
Adam berlari dengan cepat memasuki Mahendra Hospital begitu ia tiba di halaman rumah sakitnya meninggalkan orangtua dan Alex yang mengikuti dari belakang semua orang menatap Adam yang berlari-larian dengan membungkukan badan kecemasan dan kepanikan nampak jelas fi wajah pria gagah itu
begitu tiba di ruangan IGD nampak Jenny dan para pengawal juga Dokter Wira yang menghubungi Alex tadi tengah menunggu dan berjaga di depan ruangan itu mereka nampak terkejut dengan kedatangan Adam
Adam mengepalkan tangannya dengan amarah yang siap menghabisi siapa pun Adam menarik salah satu pengawal dari 4 pengawal laki-laki yang berada di sana
Bugh... bugghhh
Adam melayangkan pukulannya kepada ke 4 pengawalnya semua nampak terkejut dengan apa yang dilakukan Adam
''apa saja kerja kalian , hingga istriku bisa seperti ini hah... ''
bugh.... bughh Adam memukuli para pengawal secara membabi buta dan diam menerima pukulan dan tendangan Adam yang bertubi-tubi Jenny kemudian segera berlutut dihadapan Adam karna Alex dan Wira tak bisa mencegah Adam untuk meluapkan amarahnya begitu juga Tuan Besar dan sang Mama
''Bigbos, maafkan kami semua memang kesalahan kami yang lalai menjaga Nona, kami tidak mengira akan seperti ini jadinya kejadiannya begitu cepat wanita itu berlari dan menyiram wajah Nona kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya , para pengawal yang lain saat ini tengah mengejar wanita itu ''
ungkap Jenny dengan rasa bersalah yang kini ia rasakan Alex menepuk bahu Adam begitu juga Wira agar Adam bisa lebih tenang
''Nak, saat ini istrimu lebih membutuhkan mu , tenangkan dirimu ingat kau harus kuat demi Sarra dan bayi kalian ''
ucap Tuan Besar
''Pah, ''
Tuan Besar mengangguk kepalanya pada Adam agar putranya itu bisa lebih tenang begitu juga Nindiya yang memeluk putranya itu memberi ketenangan
''Lex , beritahu Ayah dan Ibu tentang keadaan istriku, dan kau cari siapa wanita yang sudah melakukan ini pada Sarra wanita itu harus menanggung akibat dari perbuatannya''
Adam dengan tatapan dinginnya
Alex dan Wira kembali melihat sosok Adam sang Bos mafia yang dingin kembali seperti macan yang sedang terluka entah apa yang akan terjadi pada wanita yang kini dalam pengejaran pengawal Adam
Alex bergegas pergi melakukan apa yang Adam perintahkan
pintu IGD pun terbuka tampak seorang Dokter muda dengan perawakan tinggi dengan wajah tampan namun terlihat dingin keluar bersama beberapa perawat Adam segera menghampiri Dokter itu
''bagaimana dengan istriku? katakan apa yang terjadi dengannya dia baik -baik sajakan? kenapa kau diam saja cepat jawab pertanyaanku ''
geram Adam dengan mencerca sang Dokter dengan berbagai pertanyaan
Dokter muda itu nampak berat untuk mengatakan sesuatu Dokter Wira segera menghampiri untuk menangkan Adam sahabatnya
''apa keadaan Nona Sarra , tidak baik?''
semua orang pun tak kalah dengan Adam ikut terkejut terutama Jenny kembali ia mengingat tangisan Sarra dan jeritannya
''Nona... semua salah ku , ini semua karna ketidak becusanku menjagamu ''
Jenny menyalahkan diri sendiri ke 4 pengawal pun turut merasakan apa yang Jenny rasakan dan mereka pun turut bersedih dan merutuki kegagalan mereka menjaga Sarra
''Nona Sarra mengalami luka cukup parah di wajahnya dan itu tidak bisa di obati karna efek dari air keras yang merusak wajahnya, jalan satu-satunya hanyalah operasi , tapi psikis Nona juga jadi masalah ia mengalami trauma berat akan luka di wajahnya ''
jelas Dokter muda itu yang bernama Davin Elazar seorang Dokter ahli bedah yang sangat terkenal dan bekerja di bawah naungan Adam sama seperti Wira
Davin dokter bedah plastik dan terkenal dengan wajah tampan juga dinginnya ia terkenal karna dengan tangannya ia bisa melakukan keajaiban membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin terutama wanita yang ingin terlihat lebih cantik dan menarik banyak artis dan wanita-wanita sosialita yang ingin merubah tampilannya agar lebih manarik dan cantik bak artis korea
''bagaimana dengan kandungannya?''
timpah Wira mendengar hal itu Adam kembali beranjak dan menatap Davin dengan seksama
''kandungan Nona Sarra baik -baik saja saat ini untuk lebih memastikan sebaiknya kau memeriksanya ''
tukas Dokter Davin pada Wira
Adam bisa bernapas lega sejenak dengan langkah kaki gontai Adam memasuki kamar Sarra nampak Sarra terbaring dengan wajah berbalut perban Adam menghampiri dengan tangan bergetar Adam menyentuh wajah Sarra tak kuasa airmatanya pun tumpah disamping sang istri
''sayang.... maafkan Mas... semua karna aku yang gagal melindungimu maafkan Mas... ''
isak Adam
Adam menciumi tangan dan puncak kepala Sarra yang berbalut perban di seluruh wajahnya rasa sedih dan bersalah melihat Sarra membuat Adam semakin terpuruk dan mengutuk dirinya sendiri Adam menciumi perut rata Sarra dengan tangan bergetar ia mengelus perut Sarra
''maafkan Daddy, my boy Daddy gagal menjaga Mommymu maafkan Daddy, tetap kuat dan tumbuh disana ya Daddy sangat mencintai kalian berdua apa pun akan Daddy lakukan untuk kalian ''
lirih Adam
Tuan Besar dan Mama Nindiya memasuki ruangan di ikuti Dokter Wira dan Dokter Davin yang ikut bersedih melihat kesedihan Adam sang Bigbos yang biasa bersikap dingin kini berubah menjadi sosok suami yang terpuruk dan terluka
''kuatkan dirimu Nak ''
ucap Tuan Besar Park dengan menepuk-nepuk bahu Adam