My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Wajah baru, pribadi baru



semua orang tampak harap-harap cemas menunggu di pintu ICU dimana Sarra tengah melakukan operasinya .


Adam bersandar didinding dengan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana sambil menutup mata menengadah ke langit-langit rumah sakit


Alex untuk sementara menghandle semua pekerjaan kantor dibantu orang-orang kepercayaan Adam


Prasetyo juga meminta bantuan Vino menjaga perusaan sementara ia menemani Sarra bersama Sinta dan Rarra


Pak Yhang, bersama Jenny bolak -balik mengantar keperluan Sarra dan Adam mulai dari makanan hingga pakaian semua orang bekerja sama dan berdo'a demi kesembuhan Sarra


Adam juga mengabari kedua orang tuanya perihal operasi Sarra dan mereka pun turut mendo'akan menantu mereka


tak lupa Kakek Surya dan Nenek Larasati pun ikut hadir menunggui cucu kesayangan mereka , kedua oranga kesayangan Sarra itu tak menyangka Sarra akan bernasib seperti itu kesedihan terlihat jelas dimata keduanya begitu tau apa yang menimpa sang cucu


waktu berjalan terasa begitu lama bagi Adam hampir 5 jam Sarra di dalam sana bersama Wira yang terus memantau kesehatan Sarra dan sang jabang bayi sementara Davin melakukan operasinya


''Tuan Muda , sebaiknya anda makan dulu hari sudah mulai sore anda belum makan apapun sejak pagi''


ucap Pak Yhang cemas


''aku tidak lapar Pak Yhang, suruh yang lain saja untuk makan ''


''nak kau harus makan, siapa yang akan menjaga istrimu nanti jika kau sakit''


tukas Prasetyo


''aku tidak apa-apa Yah, aku baik-baik saja Ayah saja dan ajak yang lain untuk makan , kasihan Kakek dan Nenek juga Rarra yang sedang hamil Bu tolong bawa mereka untuk makan biar Pak Yhang yang menemaniku disini bersama Jenny dan para pengawal ''


tutur Adam pada Ayah dan Ibu mertuanya


''baiklah, kami akan keluar sebentar, kalau ada apa-apa dengan Sarra hubungi kami''


tukas Sinta


Adam mengangguk tanda setuju semua orang pun pergi untuk mengisi perut mereka sementara Adam duduk menunggu di kursi tunggu bersama Pak Yhang dan Jenny mencoba untuk merayu Adam agar mau makan namun sia-sia saja Adam tak berselera sama sekali


Adam mengingat bagaimana Sarra ceria nya ketika makan dan semua tingkah Sarra saat bersamanya membuat Adam menitikan air matanya teringat hal itu



''Sarra''


lirih Adam dengan mengusap air mata di sudut matanya hal itu tak lepas dari penglihatan Pak Yhang , kemudian menepuk bahu Tuan Mudanya itu Adam pun tak kuasa lagi menahan rasa cemas dan ketakutannya akan Sarra


Adam menangis di bahu Pak Yhang


Pak Yhang menepuk-nepuk bahu Adam membiarkan pria dingin itu untuk menumpahkan kesedihannya sedari kecil Pak Yhang lah yang selalu menjaga dan menjadi tumpuan Adam selain Tuan Besar Mahendra


Jenny ikut menangis melihat Adam begitu mencintai dan begitu terpuruk akan keadaan Sarra


beberapa waktu kemudian pintu ICU pun terbuka tubuh Sarra akan dipindahkan keruang rawat inapnya kembali dalam keadaan masih belum sadar Adam menghampiri dengan perasaan penuh kekhawatiran


''bagaimana istriku?, apa dia baik -baik saja ? juga bayiku , dan operasinya ?''


