My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Menutup diri



Alex dengan dibantu beberapa anak buahnya dan juga orang -orang kepercayaan Adam kini tengah memburu Merry setelah melihat rekaman cctv di toko Sarra


Alex yakin wanita yang mencelakai Sarra adalah Merry


sayang wanita itu berhasil melarikan diri dari kejaran pengawal Sarra ia berhasil mengecoh mereka dan lari keluar negri di bantu musuh Adam yang sama berasal dari dunia bawah tanah sama -sama seorang mafia dan memiliki jaringan yang cukup di takuti di luar negara


itulah sebabnya Merry berani melawan dan menantang Adam untuk membalaskan dendam dan sakit hatinya


pria dengan tampilan tubuh di penuhi tato itu dengan senang hati membantu Merry karna ia memang mencintai Merry dan rela melakukan apapun demi wanita licik itu


selain dendam pribadinya pada Adam yang selalu berhasil menggalkan semua misi berbahayanya untuk membunuh orang-orang penting di berbagai negara juga karna bisnis senjata api nya yang selalu berhasil Adam kuasai



seorang pria dengan tubuh tinggi tegap dengan rambut gondrong juga wajah di penuhi aura gelap namun terlihat tampan,Damon Draco bos mafia dengan nama besar Scorpio


Scorpio selalu ingin menyaingi Black Wolf yang di pimpin Adam


''emmhh .... aahh.... ahhhh sayang ''


suara ******* Merry menggema memenuhi kamar mewah dimana ia dan Damon tengah mengayuh peluh memadu cinta


''kau harus memuaskan ku setelah apa yang kulakukan untukmu ''


ucap Damon yang merasuki Merry dengan kasar dari belakang


membuat Merry menjerit dan berteriak memanggil-manggil namanya


''aahhh.... sayang... aahhh....


racau Merry


Damon semakin memacu dirinya dengan senyum di wajahnya ia merasa selalu puas akan Merry yang selalu bisa membuatnya terpuaskan.


sementara itu di rumah sakit Sarra mulai tersadar perlahan ia membuka matanya dan melihat sekelilingnya


''aw... dimana aku ''


lirih Sarra saat ia merasakan perih diwajahnya yang berbalut perban pukul 9 malam tepat Sarra sadarkan diri, Adam tengah berbicara dengan Dokter bersama kedua orang tua dan juga Prasetyo dan Sinta yang sedari sore sudah tiba bersama Rarra dan Vino yang ikut melihat keadaan Sarra


Sarra meraba wajahnya yang berbalut perban ia kembali mengingat kejadian tadi siang Sarra pun mulai histeris


Jenny, Rarra dan juga Vino terperanjat saat melihat Sarra tersadar


''Kak Sarra , kau sudah sadar syukurlah kami sangat mencemaskan mu ''


ucap Rarra menghampiri Sarra


''kami? apa semua orang ada disini? Mas... mas Adam dimana dia ?


Sarra dengan panik


''iya Kak, Tuan Muda ada disini ia sedang menemui Dokter dulu bersama Ayah, Ibu juga mertuamu mereka sangat mencemaskanmu terutama suamimu ia sangat terpukul dan menyalahkan dirinya terus menerus atas semua yang terjadi menimpamu''


ungkap Rarra


mendengar hal itu Sarra tak kuasa menahan air matanya mengingat Adam dan rasa rindunya pada lelakinya itu


''benar Sarra yang dikatakan istriku terus saja menyalahkan diri karna tak bisa menjagamu dengan baik ''


timpah Vino


Sarra meraba wajahnya yang terasa perih ia ingat dengan wajahnya yang tak mungkin seperti dulu lagi mengingat apa yang disiramkan wanita yang tak ia kenal menyerangnya dengan air keras Sarra beranjak dari untuk duduk di ranjangnya dibantu Jenny yang tertunduk merasa bersalah pada Nonanya itu


''semua karna aku , Nona sampai mengalami hal ini gara-gara aku yang tak becus menjagamu ''


tukas Jenny sedih


''sudahlah Jen, jangan menyalahkan dirimu sendiri semua semua terjadi dengan cepat mungkin jika kita tau ada orang yang akan menyerangku kita pasti akan berhati-hati''


ucap Sarra pada Jenny


asistennya yang nampak sedih dan berurai airmata


''Nona kau sangat baik hati, pantas saja Bigbos begitu mencintaimu, kami memang pantas menerima hukumannya ''


