My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Kegelisahan Sarra



Adam membawa Sarra kembali ke mansion dengan memeluk Sarra di pangkuannya sepanjang perjalanan


tak henti-hentinya Adam menciumi Sarra yang pingsan dalam pelukannya karna syok


Alex kini yang mengemudikan mobil yang membawa Adam dan Sarra di ikuti beberapa mobil pengawal di belakang yang mengikuti mereka


sebagian pengawal Alex tugaskan untuk membereskan tempat kejadian penyerangan


beberapa saat kemudian mereka pun sampai di mansion Adam di sambut penjaga gerbang dan Pak Yhang bersama Dokter yang sudah menunggu mereka atas perintah Alex saat dalam perjalanan pulang tadi



''cepat periksa istriku ''


Adam membopong tubuh Sarra menuju kamar mereka begitu mereka tiba di mansion di ikuti Alex yang juga cemas akan keadaan Sarra begitu juga Pak Yhang dan Dokter keluarga Adam yang tak lain adalah sahabat Adam sendiri


Adam membaringkan tubuh Sarra dengan hati-hati ia membuka sepatu dan menyelimuti tubuh Sarra pria itu duduk kembali di samping Sarra yang masih tak sadarkan diri


Dokter mulai memeriksa keadaan Sarra dengan seksama Adam terlihat begitu mencemaskan Sarra begitu juga Alex


''bagaimana ? apa yang terjadi dengan istriku? dia baik-baik saja kan ?''


tanya Adam dengan berbagai pertanyaan


''istrimu baik-baik saja ia hanya sedikit syok saja setelah beristirahat dia akan sadar kembali jangan cemas,kondisi tubuhnya agak lemah dan mudah sakit jadi kau harus menjaganya dengan baik''


ungkap Dokter Wira pada Adam sahabat sekaligus bosnya itu Adam pun bernapas lega dengan penuturan Dokter Wira diliriknya Sarra yang nampak pulas dalam ketidak sadarannya


''aku akan memberikan beberapa vitamin untuk istrimu , sudah jangan cemas lagi''


tutur Dokter Wira pada Adam


''ngomong-ngomong istrimu cantik juga kok bisa ya dia suka orang aneh sepertimu''


ledek Dokter Wira yang mendapatkan pukulan di bahunya


Alex pun tertawa dengan apa yang dikatakan Dokter Wira


''kau tidak tau saja bagaimana bucinnya dia pada Adikku itu ''


timpah Alex yang ikut meledek Adam


''apaa?, jadi dia Adikmu ?kenapa kau kasih pada orang aneh ini bukan padaku Lex, kau curang bisa-bisanya punya Adik secantik ini tak mengenalkannya padaku''


kembali Wira menggoda Adam yang mulai melototi dirinya


''dia bunga persikku''


tukas Adam pada Wira yang menatap Adam tak percaya , memang selama ini Adam hanya mencintai satu wanita yang ia panggil bunga persik namun Wira berpikir mungkin Adam sudah lupa dengan cinta masa lalunya itu kenyataanya malah berbeda


''kau sungguh menemukan cinta masa kecilmu dan kalian juga berhasil menikah waooww... ini keajaiban


goodluck brother''


Dokter Wira mengucapkan selamat pada Adam dengan menepuk bahu Pria yang terlihat masih cemas itu


''jadi istrimu Adik dari Alex?


''dia Adik angkatku , Sarra ingin aku menjadi Kakaknya , aku juga senang dia menjadi Adikku aku sudah menganggapnya sebagai pengganti Adikku yang sudah tiada , tidak bisa dipungkiri kalau sipat Sarra mirip dengan mendiang Adikku''


ungkap Alex dengan lirih kembali ia teringat keluarganya yang sudah tiada Wira menepuk bahu Alex memberikan semangat


''maaf aku tak bermaksud membuat mengingat kenangan burukmu''


ucap Wira


Alex dan Wira pun meninggalkan kamar Adam setelah tau keadaan Sarra yang baik -baik saja Adam sendiri memutuskan untuk membersihkan dirinya karna waktu sudah menunjukan pukul 11 malam


Adam mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower ia kembali mengingat penyerangan tadi dan juga ketakuta Sarra amarah terhadap sang Papa kembali bergejolak dalam dirinya


