ya sayang''


jawab Sarra


πŸ“²''Mas dengar kamu mau berbelanja dengan Ibu


dan Rarra dari Alex''


πŸ“²''iya Mas, boleh ya ? aku ingin membeli beberapa


keperluan my boy , aku ingi memilihny sendiri''


πŸ“²'' baiklah sayang, hati-hati jaga dirimu dan my


boy, I love you''


πŸ“²'' terima kasih Mas, I love you too, sampai nanti


di rumah bye''


Sarra mengahiri sambungan telponnya dan menatap Jenny


''kau selalu melapor pada Kak Alex , sebelum aku minta izin Mas Adam sudah menelpon duluan ''


ucap Sarra


''maaf Nona, tapi saya hanya menjalankan perintah Tuan Alex dan Bigbos''


Jenny dengan tertunduk Sarra tersenyum melihat Jenny yang nampak ketakutan


''tidak apa-apa aku mengerti terima kasih , ayo kita berangkat saja sekarang sudah waktunya lagi pula pekerjaan ku sudah selesai''


ramah Sarra


''iya Nona''


Jenny pun segera membereskan meja kerja Sarra dan memerintahkan para pengawal lainnya untuk bersiap mengantar Sarra ke Mall


di Mall sendiri Sinta dan Rarra baru saja tiba dengan diantar supir pribadi Rarra yang kini usaha Cafenya Vino juga sudah memiliki banyak cabang didalam dan luar negri dan Rarra dan Vino pun kini tengah menanti kelahiran bayi mereka dimana usia kandungan Rarra yang sudah menginjak usia 7 bulan berbeda 2 bulan dari Sarra yang baru memasuki usia 5 bulan


mereka menunggu Sarra di sebuah Cafe tak lama Sarra datang dengan diikuti Jenny dan pengawalan ketat membuat gaduh suasana Mall dan disambut pengelola Mall sendiri yaitu orang-orang kepercayaan Adam di dunia mafianya


''Nona Muda , selamat datang, kami akan menjaga Nona Muda disini ''


sambut sang pengelola


''terima kasih, jangan terlalu berlebihan biarkan Jenny dan pengawal pribadiku yang menjagaku anda kembali saja bekerja ''


ucap Sarra


''baik Nona, sesuai yang anda perintahkan kami akan menjaga anda atas perintah Bigbos''


kembali sang pengelola Mall berkata Sarra mau tak mau menuruti keinginan sang pengelola Sinta dan Rarra menghampiri Sarra


''Ibu, Rarra kalian sudah disini maaf kalian pasti lama menunggu ku''


ucap Sarra dengan memeluk Ibu sambung dan Adiknya itu


''tidak apa-apa sayang, kami juga baru saja sampai , halo bagaimana kabar cucu Nenek disana''


Sinta mengelus perut Sarra dan seperti mengerti bayi di perut Sarra bergerak menendang-nendang Sarra tertawa bahagia dengan pergerakan di perutnya


''wah dia sangat bahagia bertemu Neneknya''


Sarra begitu bahagianya


''oh ya Ra, bagaimana apa kau sudah tau jenis kelamin bayimu ?''


''sudah Kak, kalau sesuai hasil pemeriksaan bayiku perempuan ''


jawab Rarra antusias


''sungguh ?'' oh senang nya pasti bayi mu akan secantik dirimu secara kau kan sangat cantik''


puji Sarra


''bayi Kak Sarra juga pasti akan setampan Daddynya ia kan idaman semua wanita di dunia''


mereka pun tertawa dengan bahagia dengan bercerita dan berbicara tentang bayi mereka sembari mereka berjalan ke toko-toko perlengkapan bayi dengan di ikuti Jenny dan para pengawal


''Kak Sarra , ini lucu- lucu semuanya rasanya aku ingin membeli semuanya ''


tutur Rarra


begitu juga Sarra tak kalah dari Rarra ia terlihat memlilih begitu banyak perlengkapan bayinya Sinta nampak menggeleng-gelengkan kepala dengan tingkah kedua putrinya


''kau benar Ra, semuanya nampak cantik dan lucu-lucu ayo kita ambil semuanya saja''


