
Berita penangkapan Merry pun tersebar luas di media masa dengan cepat dan menjadi topik hangat dimana-mana juga berita tentang Sarra yang melakukan operasi plastik karna perbuatan Merry
banyak hujatan yang diterima Merry melalui akun media sosialnya juga di beberapa akun yang kini semua kompak menghujat dan menyumpahi Merry
Sarra kembali ke mansion dengan gembira di sambut Pak Yhang, Jenny , Alex, Prasetyo , Sinta , Rarra dan Vino , Kakek Surya, Nenek dan kedua orang tua Adam yang datang secara khusus dari korea untuk menyambut kembalinya menantu mereka ke mansion
Sarra begitu bahagia dan terharu dengan kehadiran semua orang yang ia cintai berkumpul bersama menyambut kedatangannya kebahagiaan yang selama ini ia impikan kini ia rasakan
keluarga , dan suami yang ia cintai berkumpul bersama-sama
''selamat datang kembali sayang ke rumah kita ''
ucap Adam merengkuh bahu Sarra dihadapan semua orang Sarra menggenggam tangan Adam dan mengecupnya dengan penuh rasa sayang
''terima kasih untuk semuanya ''
Sarra memeluk Adam dengan rasa bahagianya kini kedua orang tua Adam mempersiapkan pesta penyambutan Sarra dengan meriah juga mengundang media masa memperkenalkan Sarra sebagai menantu kesayangan mereka
Adam begitu bahagia melihat kedua orangtuanya begitu menyayangi Sarra ,tak beda dengan Adam Prasetyo dan Sinta ikut bahagia putri mereka kini telah bahagia bersama orang yang tepat.
waktu pun berlalu tanpa terasa usia kehamilan Sarra sudah menginjak 5 bulan pasca penangkapan Merry
Sarra menjalani hari-harinya dengan bahagia perusahaan bisnis perhiasan yang ia miliki juga semakin besar dan sudah memiliki cabang di dalam dan luar negri kini Sarra menjadi pengusaha wanita terkaya setelah Adam
Adam begitu bangga pada Sarra dengan semua pencapaian yang Sarra raih meskipun Sarra tak pernah kekuarangan uang namun Adam tetap memprioritaskan Sarra di atas segalanya bahkan semua aset yang miliki ia alih namakan menjadi milik Sarra
Sarra awal nya menolak namun karna Adam memaksa ahirnya Sarra menerimanya tanpa bertanya berapa jumlah atau apa saja yang dimiliki sang suami
hari ini jadwal Sarra untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit dengan di temani Adam tentunya Sarra bergelayut manja di bahu Adam saat mereka memasuki rumah sakit mewah milik Adam semua mata nampak kagum dengan suami istri itu
Dokter Wira menyambut mereka dan sengaja mengosongkan jadwalnya demi orang no 1 itu sesuai permintaan Adam
di bantu perawat wanita Wira memeriksa kandungan Sarra yang tengah berbaring di ranjang pemeriksaan dengan Adam di sampingnya yang terus menggenggam tangan sang istri
Wira mengoleskan gel ke perut Sarra dan mulai memeriksa Sarra dengan alat Ultrasonografi, juga disebut sonogram, merupakan tes kehamilan yang menggunakan gelombang frekuensi tinggi untuk menggambarkan bayi serta organ reproduksi ibu. Dengan tes USG, ini dapat membantu memantau perkembangan dan skrining janin normal dan mencari tahu bila ada masalah potensial pada janin.