Adam tak bisa membiarkan masalah ini terus berlarut-larut tak mungkin baginya membiarkan Sarra hidup dalam kecemasan dan ketakutan nantinya


selesai membersihkan diri Adam berganti pakaian dengan piyama tidurnya karna lelah ia memutuskan untuk beristirahat di samping Sarra dengan menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua


mungkin karna lelah Adam pun terlelap beberapa saat kemudian namun Sarra tersadar dari tidurnya perlahan ia membuka matanya dan sadar ia tengah berada dikamarnya dalam pelukan Adam


Sarra menatap wajah Adam yang terlelap terlihat alis Adam berkerut seperti memikirkan sesuatu


Sarra mengelus wajah pria yang ia cintai itu dan mengingat kembali kejadian penyerangan tadi dan Adam yang membunuh semua orang itu dengan brutal


''karna aku kau jadi hidup seperti ini Mas, maafkan aku , seandainya dulu kita tak bertemu mungkin hidupmu normal seperti orang lain dan tidak akan berurusan dengan senjata ataupun membunuh orang ''


lirih Sarra dengan airmata mulai membasahi wajahnya ia mengingat semua yang dilakukan Adam untuknya demi melindungi dan mencarinya Adam telah banyak berkorban Sarra pun bertekad untuk tetap mendampingi Adam apapun yang terjadi ia tak ingin semua yang Adam lakukan menjadi sia-sia


hal itulah yang menguatkan tekad Sarra dengan perlahan Sarra mengecup bibir Adam dan menangkup wajah pria yang terlelap itu


''aku janji pada diriku sendiri Mas, tak akan kubiarkan semua yang kau lakukan selama ini untukku menjadi sia-sia aku akan tetap mendampingimu apa pun yang terjadi aku sangat mencintaimu pangeran tampanku sultanku''


gumam Sarra dengan bertubi-tubi Sarra menciumi kening dan wajah Adam merasa sudah lega dengan yang ingin ia katakan Sarra beranjak untuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


tanpa Sarra sadari kalau sedari tadi Adam sudah terbangun dan mendengar semua yang ia katakan dan lakukan padanya


Adam membuka matanya dan tersenyum bahagia ia meraba bibirnya mengingat Sarra telah menciuminya awalnya Adam merasa sedih dengan ucapan Sarra yang menyalahkan dirinya sendiri namun setelah ia mendengar tekad Sarra pria itu bersorak dalam hati sekaligus bahagia dengan apa yang Sarra katakan


Adam kembali pura-pura menutup matanya saat Sarra keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut tubuhnya dan juga menggulung rambutnya yang basah Sarra mengambil pengering rambut dan mengeringkannya sejenak


usai itu ia memakai skincare malamnya parpum juga handbody di tubuhnya selesai dengan perawatan tubuhnya ia mengambil gaun tidurnya tanpa Sarra sadari kalau Adam tengah memperhatikannya


Sarra mengambil lingeri yang memang Adam perintahkan jika tidur harus memakai pakaian itu sesuai keinginan Adam , Sarra pun memakainya Sarra membuka handuknya dihadapan Adam tanpa Sarra tau Adam tengah memperhatikannya


tanpa memakai dalaman hanya berbalut lingeri warna hijau menerawang memperlihatkan bentuk indah tubuhnya dan tampilan dadanya yang rendah juga punggung yang terbuka gaun sebatas paha itu membuat Sarra terlihat begitu sexy


Sarra menatap pantulannya di cermin besar dihadapannya ia terlihat begitu menggoda pikirnya


''oh ya ampun ... Sarra apa -apaan kau ini kau terlihat seperti wanita murahan dengan pakaian itu ''


Sarra menghela napasnya kembali berbicara pada dirinya sendiri


''tidak... tidak aku melakukan ini untuk suamku agar suamiku senang dan sudah kewajibanku membuat suamiku bahagia tidak apa -apa aku menjadi wanita murahan untuk suamiku sendiri''


Sarra menyemangati dirinya sendiri dan apa yang Sarra katakan di dengar Adam yang berusaha menahan tawanya dengan tingkah Sarra