Sarra bersemangat


Sarra dan Rarra kompak mereka membeli apa yang menurut mereka menarik Sinta terlihat mengheula napas akan kekompakan kedua putrinya Jenny merekam apa yang dilakukan Sarra dan mengirimkannya pada Adam


Adam yang tengah memeriksa laporan keuangan di meja kerjanya tersenyum bahagia melihat Sarra yang antusias memilih keperluan bayinya


''sayang, aku merindukanmu''


lirih Adam menatap layar handphone di tangannya


Sarra dan Rarra selesai membeli perlengkapan bayi mereka Sinta mengajak kedua putrinya untuk makan siang di Cafe yang ada di dalam Mall tersebut


bersama Jenny dan para pengawal lainnya yang duduk di kursi bersebelahan dengan mereka


Sarra memesan beberapa makanan begitu juga Sinta dan Rarra namun sebelum Sarra memakan makanannya Jenny selalu memeriksa makanan tersebut membuat Rarra dan Sinta saling pandang


''jangan heran , itu memang selalu dilakukan Jenny karna Mas Adam yang memerintahkannya atau Kak Alex yang melakukan jika aku tidak bersama Jenny''


''wahhh.... suamimu benar-benar sangat mencintaimu Kak''


Rarra di buat terperangah dengan semua perlakuan Adam pada Sarra begitu juga Sinta


''kau bahagia disini sementara wanitaku menderita di penjara karna kau''


tiba-tiba suara seorang pria dengan perawakan tinggi memecah suasana keakraban mereka pria tinggi itu tidak lain adalah Damon Draco yang beberapa waktu lalu datang dari Jerman untuk menemui Merry dengan beberapa orang di belakangnya


Jenny dengan sigap menghadang semua orang -orang itu dengan para pengawal Sarra tentunya


''Damon Draco''


Jenny menatap tajam pria itu yang menatap Sarra tanpa berkedip Sarra beranjak dari duduknya begitu juga Rarra dan Sinta


''apa yang kau inginkan dariku Tuan Damon ?''


Sarra dengan menatap tajam Damon


Damon seolah terpesona dengan kecantikan Sarra yang selama ini ia tau dari media masa tapi ia tak pernah tau kalau Sarra akan secantik ini


''aku hanya ingin memintamu melepaskan wanitaku dari penjara , dan akan kubiarkan hidup kalian bebas aku tidak akan menganggu kalian lagi''


ucap Damon


''maaf kalau untuk itu aku tidak bisa membantumu, semua yang terjadi pada Merry itu adalah konsekuensi dari apa yang sudah ia perbuat''


tegas Sarra


Damon menatap Sarra dengan rahang mengeras ia mendekati Sarra, Jenny dan para pengawal turut maju di belakang Sarra


''maka aku pastikan aku akan menghabisi suami tercintamu itu dihadapanmu''


''PLAAAAKKKKK''


Sarra menampar Damon dihadapan semua orang karna perkataan Damon semua orang terkejut melihat hal itu dengan tangan bergetar Sarra menatap tajam Damon amarah nampak dimata Sarra yang mulai berkaca-kaca namun sarat akan kemarahan


''tutup mulutmu brengsek , jika kau sampai menyentuh suamiku seujung kuku pun aku pastikan aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri camkan itu Tuan Damon Draco''


Sarra beranjak meninggalkan Cafe di ikuti Rarra dan Sinta yang nampak tegang dengan ancaman Damon Draco , Jenny dan para pengawal pun segera mengikuti Nona mereka meninggalkan Damon yang mematung di tempat darah segar nampak di sudut bibirnya pengawal pribadinya mencoba untuk menahan Sarra namun di hentikan Damon yang malah tersenyum dengan mengelus wajahnya yang memerah akan tamparan Sarra


''wanita yang menarik''


gumam Damon dengan seringai di wajahnya tak memperdulikan tatapan semua orang yang menatapnya pengelola Mall juga bergegas mengahampiri Damon bersama security


''maaf Tuan sebaiknya anda pergi dari sini sebelum kami mengusir anda dengan tidak hormat ''


Damon acuh dan berlalu meninggalkan Mall diikuti para pengawalnya.