tanya Adam dengan mencerca berbagai pertanyaan


''Tuan Muda, jangan khawatir Nona baik-baik saja operasinya juga berjalan dengan lancar , bayi kalian juga baik-baik saja , selamat kita hanya tinggal menunggu perbannya di buka beberapa hari lagi untuk melihat hasilnya''


ungkap Dokter Davin


Adam ahirnya bisa bernapas dengan lega Wira menepuk bahunya memberikan dorongan semangat


tutur Wira


Adam pun mengangguk dan mengikuti para perawat dan Dokter membawa Sarra kembali ke ruangannya


waktu pun berjalan dengan tanpa terasa seminggu pasca operasi hari ini Sarra akan membuka perbannya nampak semua orang tengah berkumpul di ruangan Sarra hanya kedua orang tua Adam saja yang tidak bisa hadir dan melakukan vidieo call saja melalui laptop ditangan Alex


semua orang menunggu dengan tak sabar namun juga cemas dengan hasil operasi Sarra terutama Adam yang berada disamping Sarra menggenggam tangan sang istri


Davin perlahan -lahan membuka perban yang membalut wajah Sarra


setelah semua perban di wajah Sarra terbuka semua orang nampak dibuat tak percaya dengan hasilnya dan membelalakan mata mereka dengan perasaan bahagia juga terharu melihat wajah Sarra kini


Adam tak bisa berkata-kata saat melihat wajah Sarra kini begitu juga semua orang Adam memeluk dan menciumi puncak kepala Sarra


''sayang, selamat operasinya berhasil kau sungguh cantik''


Adam dengan senyum bahagianya


''benarkah Mas?''


Adam mengangguk semua serempak mengelilingi Sarra dan memberikan ucapan selamat pada Sarra juga Davin yang berhasil membuat keajaiban dengan tangannya hingga Sarra bisa kembali dengan wajah barunya


''Mas, aku ingin melihat wajahku, tolong berikan aku cermin''


pinta Sarra


Adam melirik Davin dan Dokter muda itu pun mengangguk tanda setuju


Jenny memberikan cermin pada Sarra , dengan tangan bergetar Sarra mengambil cermin dari tangan Jenny perlahan ia melihat wajah nya di cermin


''inikah wajahku Mas''


Sarra menyentuh wajahnya dan memperhatikan wajahnya dengan seksama walaupun tak seperti dulu lagi tapi setidaknya tak terlalu buruk pikirnya



Adam merengkuh bahu Sarra seperti tau apa yang di pikirkan sang istri


''kau cantik, bagaimanapun wajah mu kau tetap Sarra ku, wanita yang aku cintai jangan pernah sedikitpun kau meragukan hal itu''


ucap Adam


Sarra mengangguk pelan dengan membulatkan tekad pada dirinya sendiri untuk kuat dan tegar demi Adam, bayi yang tengah ia kandung juga semua orang yang menyayanginya Sarra akan menguatkan dirinya untuk tetap berdiri disamping sang suami meskipun berat apapun akan ia lakukan demi sang suami yang sudah begitu banyak berkorban untuknya


''iya Mas, terima kasih kau selalu bersamaku aku berjanji aku tidak akan rapuh ataupun terluka lagi demi kau dan bayi kita, juga semua orang yang menyayangiku terima kasih


hari ini Sarra baru telah lahir dengan wajah baru juga pribadi yang baru terima kasih untuk semua waktu dan cinta kalian aku sangat menyayangi kalian semua''


ucap Sarra dengan mata berkaca-kaca Adam memeluk Sarra dengan rasa bahagianya terhadap Sarra begitu pun semua orang ikut bahagia dan terharu akan ucapan Sarra dan bergantian memeluk Sarra


''Dokter Davin terima kasih''


Sarra pada Davin yang mengangguk pelan diam-diam Davin memandangi wajah Sarra tanpa ada yang tau apa yang tengah Dokter muda itu rasakan hanya Wira yang tau akan apa yang disembunyikan Davin setelah melihat tatapan dan wajah Sarra


catatan Author :


maaf ya visual Sarra aku ganti bagi yang gak suka silahkan bayangkan dengan visual masing-masing πŸ˜πŸ˜…πŸ™πŸ™


votenya donk biar Author makin semangat buat up πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™