My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Rakha Mahendra



Sarra masih dalam keadaan lemah setelah melahirkan dengan selamat saat ambulance tiba di rumah tempat ia disekap oleh Damon


dua ambulance yang datang segera membawa Alex dan Sarra menuju Mahendra Hospital


dalam perjalanan Davin yang menjaga Alex yang terus mengeluarkan darah karna luka tembak sementara Wira menggendong bayi Sarra dan Adam karna Sarra kini tak sadarkan diri karna kelelahan dan Adam tak bisa jauh dari sang istri ia dengan setia disamping Sarra dengan menggenggam tangan Sarra tanpa hentinya ia berdo'a untuk Sarra


waktu hampir tengah malam saat mereka tiba di Mahendra Hospital


Adam memberitahu Prasetyo tentang keadaan Sarra


rencana awal Rarra akan pulang dari rumah sakit ahirnya memutuskan untuk menunggu kedatangan Adam rasa cemas nampak pada semua orang begitu mendapati Sarra yang tak sadarkan diri juga Alex yang di bawa di atas blankar sama -sama terlihat mengenaskan


''Sarra ''


Sinta tak kuasa menahan tangisnya melihat kondisi sang putri yang dipenuhi luka lebam di wajah dan dalam keadaan pingsan usai melahirkan secara darurat tak berbeda dengan Sinta , Prasetyo ikut syok dengan hal itu


''cepat bawa kedua pasien keruang ICU ''


titah Wira


Adam kemudian ikut mendorong blangkar Sarra hingga ke ruang ICU di ikuti para pengawal dan Davin yang mendorong blangkar Davin


sementara Wira membawa bayi dalam gendongannya untuk di bawa keruangan bayi untuk sementara bayi Sarra akan ditempatkan di incubator mengingat usianya belum cukup untuk di lahirkan


''apa ini cucuku? ''


tanya Prasetyo


''benar Tuan Lim, ini cucu kalian bayi Sarra dan Tuan Muda''


jawab Wira


''apa dia baik-baik saja, dia terlihat lemah mengingat Sarra belum waktunya untuk melahirkannya''


tanya Nenek Larasati yang ikut mengantar Wira bersama yang lainnya keruangan khusus bayi


''dia baik-baik saja, kalian tak perlu cemas, bayi ini sangat kuat seperti Daddynya''


tukas Wira


mendengar penuturan Wira ahirnya semua orang bisa bernapas lega dan memutuskan untuk melihat kondisi Sarra yang berada di ruangan ICU


Wira usai menyerahkan bayi Sarra kepada perawat untuk menjaganya ia segera menuju ruangan ICU dimana ia adalah Dokter yang bertanggung jawab merawat Sarra selama ini


''Tuan Muda sebaiknya anda tunggu diluar biarkan kami yang akan menangani Nona Sarra''


ucap Wira


Adam mau tak mau menuruti permintaan Wira bersama Davin dan keluarga Sarra ia menunggu Sarra dengan terus mondar mandir di pintu masuk ICU


''Tuan Muda, cobalah untuk lebih tenang pergilah bersihkan dirimu biar kami yang menjaga Sarra ''


ucap Kakek Surya


''benar apa yang dikatakan Kakek, Tuan Muda bersihkan dirimu , jaga dirimu demi bayi dan istrimu ''


timpah Prasetyo


''baiklah Yah, aku pergi dulu sebentar ke ruangan ku dilantai atas beritahu aku jika terjadi sesuatu pada Sarra atau pun Alex''


ahirnya Adam mau menurut dengan berat hati Adam meninggalkan Sarra di ruang ICU Davin yang melihat kepergian Adam melihat Sarra dari kaca tebal pintu masuk ICU


( " segeralah sadar Sarra, bayi dan suamimu menunggumu juga keluargamu mereka semua begitu menyayangimu cepatlah sadar Sarra Lim")


lirih Davin



Adam menarik kursi untuk duduk di sisi Sarra ia menggenggam tangan Sarra dan menciuminya


''bangunlah jangan buat Mas terus ketakukan menunggumu untuk bangun kembali , maafkan Mas yang selalu gagal melindungimu maafkan Mas bangunlah Mas mohon ''


Adam tanpa terasa airmatanya pun jatuh membasahi pipinya tak kuasa menahan rasa cemas dan ketakutan akan kehilangan Sarra mengingat begitu kesakitannya sang istri sebelum tak sadarkan diri


''Mas... ''


Sarra tiba-tiba membuka matanya perlahan mulai tersadar tangannya terulur membelai wajah Adam dihadapannya Sarra terkejut mendapati suaminya itu menangis


''Mas, apa yang terjadi ? kenapa Mas menangis? bayi kita? dia baik-baik saja kan?''


Sarra mulai panik


Adam menarik tangan Sarra dan menciuminya ia tak menjawab pertanyaan -pertanyaan Sarra dan malah menghujani Sarra dengan ciumannya membuat Sarra semakin bingung


''syukurlah kau sudah sadar, Mas sangat ketakutan kau akan pergi meninggalkan Mas dan my boy ''


lirih Adam


''apa yang Mas katakan ? maafkan aku karna telah membuat Mas ketakutan dan cemas ''


Sarra merasa bersalah ia mengusap airmata Adam dengan kedua tangannya


''tidak, justru ini semua kesalahan Mas, yang tak bisa melindungi orang yang Mas cintai hingga selalu dalam bahaya maafkan Mas''


''jangan bicara begitu Mas adalah pelindungku meskipun aku selalu dalam bahaya tapi aku yakin padamu yang akan selalu datang dimanapun aku berada''


timpah Sarra dengan memasang senyum di wajahnya


''terima kasih karna Mas selalu ada untukku , aku sangat mencintaimu ''


kembali Sarra berkata


''Mas juga sangat mencintaimu sayang ''


Adam mendaratkan bibirnya kembali di bibir Sarra dan keduanya saling ******* bibir masing-masing dengan perasaan cinta yang membuncah


keesokan paginya Wira membawa bayi Sarra dan Adam keruangan Sarra bersama perawat dan juga Prasetyo , Sinta , Vino , Rarra dan bayinya, Kakek Surya , Nenek Larasati juga kedua orang tua Adam yang semalam tiba dari Korea


semua nampak bahagia dengan kelahiran bayi Sarra , terutama Adam yang begitu antusias memeluk bayi dalam dekapannya itu


''my boy''


gumam Adam, namun terdengar oleh semua orang yang ikut bahagia dengan kebahagiaan mereka


'' Nak, apa kau sudah mempunyai nama untuk bayi kalian jangan katakan namanya my boy seperti yang selalu kau katakan ''


ucap Tuan Besar Park


''benar sayang apa kau sudah tau siapa nama bayi kita?''


timpah Sarra


Adam mengangguk pelan dengan senyum bahagianya


''tentu saja aku sudah lama mempersiapkan nama untuk putraku ini namanya Rakha Mahendra pewarisku juga kebanggaanku ''


Adam bangga


''wah nama yang bagus Rakha, hallo bayi sultan sekarang kau sudah lahir dengan semua keberuntungan semoga kau akan seperti Daddymu kelak tampak juga bijaksana''


ucap Vino dan di iringi semua orang dengan mengamiinkan ucapan Vino


Sarra begitu terharu dan bahagia kebahagiaanya kini lengkap sudah semua penderitaan dan rasa sakitnya terbayarkan dengan kebahagiaannya yang berkali-kali lipat