My Husband Is My Protector

My Husband Is My Protector
Keputusan Adam



''jaga bicaramu pada istriku Tuan Lim''


bentak Adam


membuat semua orang terkejut dan menatap ke arahnya begitu juga Rarra yang tak percaya laki-laki yang selama ini ia kagumi dan selalu menghiasi majalah bisnis itu tepat berada dihadapannya sebagai suami dari Kakak tirinya


( sial kenapa Kakakku malah mendapatkan apa yang selalu aku inginkan ...)


dalam hati Rarra merutuki nasib nya dan nasib Sarra


''rupanya peringatan yang aku berikan untukmu tidak kau patuhi Tuan Bramantyo , aku sudah memberikanmu kesempatan untuk menebus kesalahanmu tapi kau menyia-nyiakannya jangan salahkan aku jika aku berlaku kejam ''


tutur Adam


''Tuan muda , maafkan kesalahan putraku aku berjanji akan mengembalikan semua dana dan Aset yang telah ku ambil dari perusahaan Lim''


Tuan Bramantyo memohon kepada Adam dengan penuh ketakutan Vino tak bergeming sedikitpun dengan apa yang dilakukan sang Ayah


Prasetyo nampak terkejut dengan apa yang Adam katakan


''jadi selama ini kalian telah menipuku ?brengsek kalian telah menusukku dari belakang''


geram Prasetyo


''dan kau Kakek tua, kau pikir kau siapa berani menghina istriku ? kau bahkan bukan tandingannya dalam hal harta ataupun kekuasaan yang kau bangga-banggakan itu dia istriku Nyonya Mahendra dan detik ini juga kau dan seluruh keluarga Lim akan aku hancurkan tanpa tersisa , Alex.... ''


Adam memanggil Alex yang dengan sigap menghampirinya


'' hancurkan perusahaan , dan sita semua kekayaan tua bangka itu sekarang juga''


titah Adam ,keputusan Adam membuat semua orang tercengang pria dingin itu dalam sekejap mata membuat perusahaan Bramantyo dan Keluarga Lim hancur dimana semua pengusaha menarik semua investasinya atas perintah Adam dalam sekejap mata


''Alex perintah kan semua investor itu untuk berinvestasi ke perusahaan Tuan Prasetyo sekarang''


kembali Adam memberikan perintahnya


dan dalam hitungan detik semua investor itu kini meminta bergabung dengan perusahaan Prasetyo handphone Prasetyo terus menerus berdering dari para pengusaha yang ingin bekerja sama dengannya


Sarra memeluk Adam karna bahagia juga terharu akan yang dilakukan suaminya itu


''Tuan Prasetyo, ini adalah berkas-berkas penting juga kepemilikan perusahaanmu yang sudah Bigbos ambil dari Tuan Bramantyo , kau jaga dan buat perusahaanmu kembali berjaya aku atas perintah Bigbos akan membantu dan mengawasi semuanya''


tukas Alex


Prasetyo menatap Adam dan Sarra dengan perasaan terharu sekaligus malu karna ia dengan mudahnya di perdaya dan di bodohi orang lain hingga ia mengalami semua ini


Sinta tak kalah bahagianya dengan Parsetyo


''sayang terima kasih nak, kau sudah mau membantu kami , orangtua yang tak pernah menghargaimu selama ini ''


ucap Sinta dengan air mata berlinang


''Bu, jangan bicara seperti itu , Sarra sangat menyayangi Ayah dan Ibu justru Sarra bahagia karna memiliki Ibu sehingga Sarra tidak merasa kehilangan kasih sayang seorang Ibu, dan Sarra mendapatkannya dari Ibu''


tutur Sarra yang kembali memeluk Sinta juga Prasetyo


''Rarra minta maaf pada Kakakmu atas apa yang kau lakukan selama ini''


''tidak , aku tidak akan meminta maaf pada nya sampai kapanpun aku akan tetap membencinya kalian suka atau tidak aku sudah tidak peduli , Vino ayo kita tinggalkan mereka''


Rarra menarik tangan Vino untuk meninggalkan ruangan besar dirumah itu menuju kamarnya dengan penuh kekesalan


Tuan Lim dan keluarganya hanya bisa terduduk lemas dengan apa yang dilakukan Adam yang membuatnya bangkrut dalam sekejap mata begitu juga Tuan Bramantyo


