
Sarra tengah bersantai di roptoop dengan membaca buku tentang kehamilan waktu menunjukan siang hari setelah hampir 2 hari Adam tak berada disisinya setiap detik terasa berat baginya menahan rindu pada Adam yang sejak semalam tak bisa di hubungi
''sayang kau kemana? kenapa kau tak menghubungiku juga tak memberiku kabar ''
gumam Sarra ia pun beranjak karna kesal tak melakukan apa-apa ahirnya Sarra memutuskan untuk pergi melihat bangunan yang sudah ia beli untuk toko perhiasannya di temani Jenny dan beberapa pengawal untuk menjaganya
dengan pengawalan ketat Sarra mengunjungi bangunan yang sudah di sulap menjadi toko perhiasan oleh orang-orang suruhan Adam bangunan itu lebih menyerupai perkantoran dengan dekorasi mewah dan beberapa ruangan untuk Sarra mendesain dan juga mempekerjakan karyawan -karyawannya
Sarra di sambut para pekerja dan stap nya dengan antusias sang pemilik SL Jewelry Diamonds
ahirnya datang berkunjung setelah lama mereka mengikuti Sarra secara online kini bisa bertatapan secara langsung
''Nona anda datang ? senang sekali setelah lama kita tidak bertemu ''
sambut Niken karyawan Sarra sejak merintis usaha nya
''iya Ken, aku rindu dengan kalian , oh ya bagaimana dengan tempat ini apa kalian suka ?''
tanya Sarra
''tentu saja Nona kami sangat suka disini selain bangunan nya mewah juga luas juga pusat dari kota pelanggan kita juga meningkat''
sahut Niken
''syukurlah kalau begitu, aku ingin berkeliling sebentar melihat toko ''
tutur Sarra
''baiklah Nona, mau ku temani ?
tawar Niken ramah
''tidak usah sudah banyak yang menjagaku ''
tukas Sarra dengan sedikit berbisik di telingan Niken menoleh ke arah Jenny dan para pengawal keduanya tertawa cekikikan Niken membiarkan Sarra berkeliling toko
Sarra memeriksa ruangan nya yang begitu mewah dan siapapun akan betah berada disana tepat dilantai atas Sarra berdiri menatap keluar jendela
tiba-tiba ia kembali memikirkan Adam rasa rindunya semakin membuatnya tersiksa perlahan ia mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang
''Mas... aku sangat merindukanmu ''
tak ingin larut dalam kerinduannya pada sang suami Sarra memutuskan untuk kembali berkeliling toko di ikuti Jenny dan pengawalnya semua karyawan tampak tersenyum ramah pada Sarra yang menyapa mereka dengan tak kalah ramahnya
hari pun menjelang sore Sarra pun memutuskan untuk segera kembali ke mansion tanpa ia sadari seseorang tengah mengawasinya dari kejauhan dan ia adalah Merry yang tanpa sengaja melihat kehadiran Sarra saat akan menjual perhiasan yang selama ini ia koleksi ternyata desain Sarra wanita yang paling ia benci
''rupanya keberuntungan ada di pihakku kali ini rasakan pembalasan ku wanita sialan''
gumam Merry dengan langkah cepat Merry berjalan ke arah Sarra tak lupa ia menutup wajahnya dengan memakai masker agar tak ada yang mengenalinya
''tunggu''
teriak Merry membuat Sarra yang akan memasuki mobilnya berhenti dan menoleh ke arahnya begitu juga Jenny dan para pengawal
''rasakan pembalasanku wanita sialan ''
BYYYUUUURRRR
Merry menyiram kan air dari botol yang ia bawa ke wajah Sarra kejadian itu terjadi dengan cepat Sarra berteriak kesakitan menelungkup wajahnya yang terasa perih
''Aaaaaaaaa''
''Nona... maafkan kami Nona.... ''
teriak Jenny panik melihat Sarra menangis kesakitan
''wajahku aaa..... perih wajahku perih sekali Jen tolong aku aaaa..... ''
Sarra semakin histeris menangisi luka di wajahnya
dibantu para pengawal Jenny membawa Sarra ke rumah sakit secepat mungkin Jenny begitu panik juga cemas dengan kejadian yang begitu ia tak bisa berpikir dengan jernih entah semarah apa Adam nantinya begitu tau hal buruk menimpa sang istri tercintanya
Adam sampai di mansion bersama Alex dan kedua orang tuannya di sambut Pak Yhang
karna rindu yang sudah tak tertahankan Adam segera menuju kamar berharap Sarra ada di sana
Pak Yhang pun memanggil Adam
''Tuan Muda, Nona sedang ke toko nya tadi siang dan belum kembali''
Adam menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri Pak Yhang
''kenapa Pak Yhang, biarkan Sarra pergi dia sedang hamil sangat berbahaya diluaran baginya saat ini''
tukas Adam cemas
''Tuan Muda tenanglah, Nona sejak kepergianmu tidak mau makan bahkan selalu mengurung dirinya di kamar , hanya hari ini saja ia pergi katanya diam di mansion membuatnya semakin merindukan Tuan, jadi Nona memutuskan untuk menyibukan diri , Nona di temani Jenny juga pengawalan ketat''
ungkap Pak Yhang
mendengar penuturan Pak Yhang, Adam semakin merasa bersalah karna pergi dengan membohongi Sarra
''Dam, tenanglah istri pasti baik -baik saja ''
timpah Tuan Besar Park dan sang Mama
tiba-tiba dalam kekalutan Adam , Alex mendapat telpon dari Jenny yang saat ini berada di rumah sakit
Alex menjatuhkan handphonenya begitu saja ke lantai saat mendapat kabar dari Jenny tentang Sarra hal itu membuat Adam semakin panik
''Lex , siapa ? katakan ada apa? kenapa kau diam ?''
bentak Adam wajah Alex begitu pucat ia tak tau harus bagaimana memberitahu Adam yang kini menarik kerah bajunya
''Tuan Muda , No-nona di rawat dibawa kerumah sakit pulang dari toko seseorang menyerangnya dan melukai wajahnya dengan menyiram air keras saat ini Nona tak sadarkan diri dan sedang di tangani Dokter ''
tubuh Adam limbung dan jatuh begitu saja bersimpuh di lantai mendengar kejadian yang menimpa Sarra
''aaaaaaaaaaaa''
Adam berteriak dengan sekerasnya airmata membasahi wajahnya rasa bersalah kini menghinggapi nya karna tak bisa melindungi sang istri
''Nak, bukan saatnya untuk bersedih cepat kita harus pergi ke rumah sakit sekarang ''
tukas Mama Nindiya dan Tuan Besar Park
Adam memeluk sang Mama dan mengeluarkan segala rasa sesak yang selama ini ia pendam sendiri
''Ma... Sarra... Ma... seandainya aku bersama nya semua ini tak akan terjadi padanya , aku suami yang tidak berguna ... ''
Adam menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi kedua orang tua Adam pun turut merasa sedih melihat sang putra begitu hancur dan terluka