My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Kecurigaan Adam



Adam meninggalkan Sarra untuk beristirahat setelah Wira memeriksanya


Adam meminta Wira untuk bicara empat mata di ruang kerjanya


Pak Yhang menyuguhkan teh untuk mereka dengan beberapa cemilan


''terima kasih Pak Yhang''


ucap Wira


Adam duduk dihadapan Wira dengan bertumpang kaki dan menikmati teh yang disuguhkan Pak Yhang


''ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kuharap kau mau jujur dan jangan menutupi apa pun dariku''


tutur Adam


''apa yang ingin kau tanyakan? katakan jika aku bisa memberitahumu aku akan menjawab semua pertanyaanmu ''


ucap Wira


Adam menarik napasnya dengan kasar dan meletakan tehnya di meja ia menatap Wira dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya


''apa kau tau sesuatu tentang Davin ? sejak operasi Sarra aku lihat tatapan Davin berbeda pada umumnya Dokter pada pasien lebih kepada tatapan laki-laki yang jatuh cinta ''


ungkap Adam


hal yang dikatakan Adam membuat Wira terkejut ahirnya apa yang selama ini ia takutkan pun terjadi juga


''aku tidak berhak untuk mengatakan hal ini, sebaiknya kau temui Davin sendiri, aku hanya bisa memastikan kalau Davin tidak aka melampaui batasannya dia sadar Sarra adalah istrimu''


jelas Wira


tangan Adam terkepal dengan sendirinya apa yang ia pikirkan ternyata menjadi kenyataan


''jadi benar dia memiliki perasaan pada istriku ''


Adam dengan rahang mengeras


''kau tidak bisa menyalahkan Davin akan perasaannya pada istrimu semua itu terjadi begitu saja , kau tau alasan kenapa Davin menyukai istrimu ?''


Wira menatap Adam dengan penuh penyesalan ia tak ingin sahabatnya itu salah paham dengan sahabatnya yang lain karna hal yang tidak di sengaja


''katakan?''


Adam menatap Wira dengan tatapan tajam penuh kekesalan


''wajah istrimu adalah wajah dari mendiang istrinya Davin , Sherinda''


Adam membelalakan matanya syok mendengar penjelasan Wira tubuh Adam bergetar ia tak percaya dengan apa yang ia dengar ,kembali ia teringat tatapan Davin saat di rumah sakit tadi Adam memijat keningnya dengan kesal akan semua kenyataan didengarnya


''Davin sendiri , tidak sadar apa yang ia lakukan saat melakukan operasi Sarra ia selalu memikirkan wajah Sherinda yang baru beberapa bulan meninggal karna sebuah kecelakaan Davin sendiri tak mengira ia mengoperasi Sarra dan memberikan wajah Sherinda pada istrimu ''


yang nampak sedang memikirkan sesuatu


''kau tau tadi aku menemukan Davin sedang bicara dengan Sarra saat kami di rumah sakit, aku melihatnya menatap Sarra seperti aku menatap nya, karna hal itu aku mendiamkan Sarra hingga Sarra mengurung diri dan tiba-tiba ia merasa keram diperutnya karna aku ''


Adam menceritakan hal yang membuat dirinya semakin merasa bersalah pada Sarra juga tentang ketakutannya akan kehilangan Sarra jika sampai Davin merebut Sarra dari dirinya suatu saat


''apa kau meragukan perasaan Sarra untukmu Tuan Muda?, kau juga meragukan persahabatan Davin padamu ?''tanyakan pada hatimu keyakinanmu pada mereka apa lebih besar dari keraguanmu pada mereka?''


tutur Wira , Adam terdiam dengan apa yang dikatakan Wira sejujurnya ia begitu yakin akan Sarra yang mencintainya dan Davin yang tak mungkin akan mengihianatinya


''posisikan dirimu jika kau di posisi Davin,bagaimana perasaanmu melihat wanita yang kau cintai telah tiada dan kembali hidup dalam diri wanita lain?


kembali Wira berkata Adam terdiam dengan apa yang dikatakan Wira tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar oleh Sarra yang mencari Adam


''PRAAAANNGGG''


Sarra menjatuhkan vas bunga tanpa sengaja ia begitu syok mendengar pembicaraan Adam dan Wira tentang Davin tentang perasaan juga wajahnya yang membuat Davin tertekan mengingat mendiang Sherinda


tubuh Sarra gemetar dan juga lemas tak bertenaga Adam yang mendengar suara gaduh itu segera menghampiri Sarra begitu juga Wira yang mendapati Sarra tengah bersimpuh dilantai dan menangis


''Sarra''


Adam merengkuh bahu Sarra dan membantunya berdiri Sarra mencengkram kerah kemeja Adam dengan berurai air mata Adam begitu terkejut melihat Sarra seperti itu


''Mas... apa yang harus aku lakukan Mas? aku telah membuat Davin terluka karna aku hiks... hiks... Mas... ''


Adam memeluk Sarra dengan erat ia begitu terluka melihat Sarra kembali menangis terluka lagi karna sesuatu yang tak pernah ia duga akan kembali menerpa kehidupan rumah tangganya bersama Sarra


Wira yang melihat Sarra menangis dalam pelukan Adam hanya bisa mengheula napas berat, dengan situasi seperti itu ia pun tak bisa berkata apa-apa ia menepuk bahu Adam agar pria itu bisa untuk lebih tenang


beberapa hari setelah Adam dan Wira berbicara tentang Davin


Adam memetintahkan Alex untuk menyelidiki tentang Sherinda dan tak lama Alex memberikan semua laporan tentang Sherinda yang ingin diketahui Adam


Adam begitu syok mendapati wajah Sherinda yang memang benar-benar mirip dengan Sarra dari beberapa foto yang Alex berikan dan berkas riwayat hidup Sherinda


tak berbeda dengan Adam , Alex juga sama terkejutnya


''Lex, kau handle dulu pekerjaan kantor aku ingin menemui Davin ''


tukas Adam


''apa kau yakin dengan apa yang akan kau lakukan Tuan Muda?''


Alex cemas akan Tuan Mudanya itu


''jangan cemas aku tau apa yang harus aku lakukan tenang saja''


tukas Adam sembari mengambil kunci mobilnya dan handphone di meja kerjanya meninggalkan Alex di ruangan kantornya