My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Berbahagialah



Sarra memeluk Ayah dan Ibunya yang begitu ia sayangi ia menghapus airmata keduanya dengan airmata yang mengalir di wajahnya


''kalian jangan berkata seperti itu Ayah , Ibu aku sangat menyayangi kalian dan juga Rarra bagaimanapun dia adalah adikku , aku bahagia Vino mau menikahinya karna memang ia harus melakukannya mengingat hubungan mereka yang sudah melebihi batas ''


''kau memang anak yang baik sayang, terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan berbahagialah kau bersama suamimu Ibu bisa melihat ia sangat mencintaimu''


tukas Sinta


Adam mendekati dan memeluk Sarra di hadapan kedua orangtua Sarra tanpa merasa risih atau malu ia menciumi kening Sarra


''Ibu benar, Sarra sangat bahagia bersama Adam dia adalah pangeran tampanku Bu, apa Ibu ingat aku pernah bercerita tentang cinta masa kecilku iya bu , Mas Adam adalah dia''


tutur Sarra


Sinta tersenyum tak percaya namun ia ikut bahagia dan bersyukur putri sambungnya itu kini bahagia bersama orang yang tepat begitu juga Prasetyo yang sudah tau kebenaran itu dari Kakek Surya dan Nenek


''Iya Bu, Adam adalah cinta masa kecil putri kita Sultan tampan dari Asia itu pangeran tampan Sarra ''


timpah Prasetyo membuat Sarra tersipu dihadapan Adam


''selamat sayang, Ayah dan Ibu selalu mendo'akan kebahagiaanmu , berbahagialah jangan lagi memikirkan kami pikirkan kebahagiaanmu ''


ucap Prasetyo dan Sinta


''Tuan Muda , kami mohon jaga dan sayangi putri kami jangan pernah kau sakiti dia , bila dia melakukan kesalahan tegurlah dan jangan sampai kau menyakiti putri kami karna kami tak akan menerima putri kami tersakiti dan jika kau sudah tak menghendakinya mendampingimu maka kembalikanlah dia secara baik-baik kepada kami ''


tukas Prasetyo membuat Sarra terharu dan memeluknya dengan mengalirkan airmata karna bahagia Ayah dan Ibunya begitu mencintainya tanpa pamrih


''aku berjanji Tuan Pras...


''Ayah... aku mertuamu bukan Tuanmu''


Prasetyo memotong kata-kata Adam sebelum pria itu kembali menyelesaikan kata-katanya apa yang dikatakan Prasetyo membuat Sinta dan Sarra tertawa begitu juga Adam dan Alex di ruangan itu suasana harupun berubah menjadi kebahagiaan untuk mereka


''baiklah Ayah, kau jangan khawatir akan ku pastikan Sarra hidup bahagia dan lupa bagaimana menangis ia hanya akan selalu tersenyum aku pastikan itu''


Adam menarik Sarra yang betah dalam pelukan sang Ayah pria itu sedikit cemburu Sarra di peluk orang lain selain dirinya Prasetyo yang tau menantunya tengah cemburu terlihat menggelengkan kepala namun juga senang dengan ke posesipan Adam pada putrinya


Sarra tersenyum bahagia ia bergelayut manja di bahu Adam yang merengkuhnya dan menciumi puncak kepalanya Sinta dan Prasetyo bisa bernapas lega melihat sang putri bahagia bersama Alex , Adam dan Sarra pamit meninggalkan kediaman Lim


Adam membawa Sarra kembali ke mansion dalam perjalanan Adam duduk bersama Sarra dikursi penumpang dan Alex yang mengendarai mobil mewahnya diikuti 2 mobil pengawal yang mengikuti dari belakang


''Sayang, terima kasih untuk semuanya ''


ucap Sarra dengan menggenggam tangan Adam dan mengecupnya Adam mengulas senyum di wajahnya dengan cepat ia menarik Sarra kedalam pangkuannya


''sayang ada Alex, ini di dalam mobil''


Sarra menahan Adam yang akan mencium bibirnya Adam tersenyum saat melihat wajah Sarra yang berubah merah karna malu


''apa kau melihat sesuatu Lex?''


