
Adam mengajak Sarra berjalan-jalan menikmati keindahan kota Korea banyak destinasi yang menjadi pusat wisata dan tujuan beberapa orang untuk bersantai dan melupakan kepenatan mereka setelah beraktifitas
bertepatan dengan musim semi dimana bunga-bunga persik bermekaran di sepanjang jalan dan taman-taman yang sengaja di tanami pohon-pohon bunga tersebut terlihat sungguh indah dan memanjakan mata semua orang
dan bergandengan tangan Adam berjalan berdampingan dengan sang istri ke sebuah tempat dimana dulu mereka pertama kali bertemu di ikuti Alex dan Jenny dari kejauhan yang selalu menjaga Adam dan Sarra kemanapun bersama para pengawal lainnya
''Mas, tempat ini kan?''
Sarra menatap Adam yang mengangguk pelan dan membawa Sarra untuk duduk di sebuah bangku taman yang ditersedia suasana taman lumayan ramai karna bertepatan dengan hari libur
''kau masih ingat tempat ini?
''tentu saja, aku ingat aku tidak akan pernah melupakan tempat dimana aku bertemu dengan sultan tampanku untuk pertama kali''
Sarra dengan mengelus wajah Adam dan tersenyum tipis
Adam meraih tangan Sarra dari wajahnya dan menciumi tangan sang istri juga mengelus perut buncit Sarra yang semakin membesar itu dengan senyum bahagianya ia memandangi wajah Sarra yang terlihat semakin berisi
''terima kasih kau sudah datang ke dalam hidupku saat itu , dan kau sudi mendampingiku sayang, aku akan selamanya mencintai dan melindungimu dan bayi kita I love you Sarra Lim Mahendra''
Adam menangkup wajah Sarra dan mendaratkan ciumannya di bibir Sarra dengan penuh kemesraan Sarra membiarkan Adam menikmati bibirnya ia pun membalas ciuman Adam tanpa peduli dimana mereka berada
''aku beruntung memiliki Mas, sebagai suami juga pelindungku selama ini Mas selalu ada dan Mas selalu mengerti akan apa yang aku rasakan Mas Adam selamanya aku hanya menginginkan mu menjadi satu-satunya pria dalam hidupku hanya kau yang aku mau I love you too my husband''
Sarra kembali mencium bibir Adam yang menarik tengkuk Sarra agar memperdalam ciuman mereka Sarra nampak mengalungkan kedua tangannya di leher Adam, apa yang dilakukan Sarra dan Adam di taman membuat sebagian pengunjung iri dengan kemesraan mereka apa lagi dengan Sarra yang terlihat sedang berbadan dua membuat siapapun akan iri dengan keromantisan pasangan tersebut
dari kejauhan Alex yang memperhatikan Adam dan Sarra di buat menghela napas dengan apa yang dilakukan sang Tuan Muda begitu juga dengan Jenny
''dasar mereka tidak dimanapun mereka melakukan apapun yang mereka mau ''
gumam Alex
''apa Tuan Alex iri dengan kemesraan mereka? bukankah itu terlihat romantis ?''
tukas Jenny pada pimpinannya itu Alex menatap Jenny dengan kesalnya
''kau tau apa tentang romantis? pacar saja kau tidak punya so-so an tau tentang romantis dasar wanita dimana-mana sama saja''
ucap Alex
Jenny nampak kesal dengan perkataan Alex yang menyinggung status jomblonya
''ah Tuan , kenapa jadi bawa-bawa status jomblo ku sih? setidaknya begitu lah yang diinginkan wanita terhadap pasangan mereka perasaan nyaman dan dicintai dengan begitu wanita akan mau menuruti semua yang pasangannya inginkan seandainya ada yang mau denganku ''
keluh Jenny tiba-tiba , Alex menoleh ke arah Jenny yang mengeluh ia tersenyum dengan perkataan Jenny
''barusan kau ceramah panjang lebar sekarang malah mengeluh aneh... jadi menurutmu begitukah semua wanita?''
''yah sebagian wanita pasti seperti itu ''
Jenny dengan meminum air mineral dari botolnya Alex menatap Jenny sekilas memperhatikan wanita tomboy dihadapannya itu dan terseyum simpul
Adam meminta Alex untuk kembali ke rumah besar bersama Jenny ia sendiri ingin menikmati kebersamaannya bersama Sarra dengan menginap di sebuah Hotel mewah milik sang Papa , Alex menuruti keinginan Adam dan memerintahkan pengawal untuk tetap menjaga keamanan Adam bersama Sarra selama di Hotel
'' Mas , kenapa kita kesini? bukannya kembali kerumah Mama?
tanya Sarra yang heran dengan apa yang dilakukan Adam
Adam menarik Sarra kedalam pelukannya begitu mereka sampai dikamar Hotel
''Mas, ingin menikmati waktu berdua saja dengan istri Mas apa tidak boleh?''
Adam menjawab pertanyaan Sarra dengan kembali bertanya
''bukan begitu Mas, tentu saja boleh dan aku juga ingin menikmati waktu kita bersama tapi tidak apa-apa kan kalau kita menginap di sini?''
Sarra menengadah menatap Adam yang sama menatapnya
''tidak apa-apa mereka pasti mengerti dengan apa yang kita lakukan , jangan bertanya lagi saat ini aku hanya ingin menikmati kebersamaan kita sayang''
Adam mencium bibir mungil Sarra dengan penuh hasrat menuntut yang sudah sedari tadi ia tahan Sarra membalas ciuman Adam tak kalah panasnya ia meremas jas yang Adam kenakan
''emm... Mas... ''
lenguh Sarra saat Adam mengecup lehernya membuat Sarra mendongak dan meremas rambut Adam yang mencumbunya tangan Adam tak tinggal diam begitu saja ia melepas gaun yang Sarra kenakan hingga jatuh begitu saja ke lantai
Adam menggiring tubuh Sarra ke tempat tidur dengan perlahan ia membaringkan tubuh sang istri dengan hati-hati juga mengecup perut Sarra dengan penuh kasih sayang
Sarra benar-benar di buat tak berdaya dengan sentuhan-sentuhan Adam yang membuatnya menginginkan lebih, rasa nyaman juga di inginkan membuat Sarra benar-benar terlena
''Mas.... aahh.... aaahhh''
Sarra mulai meracau saat Adam memasukinya dan mencumbunya dengan penuh kelembutan dengan bertumpu pada lutut dan kedua tangannya Adam terus memacu dirinya menikmati keindahan yang tersuguh di bawah kungkungannya
''ehmmm.... aaaahhh''
racau Adam saat ia merasakan sensasi yang selalu membuatnya tergila-gila dan terus menginginkan Sarra dengan penuh hasrat yang mengebu-gebu Adam memainkan kedua gunung kembar Sarra yang membuat Sarra semakin di dera rasa nikmat
''aahh.... ahh... aaahh... sayang... aahhh... ''
Sarra meremas rambut Adam dan menekan kepala sang suami agar semakin dalam di sana membuat Sarra benar-benar di buai rasa yang selalu mereka inginkan
Adam mempercepat permainannya membuat Sarra semakin meracau suara-suara ******* mereka pun menggema di kamar Hotel itu Sarra memeluk erat tubuh Adam dengan napas terengah-engah keduanya kembali saling memagut bibir masing-masing yang bagi mereka penuh candu seolah tidak ada kata bosan kebahagiaan jelas terukir di hati keduanya