
Sarra membelalakan matanya dengan tuduhan warga padanya
''atas dasar apa kalian menuduhku seperti ?''
Sarra menatap semua warga yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian
''kami sudah banyak mendengar tentangmu nona, yang selalu menggoda para suami juga pemuda di desa ini dengan kecantikan dan tubuhmu itu , membuat anak dan suami kami lupa diri''
kembali warga menuduh Sarra dengan tuduhan -tuduhan kejam lainnya Sarra memejamkan keduanya matanya mendengar tuduhan-tuduhan itu
''kau juga melakukan hubungan terlarang dengan Tuan Adam di rumah ini kalian benar-benar tidak tahu malu, kakek surya kami sebagai warga benar-benar kecewa dengan kau menutupi kebohongan mereka membiarkan mereka melakukan dosa di rumahmu ''
Sarra menutupi kedua telinganya, Kakek surya terkejut dengan tuduhan itu
''kalian keterlaluan , berani menuduh cucuku kalian akan menyesal dengan apa yang kalian lakukan ''
Kakek geram dengan kelakuan warga itu
''jangan buang -buang waktu lagi ayo cepat bawa wanita itu ''
ucap salah satu wanita bertubuh tinggi di bantu beberapa ibu-ibu lainnya menarik tangan Sarra dan menyeret tubuh gadis itu keluar dari rumah besar menuju halaman
Kakek, Nenek, Bi Sumi dan Agra mencoba menghalangi namun sia-sia tenaga mereka kalah dengan banyaknya warga
''Sarra cucuku''
teriak Kakek juga Nenek pilu begitu juga Bi Sumi dan Agra
''Non Sarra....
BRUUUKKKKK
tubuh Sarra di lemparkan ke jalanan yang beraspal
''awwww....
lutut dan telapak tangan Sarra terluka kembali gadis itu meringia kesakitan air mata mulai membasahi pipinya
karna terjatuh gaun sebatas lutut nya memperlihatkan paha indahnya membuat siapapun yang melihat menelan ludah mereka
''Ayah... Ibu... tolong Sarra''
lirih gadis itu
Nindi yang berada diantara mereka tersenyum puas melihat yang Sarra alami dan hal itu di lihat oleh Sarra juga Bi Sumi yang semakin tidak menyukai anak kepala desa itu
warga kemudian membawa Sarra menuju air terjun di belakang rumah besar itu dengan menyeret paksa tubuh Sarra dengan memegangi tangannya di kiri dan kananya dengan langkah terseok-seok juga luka yang berbuka kembali
Agra dengan cepat menghubungi Adam pemuda tanggung itu bergegas masuk ke rumah besar mengambil handphone nya untuk memberitahu Adam
bersama Alex pria itu segera kembali ke rumah besar dengan perasaan panik juga cemas akan hal buruk yang akan menimpa Sarra
pria itu memutuskan untuk menaiki helikopter pribadinya.
beberapa ibu-ibu yang termakan hasutan Nindi memegangi tubuh Sarra di bawah guyuran air terjun mengikat tangan gadis itu yang terlihat mulai gemetaran karna kedinginan tubuh indahnya kini terexpose dan dapat dilihat semua orang karna gaun tidur Sarra yang berbahan sutra sebatas lutut tanpa lengan dadanya terpampang nyata juga paha putihnya
''ku harap kalian tidak akan menyesal atas apa yang kalian lakukan padaku nantinya''
gumam Sarra dengan kesadaran nya hampir hilang karna air dingin yang menerpa tubuhnya ucapan Sarra membuat kedua wanita yang memegangi tubuh Sarra menelan ludah ketakukan
Kakek Surya berpelukan dengan sang istri melihat sang cucu seperti tak bisa berbuat apa -apa hanya bisa menangis meratapi keadaan sang cucu yang terlihat semakin lemah
''kek, Sarra bagaimana ini, cucu kita siapapun kumohon tolong lepaskan cucuku dia tidak bersalah , kalian menuduhnya tanpa alasan yang jelas''
nenek menangis tersedu di pelukan sang suami yang juga terisak sedih akan nasib cucu kesayangannya Bi Sumi menatap nyalang para warga yang memegangi tubuhnya karna berusaha membantu Sarra
''kalian tidak berprikemanusiaan kalian kejam, kalian bukan manusia''
teriak Bi Sumi
namun sebuah bayangan hitam melesat dengan cepat ke arah kerumunan warga yang mengelilingi air terjun itu bayangan hitam itu melesat dari helikopter yang turun di sekitar air terjun angin dari baling-baling helikopter membuat warga terkejut
Alex keluar dari helikopter itu dengan wajah dingin di ikuti beberapa anak buahnya yang datang mengikuti 2 helikopter lainnya
warga menatap kedatangan mereka tampak syok apa lagi semua pria berbaju hitam itu berperawakan besar juga sangar lengkap dengan senjata di tangan mereka juga beberapa orang seperti ninja diantara mereka
bayangan hitam yang melesat ke arah mereka tak lain tak bukan adalah Adam membuat semua orang terkejut dengan amarah yang terlihat dimatanya Adam masuk kedalam air terjun kedua wanita yang memegangi tubuh Sarra terlihat ketakutan saat Adam menatap mereka dengan tajam
Adam memeluk tubuh Sarra yang membeku kedinginan gadis itu menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan Adam
''aku tau kau akan datang... ''
Sarra pun tak sadarkan diri dalam pelukan Adam yang melepas jas nya dan dipakaikan ketubuh Sarra melihat wanita yang ia cintai itu kini kembali terluka membuat Adam murka pria itu membopong tubuh Sarra keluar dari air terjun semua mata menatap Adam yang membawa Sarra
''kalian akan menerima akibatnya karna telah membuat istriku seperti ini ''
ucap Adam dengan tatapan dinginnya menatap semua warga yang syok akan apa yang pria itu katakan
''a-apa.... istri?'' jadi nona Sarra istri Tuan muda ''
warga kini ketakutan atas yang telah mereka lakukan terhadap Sarra begitu juga Nindi yang terpukul akan apa yang dia dengar dan kini ia pun merasa ketakutan
warga menatap Nindi dengan tatapan menghakimi dan meminta penjelasan karna hasutan gadis itu mereka telah menganiaya gadis tidak bersalah
Kakek Surya bahagia karna Sarra tertolong begitu juga Nenek dan Bi Sumi mereka sangat bersyukur Adam datang tepat waktu