My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 58



"Papi, bagaiaman ini sejak semalam Rion sama sekali belum sadarkan diri." ujar Meria dengan sangat hawatir melihat kondisi anaknya.


"Jangan hawatir Mam, Kata dokter semalam Rion hanya kelelahan dan perutnya sama selali tidak di isi makanan apapun hingga larut malam," Albert berusaha menenangkan istrinya.


Sementara Kakek Van dia lebih memilih pergi mencari Aily dan mengarahkan seluruh pengawal pribadinya, karena dia sendiri tidak tega dengan cucu dan calon istri cucunya.


"Uwegghh," Rion tiba-tiba berlari dengan gontai mencari kamar mandi karena ingin memuntahkan isi di dalam perutnya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Meria yang juga ikut berlari masuk kedalam toilet.


"Mam aku muntah, lebih baik Mami menjauh!" titah Rion karena tidak ingin membuat Maminya merasa jijik dengan kondisinya saat ini.


"Tidak apa-apa sayang, pakai ini." Meria mengoleskan minyak kayu putih di leher dan perut anaknya."Sejak kemarin pagi kamu tidak mengisi perutmu, sayang. Jadi wajah jika kamu mual karena magh," ujar Meria pada Anaknya itu.


Rion mengangguk karena sejak malam dirinya bercinta hingga besok paginya dan sampai pagi ini dirinya sama sekali belum mengisi perutnya dengan makanan.


"Mam, apa Lee mengabari kabar terbaru tentang Aily? " tanya Rion karena mungkin saja selama dirinya pingsan akan ada kabar yang ia lewatkan.


"Belum ada kabar Sayang, Kakek Van turun tangan mencari Aily dan dia juga menambah orang untuk mencari keberadaanya." ujar Meria yang membuat Rion kecewa namun merasa beruntung karena keluarganya ikut mencari dan menghawatirkan Aily.


Ayo kita sarapan dulu, agar kamu punya tenaga untuk mencari Aily." Bujuk Mami nya agar Anaknya menyetujui ajakanya.


Eria sedang ada di dalam kamar kos kosan yang di sediakan untuk Aily, sahabatnya itu meminta tolong kepada Eria agar bisa meninggalkan Mansion utama tanpa ketahuan siapapun. Dan Eria membantunya agar bisa lepas dari Bodyguard suruhan kakaknya itu, entah dengan cara apa namun Eria bisa melakuaknya.


Kini Eria benar-benar sadar jika dirinya sedang di tipu Aily, sahabatnya itu pergi membawa seluruh pakaian yang ada di dalam kos-kosan nya. Eria yakin jika Aily sengaja membohongi dirinya agar dapat menghilangkan jejaknya dari Kakak dan dirinya, awalnya Eria setuju membantu Aily kabur untuk mengetes seberapa cinta kakaknya kepada Aily. Namun dirinya tidak menyangka jika kejadian nya akan membuat seluruh keluarganya hawatir, dan bahkan sampai membuat kakaknya pingsan karena Aily.


"Jadi kamu menipuku juga, Aily?" tanya nya pada diri sendiri, karena sebelumnya Aily berjanji tidak akan pergi kemanapun tanpa ijin dari nya.


Namun saat dirinya akan memberikan kabar tentang Kakaknya, Aily sudah menghilang begitu saja.


Kali ini Eria benar-benar merasa bersalah kepada kakak dan keluarganya, karena dirinyalah Aily bisa kabur dan lolos dari pada Bodyguard itu.


Rasa kecewa kini dirasakan Eria, dadanya terasa sesak. "Sebenarnya apa yang terjadi kepadamu, Aily?" gumamnya sambil memejamkan matanya yang sangat perih itu.


Eria menyenderkan kepalanya di ujung ranjang dengan tubuh yang masih terduduk di atas lantai, "kamunjahat Aily! kamu bahkan tidak terbuka kepadaku! apa karena ayahmu kamu jadi melukai Kakak dan aku sahabatmu!" gerutunya kesal dan kecewa.


.


.


to be continued...