My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Penyerangan



Sore hari Adam datang menjemput Sarra di kediaman Lim


Adam disambut hangat Prasetyo dan Sinta


Sarra menghambur kepelukan Adam dengan bahagia


saat sang suami datang dengan merentangkan kedua tangannya tanpa malu atau risih Sarra memang lebih manja pada Adam belakangan ini membuat Prasetyo dan Sinta menggelengkan kepala mereka dengan kemanjaan Sarra


''kau ini manja sekali , malu ada Ayah dan Ibu ''


tutur Adam yang nampak kikuk dihadapan mertuanya itu


''tidak apa-apa nak Adam, biarkan Sarra bermanja-manja padamu, selama ini ia selalu menutup diri, berkatmu putri kami bisa tersenyum bebas dan bahagia''


Prasetyo pada menantunya itu Sarra tersenyum bahagia dan bersyukur di kelilingi orang-orang yang manyayangi dan mencintainya dengab tulus Adam mengguyar rambut Sarra dengan gemasnya pada sang istri


''kebahagiaannya adalah tujuan hidupku Yah''


tukas Adam dengan senyum berbinar menatap Sarra yang bergelayut manja di bahunya


Adam merasakan kehangatan keluarga yang sudah lama tak ia rasakan terutama kasih sayang orangtuanya


Prasetyo dan Sinta memperlakukan Adam seperti mereka memperlakukan Sarra tanpa rasa sungkan agar membuat Adam merasa nyaman bersama mereka


menjelang malam Adam membawa Sarra kembali ke mansion di ikuti 2 mobil pengawal yang menjaga Sarra kini wanita kesayangan Adam itu duduk di kursi depan bersama Adam yang mengemudi


''tidurlah kalau kau merasa lelah ''


tukas Adam dengan mengguyar rambut Sarra dengan sayangnya Sarra mengangguk perlahan karna merasa lelah Sarra memejamkan matanya tak lama iapun terlelap


Adam mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang namun saat ia sampai di perempatan jalan yang cukup sepi tiba-tiba jalannya di hadang beberapa orang dari depan dengan 2 mobil yang yang berjejer dan orang-orang berbaju hitam


Adam menginjak remnya mendadak membuat Sarra terbangun kembali 2 mobil di belakang pun ikut berhenti dan turun dari mobil masing-masing tau akan situasi didepan mereka dengan sigap para pengawal Adam berdiri menjaga Adam dan Sarra tak lupa memberitahukan Alex


''Tuan Alex, kami di serang ''


sang pengawal dengan siaga dan terhubung dengan Alex di earphone yang terpasang di telinga mereka masing-masing agar tetap terhubung satu sama lain


''Mas... ada apa ini? siapa mereka ?''


panik Sarra saat melihat beberapa orang tengah menatap tajam ke arahnya


''jangan cemas, mereka hanya tikus-tikus kecil, sayang apa pun yang terjadi jangan keluar dari mobil''


titah Adam


''tapi Mas...


Sarra menahan tangan Adam pria itu mengangguk pelan


''percaya padaku''


Sarra pun melepas kan tangan Adam dengan penuh ketakutan dan panik namun ia yakin akan kemampuan suaminya itu Adam keluar dari mobilnya dan kini berhadapan dengan para pria berbaju hitam sekitar 10 orang dengan tubuh cukup besar dan berwajah sangar


''apa yang kalian inginkan ?berani menghalangi jalanku apa kalian sudah bosan hidup?''


tanya Adam dengan tatapan dinginnya


''kami hanya menginginkan wanita yang ada bersamamu ,berikan wanita itu dan kalian bisa pergi dari sini ''


tukas salah satu pria yang bertugas sebagai pimpinan para penyerang itu tangan Adam terkepal seketika saat mendengar hal itu dengan rahang mulai mengeras dan sorot mata tajam


''kau menginginkan wanitaku , maka bersiaplah untuk mati''


''Tuan Muda , biar kami saja yang membereskan mereka ''


Adam mengangguk dengan santai nya ia memasukan kedua tangan nya kesaku celananya


''tidak, kali ini aku sendiri yang akan melenyapkan mereka dengan tanganku sendiri karna berani menginginkan apa yang aku miliki''