''sayang tidak bisakah kau memaafkan Kakek Lim bagaimanapun juga ia tetap Kakek ku walaupun ia tak pernah menganggapku''


ucap Sarra yang merasa iba melihat Tuan Lim terpuruk


''Tua bangka apa kau dengar apa yang istriku katakan ?''


kesal Adam


''sampai aku matipun aku tidak akan pernah menganggap ia cucuku , dia lahir dari wanita miskin tak pantas untuk putraku selamanya ia bukanlah cucuku''


''cukup''


Sarra berteriak membuat semua terkejut dengan teriakan nya terlihat Sarra penuh kemarahan dan napas yang memburu wanita kesayangan Adam itu mengepalkan tangannya dan menatap tajam Tuan Lim juga Paman dan Bibinya


Prasetyo mencoba menenangkan sang putri yang untuk pertama kalinya ia melihat kemarahan dimata Sarra begitu juga Sinta


Adam menggenggam tangan sang istri mencoba memberinya kekuatan dan tidak lagi menjadi sosok yang penakut ataupun lemah dihadapan siapapun ia menatap Sarra dan mengangguk pelan Sarra yang mengerti arti dari tatapan Adam mengangguk pelan


''sudah cukup kau selalu mencacimaki diriku sejak aku kecil , aku selalu diam dan menerima semua cacian, makian dan kebencian kalian tanpa alasan yang jelas hanya karna status Ibu seorang wanita desa''


Sarra mengusap air matanya dengan kasar sakit hatinya membuatnya kini berani menatap Tuan Lim dengan tatapan tajam


''tapi aku tidak akan terima siapapun yang menghina Ibuku , aku tidak akan diam saja tadinya aku berpikir untuk memaafkan kalian tapi tidak... apa yang dilakukan suamiku pantas kalian dapatkan ''


Sarra dengan amarah di dadanya yang selama ini ia pendam


''satu hal harus kau ingat aku juga tidak sudi menjadi cucumu, bagiku Kakekku hanyalah Kakek Surya dan Nenek Larasati mereka menyayangiku dengan tulus dan camkan satu hal ini Tuan Lim Ibuku bukan wanita biasa ia seorang putri kepala desa juga pemilik dari perkebunan dan orang terkaya di desa sedangkan kau bukan apa-apa bagi keluargaku baik dulu ataupun sekarang ingat itu''


kata-kata Sarra membuat Tuan Lim tertohok dengan apa yang ia dengar ia tak pernah tau sosok Mira dulu dan asal usulnya karna wanita itu selalu diam Prasetyo menatap Ayahnya dengan penyesalannya kembali mengingat alm istrinya itu ditatapnya Tuan Lim


''sudah ku katakan kau tidak tau apa-apa tentang keluargaku dan kau selalu berusaha ikut campur dalam kehidupan ku , karna kau aku kehilangan wanita yang aku cintai hidupnya selalu tertekan akibat semua perkataanmu yang selalu menyakitinya , tapi ada satu kebaikanmu dengan menikahkan aku dengan wanita yang berhati mulia yang sudi menerima semua kesalahan dan kekuranganku juga menyayangi putriku untuk itu aku berterima kasih sekarang ku mohon kalian untuk meninggalkan rumahku dan maafkan atas perilakuku kali ini''


tutur Parsetyo dengan memeluk Sinta juga Sarra putrinya


Tuan Lim begitu syok dengan apa yang dikatakan Prasetyo ia tak mengira putranya itu akan mengusirnya dari kediamannya bersama adik dari Prasetyo Tuan Lim meninggalkan rumah itu dengan perasaan syok


''Ayah, kau baik-baik saja?''


tanya Sarra


Prasetyo menatap Sarra dengan mata berkaca-kaca


''maafkan Ayah selama ini kau selalu menerima perlakuan buruk dari Kakekmu , keluarga juga dari adikmu maafkan Ayah''


''Ibu minta maaf Sarra untuk apa yang telah adikmu lakukan Ibu gagal mendidiknya dan selalu menyakitimu kami yang salah terlalu memanjakan adikmu''


Prasetyo dan Sinta meminta maaf pada Sarra membuat Sarra menangis juga terharu