Jenny dengan terisak


Sarra mengelus tangan Jenny mencoba menenangkan


''Jen, tolong ambilkan aku cermin''


''Kak, apa Kakak yakin ? sebaiknya kita tunggu Dokter biar Dokter yang membuka perbannya ''


ucap Rarra khawatir dengan mengenggam tangan sang Kakak


''aku yakin Ra, aku ingin melihat wajahku saat ini''


Sarra dengan menguatkan hatinya


Rarra mengangguk pada Jenny yang kemudian mengambil cermin di dekat wastapel kamar mandi dan memeganginya dihadapan Sarra


yang perlahan membuka balutan perbannya sedikit demi sedikit


Rarra mengenggam tangan Vino rasa cemas dan juga takut menghinggapi dirinya begitu juga Vino yang tak kalah cemasnya melihat wanita yang pernah mengisi hatinya seperti itu tangan Jenny bergetar saat perban di wajah Sarra hampir terbuka seluruhnya


''tidaakkkk..... aaaaaaaaaa..... ''


Sarra histeris saat perban diwajahnya telah ai buka seluruhnya wajah cantiknya berubah menjadi penuh luka bakar yang mengerikan dan pasti akan membuat orang-orang merasa jijik untuk melihatnya Rarra menutup mata memeluk Vino saat melihat keadaan sang Kakak ia pun tak kuasa menahan tangisnya


''Nona tenangkan dirimu ''


Jenny mencoba menenangkan Sarra yang semakin histeris dengan cepat Sarra beranjak mendorong tubuh Jenny hingga tersungkur ke lantai dan berlari ke arah kamar mandi mengunci dirinya Rarra dan Vino pun ikut panik


Adam memasuki kamar dengan berlari saat mendengar jeritan Sarra di ikuti Prasetyo, Sinta dan kedua orang tua Adam yang cemas akan Sarra bersama Dokter Wira dan Dokter Davin


''ada apa ini ? dimana istriku ?''


Adam panik


Rarra yang terisak pun menceritakan Sarra yang mengurung diri di kamar juga tentang luka diwajah Sarra


Adam pun semakin cemas mendengar hal itu ia pun mencoba mengetuk pintu namun tak dihiraukan Sarra


''sayang, ini Mas... buka pintunya , biarkan Mas masuk ya.... ''


panggil Adam


Sarra berdiri di depan cermin di kamar mandi dengan air mata yang membanjiri wajahnya rasa perih sudah tak ia rasakan lagi kini hanya rasa penyesalan yang membuatnya merutuki dirinya di hadapan cermin itu


Sarra tak mengubris panggilan Adam yang terus menerus memanggilnya


''aku tidak pantas untukmu Mas... aaaahhh... wajahku.... hiksss.... hiksss... Mas.... maafkan aku... aaaa... ''


Sarra melempar cermin dihadapannya dengan vas bunga di meja wastapel dengan keras hingga hancur kerkeping-keping bersamaan dengan tangisannya yang pecah


mendengar suara pecahan cermin Adam semakin panik begitu juga yang lain


''Sarra... tidak....


Adam menendang pintu kamar mandi dengan sekali tendang hingga terbuka


''BRAAAKKK''


Adam mendapati Sarra yang menekuk kedua kakinya tengah terisak ditengah serpihan kaca cermin yang hancur Adam begitu hancur melihat keadaan Sarra


begitu juga yang lain


''sayang''


''jangan mendekat, pergi.... jangan mendekat ''


Sarra menolak saat Adam mencoba mendekatinya penolakan Sarra membuat Adam terpukul


''aku tidak pantas untukmu, aku menjijikan.... pergi kumohon pergi... dari sini... pergiii''


teriak Sarra


Adam mencoba mendekati namun Sarra kembali melarangnya Prasetyo mendekati sang putri pria itu begitu sedih melihat kesedihan putri kesayangannya menutup diri


''Sarra putri Ayah, sayang kemarilah jangan seperti ini ingat kau sedang mengandung , ada nyawa dalam dirimu yang harus kau lindungi sayang ayo ikut Ayah''


ucap Prasetyo


Sarra menatap sang Ayah dengan tatapan penuh kesedihan dan hancur dengan terisak ia menjatuhkan dirinya kepelukan sang Ayah teringat akan bayi yang ia kandung Sarra semakin hancur dan tersedu di pelukan Prasetyo


Adam kembali merutuki dirinya


semua orang dibuat menangis melihat Sarra seperti itu