
Berbeda dengan Adam dan Sarra yang tengah berbahagia kabar bahagia Keluarga Park sampai juga ketelinga Keluarga Merry
orang tua Merry begitu marah akan pemberitaan tersebut dan memaksa untuk menemui keluarga Park
Dirga Dewanto seorang yang cukup terkenal di korea keturunan indonesia juga bersama sang istri Nyonya Hera sebagai artis yang berpengaruh di korea mereka sangat ingin menjalin hubungan dengan keluarga Park untuk semakin menaikan popularitas juga ambisi Tuan Dirga yang ingin memiliki kekuasaan di pemerintahan yang dipimpim selama ini oleh Papa Adam sebagai wakil presiden korea
bersama Merry mereka bertiga berkunjung ke rumah keluarga Park yang dimana hari ini Adam akan berencana untuk kembali ke indonesia setelah masalah dengan sang Papa selesai
''Tuan Besar, apa ini apa benar kabar yang tersebar kalau putramu Adam sudah menikah dan akan memiliki seorang bayi? lalu bagaimana dengan nasib putriku ? bukankah kita sudah sepakat untuk menikahkan mereka ?''
tanya Tuan Dirga yang terduduk di depan Tuan Besar beserta istri-istri mereka masing-masing Tuan Besar Park hanya mengulas senyum menatap Tuan Dirga
''kukira kau sudah berhenti dengan niatmu itu ?kau pikir aku sudi menerima putrimu yang tidak berharga itu untuk putraku, semua orang sudah tau kelakuan dan gosip miring putrimu sebagai simpanan beberapa pria kau pikir aku mau menikahkan putraku dengan wanita ****** seperti dia?''
Papa Adam dengan kata-kata menohok membuat Tuan Dirga , istri dan Merry merasa terhina
''berani sekali anda membuat tuduhan yang begitu keji pada putriku anda tak memiliki bukti menuduh putriku seperti ini''
Tuan Dirga kini balik menuduh Tuan Besar
''anda tidak sadar anda ada dimana Tuan Dirga ? ini adalah rumah kediaman keluarga terhormat kalian tidak pantas berada di sini setelah perbuatan yang dilakukan putrimu juga perbuatan curang kalian selama ini pada menantu dan putraku di indonesia''
geram Nindiya kini yang angkat bicara dengan menatap tajam Merry
Tuan Besar Park untuk pertama kalinya ia melihat amarah di wajah sang istri yang biasanya diam tak pernah berkata dan selalu mematuhinya itu membuat Tuan Besar Park terkejut
sementara itu Adam tengah melihat drama yang mereka buat dari lantai atas bersama Alex di sampingnya dengan tangan terkepal Adam mencoba menahan emosinya
''selama bertahun-tahun aku selalu diam karna kalian aku berpisah dari keluarga dan putraku tapi tidak kali ini aku akan melindungi keluarga putra dan menantuku dengan nyawaku sendiri jika kau dan putrimu berani menyentuh mereka seujung kuku saja maka bersiap lah untuk menanggung akibatnya ''
Kedua orang tua Adam mengusir Merry beserta kedua orang tuanya secara tidak hormat hal itu membuat Dirga merasa dipermalukan
''semua ini terjadi karna kelakuan bejad mu sebagai seorang wanita kau tak bisa menghargai dirimu sendiri , jangan harap orang lain akan menghormatimu jika kau sendiri saja tak bisa menghargai dirimu sendiri''
bentak Dirga saat tiba dihalaman rumah mereka Dirga begitu kesal karir dan jabatan yang selama ini ia impikan hancur begitu saja
''Pa, jangan kau memarahi putri kita , ia tak bersalah hal seperti ini wajar di dunia artis bagi kami ''
timpah Hera
''kau sama saja dengan anakmu itu, sama-sama ****** aku tidak peduli lagi dengan apa yang akan kalian lakukan kalian hanya membuatku malu dan kau Merry pergi kau dari rumahku kau hanya memberikan masalah bagiku juga Mamamu itu bawa juga dia bersamamu aku sudah salah memilih kau menjadi istriku Hera kau tak pernah berubah sipat foya-foya dan keserakahan mu membuat apa yang aku miliki hancur sebelum semuanya hancur lebih baik aku menceraikanmu''
ucap Dirga dengan kesal apa yang dikatakan Dirga membuat Merry dan Hera syok mereka tak mengira kalau Dirga akan semarah itu dan tega mengusir mereka dengan kejam
''aku bersumpah aku akan membalas semua yang terjadi padaku Adam Mahendra kau akan merasakan pembalasan yang lebih menyakitkan tunggu pembalasanku ''
Merry dengan amarah dan dendam di hatinya bertekad untuk membalas Adam bersama Hera sang Mama ,Merry memutuskan untuk kembali ke indonesia
begitu juga Adam yang akan kembali ke indonesia bersama Alex dan juga kedua orang tua Adam yang bertemu Sarra dan juga meminta maaf pada orang tua Sarra tentang dulu yang mengusir Prasetyo dari korea secara tidak hormat
dengan menggunakan pesawat pribadi Adam beserta rombongan keluarganya terbang menuju indonesia tanpa memberi kabar terlebih dahulu pada Sarra ia ingin memberikan kejutan untuk sang istri
Adam sudah tak sabar ingin segera sampai rasa rindunya pada Sarra juga bayi mereka membuat Adam gelisah dan terus memperhatikan jam ditangannya seolah waktu berjalan begitu lama baginya
Tuan Besar, Nindiya dan Alex tertawa melihat kegelisahan Adam sang Bigbos