tanya Adam


''tidak Bigbos''


sahut Alex yang fokus menyetir


''kau dengar , apa jawaban Alex''


Sarra mengangguk tanpa aba-aba Adam menarik tengkuk Sarra dan ******* bibir yang sedari sudah membuatnya tertantang dengan rakus Adam menikmati bibir Sarra


Sarra meremas rambut Adam yang mengabsen isi mulutnya dan ia pun membalas pagutan Adam tak kalah panasnya suara ******* Sarra lolos begitu saja dari bibir wanita itu


( Bigbos, tak bisakah kalian untuk tidak bermesraan disini, aku juga pria normal shittt")


keluh Alex dalam hati merutuki nasibnya yang masih sendiri belum memiliki pasangan Adam sekilas melihat wajah Alex yang kesal dengan senyum di bibirnya ia berhenti mencumbu Sarra


''kita lanjutkan nanti di kamar kita ''


bisik Adam di telinga Sarra yang mengerti arah pembicaraan Adam yang melihat ke arah Alex ia pun mengangguk dan menelusupkan wajahnya di dada Adam


30 menit kemudian Adam sampai di mansion namun Sarra malah tertidur dalam pelukan Adam, Alex membukakan pintu mobilnya untuk Adam yang memangku tubuh Sarra yang tertidur dalam pelukannya


''Lex, terima kasih untuk malam ini, beristirahatlah sudah malam''


tukas Adam sembari berlalu menuju kamar nya di lantai atas dengan memasuki lift agar lebih cepat daripada memakai tangga


''baik Tuan''


jawab Alex yang menggelengkan kepala melihat sikap Adam yang berubah drastis saat bersama Sarra


( cinta membuatmu berubah Bigbos'')


gumam Alex sembari berlalu menuju kamarnya


Adam membaringkan tubuh Sarra di tempat tidur dengan hati-hati Sarra membuka matanya dan mengalungkan kedua tangannya di bahu Adam


''kau tidak tidur''


''aku tidur tadi saat di mobil, begitu sampai aku terbangun , aku malu pada asistenmu itu yang melihat kita tadi''


tutur Sarra dengan wajahnya yang merona Adam tertawa dengan penuturan Sarra


''oh ya mana kejutan yang akan kau berikan untukku ''


Sarra teringat akan janji Adam tadi siang sebelum pergi kerumah Ayahnya


Adam tersenyum


''ada di ruang ganti pergilah dan pakai untukku setelah kau mandi ''


titah Adam


''baiklah ''


Sarra beranjak dan berlari menuju kamar mandi yang memang ia juga sudah merasa tak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket akan keringat seharian itu Adam tersenyum gemas dengan tingkah Sarra


Sarra membersihkan dirinya dengan cepat dan bergegas menuju ruang ganti yang menyatu di ruangan mewah itu ia melihat bungkusan kado yang tertata rapi dengan pita berwarna merah di atasnya


Sarra mengulas senyumnya dan membuka bungkusan itu dengan tak sabar ia membelalakan matanya saat tau isi di dalamnya


''Mas Adam, apa ini''


gumam Sarra ia mengingat ucapan Adam tadi siang yang memintanya untuk memakainya untuk Adam ia malu sendiri dengan sebuah gaun tipis di tangannya itu


( Sarra tenangkan dirimu, ini permintaan suamimu sendiri juga sudah kewajibanmu sebagai istri, jangan sampai nanti suamimu tergoda wanita lain karna bosan padamu ... ok Sarra kau pasti bisa semangat)


Sarra menyemangati dirinya sendiri untuk memakai gaun tipis itu walaupun dengan berat hati Sarra memakainya dan menatap pantulannya dirinya di cermin


''i-ini benar aku ?''


Sarra melihat tampilan dirinya dengan gaun berwarna merah tipis itu di tubuhnya menampilkan semua lekuk tubuhnya


antara malu juga pikiran akan wanita lain yang bisa saja menggoda suaminya ahirnya Sarra memberanikan dirinya dengan percaya diri ia pun merias wajahnya senatural mungkin memakai parpum yang Adam belikan khusus untuknya juga mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer