
Setelah kejadian beberapa waktu lalu Sarra yang selalu gelisah akan ancaman Damon memutuskan untuk menemui Merry bersama Adam tentunya setelah Sarra bersikeras pada Adam agar mengizinkannya untuk bertemu Merry di dalam penjara
dengan berat hati Adam menyetujui keinginan Sarra , pengawalan ketat tetap Adam lakukan dimanapun ia berada bersama Sarra dan hari ini Adam juga meminta pihak kepolisian untuk membuat keamanan extra mengingat nekatnya Merry
disebuah ruangan tempat seseorang menemui seorang tahanan Sarra duduk di sebuah bangku dan terhalang dinding kaca tebal dihadapannya agar bisa berhadapan dengan Merry yang terduduk di hadapannya dengan menatap Sarra sementara Adam berdiri disamping Sarra
''ahirnya kau mau juga menemuiku Nona Sarra setelah lama aku menantimu''
ucap Merry dingin
''ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu ? ini tentang kekasihmu yang mendatangiku dan mengancam akan membunuh suamiku''
Sarra dengan tatapan tajam pada Merry yang hanya tersenyum simpul menanggapi apa yang dikatakan Sarra
''heh... jika dia benar-benar mencintaiku dia tak akan membiarkan aku berada lama di sini mengingat siapa dia begitu berkuasa setelah suamimu ''
ucap Merry dengan tersenyum remeh dan menatap Adam sekilas , Adam sendiri tak bereaksi sedikit pun
''jadi apa maksud mu dengan memintaku untuk menemuimu ''
Sarra kembali bertanya
''aku tau , kesalahanku padamu terlalu banyak dan tak mungkin untuk di maafkan aku hanya ingin memberitahu mu berhati-hatilah dengan Damon ia sekarang mengicarmu Sarra , dia menginginkanmu , dia pria yang jika terobsesi dengan sesuatu ia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya''
mendengar penuturan Merry , Sarra begitu syok ia meraih tangan Adam yang sama terkejutnya dengan Sarra
''bagaimana kau tau semua itu , dan apa ucapanmu bisa di percaya ?''
Adam menatap Merry
''aku mengatakan ini karna , aku sudah lama mengetahuinya sejak bersamanya , dia selalu menyimpan foto -foto Sarra sebelum Sarra operasi dan diam-diam selalu memandangi foto Sarra , bahkan ia sering membayangkan wajah Sarra saat kami bercinta ''
Sarra semakin syok dengan apa yang dikatakan Merry ia menutup kedua mulutnya tak menduga semua itu ia pun kembali teringat saat Damon menatapnya terus
''Mas... ''
Sarra kembali meraih tangan Adam tubuhnya bergetar dengan apa yang Merry katakan Adam merengkuh tubuh Sarra yang gemetar ia sama sekali tak mengira Damon akan mengincar sang istri
''jika yang kau katakan ini benar, aku akan membantumu agar meringankan hukumanmu dan aku pastikan Damon akan menerima akibatnya berani menginginkan wanitaku ''
''aku tak berharap apa-apa dari kalian , setidaknya aku bisa mengurangi rasa bersalah ku padamu , kalau bisa tolong maafkan aku agar aku bisa lebih tenang menjalani sisa hidupku ''
Merry dengan terisak
''apa maksud dari kata-katamu ?''
Sarra menatap iba Merry yang mulai menangis wajah cantik yang selalu ia bangga-banggakan kini jauh berbeda tampak lebih kurus dan juga tak terawat
Merri menatap Sarra dengan mengulas senyum tipis
''Tuhan sudah memberikan aku hukuman Sarra, a-aku akan mati Dokter sudah mendiagnosa umurku tidak akan lama lagi ''
Sarra nampak syok dengan penuturan Merry begitu juga Adam yang tak pernah mengira wanita yang amat percaya diri itu kini begitu terpuruk dan tak berdaya dihadapannya itulah rahasia Tuhan yang tak pernah seorangpun yang tau
setelah bertemu Merry , Adam dan Sarra menemui kepala penjara dan mencari tau apa yang di alami Merry juga Dokter penjara yang merawat Merry mengatakan benar adanya jika Merry sedang sakit parah
dalam perjalanan pulang Sarra lebih banyak diam dengan memandang keluar jendela mobil yang ia tumpangi begitu juga Adam yang fokus menyetir mobilnya
tak berapa lama mereka pun sampai di mansion dengan perasaan campur aduk Adam membantu Sarra turun dari mobilnya
''Mas, aku takut ''
Sarra menggenggam tangan Adam yang merengkuhnya , Adam memeluk sang istri untuk memberikan ketenangan
''tidak ada yang perlu ditakuti sayang, Mas akan selalu disisimu , melindungi dan menjagamu bagaimana kalau malam ini kita menginap di rumah Ayah dan Ibu ? lagi pula sudah lama kita tak mengunjungi mereka ''
saran Adam agar Sarra bisa melupakan semua yang terjadi ahir-ahir ini Sarra mengangguk pelan
''iya aku mau ''
''baiklah nanti sore kita akan ke rumah Ayah dan Ibu ''
Adam membawa Sarra masuk ke dalam mansion dengan bergandengan tangan
seperti yang direncanakan Adam , sore harinya Adam membawa Sarra kerumah Prasetyo kebetulan Vino dan Rarra juga tengah berkumpul bersama -sama
''Ayah''
Sarra memeluk Prasetyo dengan manjanya setelah lama mereka tak jumpa
''putri Ayah, masih saja manja''
ucap Prasetyo dengan mengacak rambut Sarra gemas dengan tingkah putrinya itu
''awas ada yang cemburu ''
goda Rarra melirik Adam yang memang dalam mode cemburunya sengaja Adam menampilkan wajah kesalnya membuat semua orang tertawa melihat Adam
tiba-tiba ditengah mereka asyik bercanda dan tertawa sebuah berita di televisi membuat Adam dan yang lainnya nampak fokus dan syok dengan berita tersebut
("mantan model internasional Merry Darmawan baru saja meninggal di dalam penjara karna bunuh diri, di duga sang model depresi berat akan penyakit yang dideritanya sampai berita ini ditayangkan belum ada keluarga ataupun sanak saudara yang mengunjunginya ")
tubuh Sarra terasa tak bertulang dan lemas pandangannya pun berubah gelap, Adam yang melihat gelagat tidak baik pada sang istri segera merengkuh tubuh Sarra yang tak sadarkan diri dalam pelukannya
''sayang, kau kenapa sayang ''
Adam menepuk -nepuk pipi Sarra yang tak sadarkan diri Prasetyo , Sinta , Rarra dan Vino di buat terkejut dengan Sarra yang pingsan karna berita tentang Merry
Adam membopong tubuh Sarra ke kamar yang dulu pernah Sarra tempati atas perintah Sinta dan tak lupa Adam memanggil Wira untuk memeriksa keadaan Sarra