Adam dengan seringai di wajahnya sang pengawal di buat takut dengan tatapan Adam yang berubah dingin itu dan memilih untuk mematuhi apa yang Adam inginkan


''seraaaangg''


tiba-tiba para pria berbaju hitam itu mulai menyerang Adam dengan gencar Sarra yang berada di dalam mobil membelalakan matanya panik dengan menutup mulutnya


sementara Adam ia terlihat santai saja


mendapat serangan bertubi-tubi Adam dengan lincahnya menangkis pukulan dan tendangan ke arahnya dengan penuh percaya diri Adam menarik tangan yang akan memukul wajahnya dan menekuk tangan pria berwajah sangar itu dan memelintirnya ke belakang


krekkkk


suara tulang patah terdengar begitu nyaring membuat siapapun yang mendengar akan merinding ngilu pria itu berteriak kesakitan Adam seolah tak mendengar teriakan pria itu dengan cepak ia melempar tubuh pria itu hingga tersungkur ke tanah


beberapa orang yang lain mulai menyerang Adam dengan membabi buta Adam kembali melayangkan pukulan dan tendangan kepada mereka dengan cepat


pengawal Adam berdiri dengan tersenyum penuh rasa kagum pada Adam sang Bigbos Mafia yang menjadi panutan dan kebanggaan tersendiri bagi mereka sebagai anak buah Adam


Adam melayangkan tendangannya tepat mengenai titik vital para pria sangar itu meski Adam sendiri namun seolah tak ada apa-apanya bagi Adam yang terlihat santai namun mematikan


brukkk... brruukkk


tubuh-tubuh kekar itu tersungkur ke tanah satu per satu bersamaan dengan kedatangan Alex bersama anak buahnya


'' Tuan muda kau baik-baik saja?''


Alex menghampiri Adam yang menepuk-nepuk bajunya karna debu yang menempel akibat perkelahiannya Adam mengangguk ia dengan tatapan dinginnya menginjak tubuh salah pimpinan mereka yang merasakan kesakitan di bagian perutnya


''siapa yang menyuruh kalian ?''


tanya Adam dengan mengeluarkan senjata dari balik punggungnya membuat pria di kakinya itu terkejut dan menatap Adam dengan tatapan tanpa rasa takut


''rupanya julukan mu sebagai pria kejam benar adanya Tuan Mahendra , bunuhlah aku tapi kau tak akan pernah tau siapa yang menyuruhku ''


tukas pria itu Adam tersenyum sinis dengan apa yang dikatakan pria itu di arahkannya senjatanya ke kepala pria itu


''baiklah dengan senang hati aku akan mengabulkan keinginan terahirmu itu, meskipun kau tidak memberitahuku aku sudah tau yang menyuruhmu ''


dorrrrr


suara tembakan Adam tepat mengenai kepala pria di kakinya itu dan meregang nyawa ditangan Adam dengan cepat Adam juga menembakan senjatanya ke arah penyerangnya yang lain tanpa sedikit pun ia menggubris teriakan para pria sangar di depan matanya jatuh tersungkur ke tanah meregang nyawa


Alex menatap Adam dan membiarkan Adam meluapkan emosinya yang selama ini di pendam atas perlakuan sang Papa yang kembali mengusik kehidupannya


Adam tau penyerang itu adalah suruhan sang Papa dari Alex yang tau dari informan yang Alex kirim ke korea untuk mengikuti Merry beberapa saat lalu


Sarra yang melihat Adam seperti itu keluar dari mobilnya menatap Adam dengan mata mulai berkaca-kaca Alex yang baru sadar akan kehadiran Sarra cemas melihat wanita yang kini telah menjadi saudaranya itu terlihat menangis


''Mas Adam... ''


Sarra berlari ke arah Adam dan memeluk suaminya itu dengan hati sedih melihat Adam yang tanpa expresi menghabisi nyawa seseorang


Adam memeluk erat tubuh Sarra untuk sesaat ia lupa akan Sarra yang melihat sisi dirinya yang lain