Sarra begitu bahagia saat ia melihat bayinya dilayar hitam putih itu rasa haru juga bahagia tak bisa di gambarkan dengan kata-kata begitu juga Adam yang tak kalah bahagianya
''nah Nona Sarra , ini bayi kalian dan keadaannya sangat sehat ia juga sangat aktip didalam sana terus jaga kesehatanmu Nona, apa kalian ingin tau jenis kelamin bayi kalian ?''
tanya Wira
''iya Dok, apa benar yang Mas Adam yakinni kalau bayi kami laki-laki?''
tanya Sarra antusias Adam mengecup kening Sarra
''benar bayi kalian memang jagoan ''
jawab Dokter Wira
Sarra tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu Adam memeluk Sarra dengan bahagia
''aku tak pernah salah dengan keyakinanku , terima kasih sayang kau sudah memberikan ku anugerah terindah dalam hidupku ''
Adam mengecup bibir Sarra sekilas di hadapan Wira dan perawat yang salah tingkah dengan apa yang dilakukan Adam
''haiiissshhh... kalian ini tidak dimana -mana selalu mengumbar kemesraan membuat jiwa para jomblo meronta-ronta ''
tukas Wira ketus Adam dan Sarra hanya bisa tertawa menanggapi kekesalan Dokter itu usai pemeriksaan Adam dan Sarra mengantri untuk mengambil resep vitamin Sarra dengan duduk di bangku antrian
''Nona Sarra kau sendirian di sini?
tiba-tiba suara Dokter Davin menyapa Sarra yang duduk menyendiri Sarra memasang senyum saat tau Davin yang menyapanya dan duduk di sampingnya
''tidak , aku bersama Mas Adam ia sedang mengambil vitaminku , Dokter apa kabar sudah lama kita tidak bertemu ''
ucap Sarra ramah
''aku sibuk menyibukan diri belakangan ini , bagaimana dengan mu melihat perutmu sepertinya sudah menginjak trimester kedua atau lebih?''
ucap Davin
''anda benar Dok, usia kehamilanku sudah menginjak 5 bulan kami baru saja menemui Dokter Wira untuk pemeriksaan rutin , ada apa Dokter sepertinya kau sengaja memyibukan diri apa kau ingin menghindari sesuatu atau melupakan sesuatu?''
tutur Sarra
Davin menatap Sarra dengan tatapan penuh rasa kagum juga senang karna bisa melihat wanita yang selama ini coba ia lupakan
''tebakan mu benar Nona, aku memang sedang berusaha melupakan atau lebih tepatnya menghindar''
lirih Davin
''kenapa ? pasti itu pilihan sulit kan? boleh aku memberi saran ?''
tanya Sarra , Davin mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan Sarra
''aku juga pernah disituasi yang sekarang kau alami , saranku jangan menghindar tapi hadapi masalah tak akan selesai dengan kita menghindarinya apa ini masalah tentang gadis yang kau sukai?''
Sarra menatap Davin dengan penasaran Davin menatap mata Sarra yang memberikannya rasa tenang juga nyaman
''masalahnya tidak semudah yang kau pikirkan Nona gadis yang aku cintai sudah milik seseorang dan seseorang itu adalah sahabatku sendiri ia telah banyak berjasa dalam hidupku ''
ungkap Davin
mendengar penuturan Davin, Sarra terdiam memandang Davin dengan rasa bersalah karna telah membuat Dokter itu kembali mengingat masalah yang ingin ia lupakan
''maafkan aku, bukan maksudku untuk membuatmu bersedih, ayo semangatlah aku yakin suatu saat kau akan menemukan wanita yang benar-benar mencintaimu dengan tulus''
ucap Sarra tulus
Davin menatap Sarra yang tersenyum dengan tulus untuk sesaat ia merasa dejavu akan Sherinda dalam diri Sarra
''apa yang kau lakukan bersama istriku disini''
tiba-tiba Adam menghampiri Sarra dan Davin yang tengah berbincang Sarra beranjak dari duduknya menghambur kepelukan Adam yang terlihat cemburu dengan Davin
''sayang, kami hanya berbincang-bincang sambil menunggumu ''
ucap Sarra dengan bergelayut manja di lengan Adam
''apa yang dikatakan Nona Sarra benar, aku menyapanya karna melihatnya sendirian tadi jadi aku menemaninya mengobrol sebentar hanya itu , baiklah Nona Sarra, Tuan Muda sudah kembali saya permisi ''
pamit Davin
''iya Dokter, terima kasih ''
Sarra ramah Adam semakin kesal dengan keramahan yang Sarra perlihatkan pada Davin