
Rion sedang menatap wajahnya dari pantulan cermin sambil menyisir rambutnya dengan jari-jari lenganya, Aily yang sejak tadi memperhatikan pria itu dari atas ranjang dengan perlahan memasukan anaknya yang sedang tidur ke dalam baby box.
Dengan senyum manis nya Aily melangkah perlahan ke arah suaminya yang hanya mengenakan anduk di pinggangnya, di sentuhnya perut sixpack itu oleh lengan mungilnya dan memeluk pria tampan itu dari belakang sambil mencium punggung kekar pria itu.
"Sayang, berhenti menggodaku." ucap Rion karena tau dirinya masih belum bisa menyentuh istrinya itu, sudah hampir 5 minggu pria itu berusaha menahan sekuat tenaganya.
"Kenapa? bukankah kamu lebih menginginkan jika aku kembali agresif seperti dulu saat pertama kali bertemu?" tanya Aily karena pria itu selama tidak dapat jatah dari Aily selalu mengeluh dengan sikap Aily yang sudah tidak seagresif saat pertama bertemu.
"Iya, tapi tidak sekarang juga sayang. Aku akan berangkat ke kantor, dan kamu belum selesai masa nifas jadi jangan buat aku sakit kepala lagi." ucap Rion karena setiap hari dia selalu sakit kepala dan tidak bisa melampiaskanya walau sudah mendapat jatah mimi.
Rion menatap istrinya dengan wajah datar namun sedikit sedih, sementara yang di tatap malah tersenyum kegirangan.
"Tapi aku sudah bersih sayang," ucap Aily. "Tapi jika kamu mau kerja yaudah ga jadi aku ngajak kamu bercinya," lanjut Aily dengan senyum penuh kemenangan lalu berjalan meninghalakn Rion.
"Sayang, katakan yang jelas. Apa yang kamu maksud jika kamu sudah bersih? apa kamu sudah tidak berdarah lagi honey?" tanya Rion sambil mengekori wanitanya yang sekarang sedang berjalan ke dalam walk in closet.
"Tentu saja aku sudah lewat masa nifas," jawab Aily sambil memilih pakaian yang akan dia kenakan untuk dinasnya.
"Tapi, kamu baru 5 minggu, bahkan itu belum genap 40 hari?" ucap Rion berpikir sambil menghitung nya lagi.
Aily tidak langsung menjawab dia membuka pakaianya dan membuat Rion yang sedang berpikir menatap ke arahnya dengan menelan saliva nya susah, karena menatap tubuh indah dan sexy istrinya.
"Kamu, kamu... kenapa pakai-pakaian seperti itu di pagi hari?" ucap Rion dengan terbata karena otaknya semakin tidak bisa mencerna situasinya saat ini karena saking syoknya.
"Hmm, soalnya seperti nya akan ada yang melahapku habis pagi ini." jawab Aily sambil menatap milik Rion yang sejak tadi menyentuh pinggangnya. Pria itu pun menundukan kepalanya melihat arah pandang Aily, dia tidak sadar jika sejak tadi hasratnya sudah terpancing dengan hanya melihat tubuh sexy istrinya.
"Oalah," umpatnya sambil menepok jidatnya, Aily hanya tersenyum melihat Rion lalu berlalu meninggalkan pria itu dan langsung di kejar Rion.
"Jadi aku benar-benar boleh menyentuhmu sekarang sayang?" tanya Rion sambil lari kecil mengikuti Aily yang berlari ke arah ranjangnya.
Tubuh gadis itu langsung meloncat masuk kedalam selimut dan berteriak di dalamnya, "tentu saja jika kamu bisa menangkapku!" teriak Aily sambil tertawa dengan tubuh yang sudah di lilit dengan bedcover tebal itu.
Rion pun tersenyum senang lalu membuka handuknya dan menjawab dengan wajah yang sangat bahagia, "tentu saja itu sangat mudah, bersiaplah." teriaknya sambil meloncat ke atas ranjang dan memeluk buntelan bedcover itu.
.
.
to be continued...