My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 41



Entah mengapa Rion merasa sangat tidak suka melihat Aily menatap pria lain dengan tatapan yang sering dia lakukan kepadanya, karena saat ini dadanya merasa nyeri seperti tersayat benda tajam.


Aily tersenyum, "kamu siapa?" tanyanya tanpa memperdulikan Rion yang sejak tadi menatapnya tajam.


"Mikhail, sahabat calon suamimu." jawab nya sambil melepaskan kedua lenganya dari rangkulan kedua wanita itu lalu mengulurkan tangan pada Aily.


Aily pun mengulurkan lengan untuk menjabat tanganya, "aku Aily, apa mereka pacarmu?" tanya Aily karena heran mengapa ada dua wanita di sisi kanan dan kirinya.


"Bukan, mereka hanya teman ranjangku." jawabnya jujur.


Aily tersenyum cerah dirinya seperti memenangkan lotre, pria di depanya adalah pria yang sering menghamburkan bibit yang selama ini dia butuhkan. Wajahnya pun tidak kalah tampanya dengan Rion, pria ini akan sangat mudah di ajak ke atas ranjang pikirnya.


Aily berdiri dari duduknya, "minggir! Aku akan duduk di sini!" ucap Aily dengan judes kepada wanita yang ada di samping Mikhail.


Semua orang menatap Aily dengan penuh tanya, termasuk Rion yang sudah mulai panas. Pria itu menarik lengan Aily untuk kembali duduk, "apa yang kamu lakukan! Tetap duduk di sebelahku!" sentak Rion namun Aily sama sekali tidak menatap matanya dan hanya terpokus pada Mikhail.


"Sebentar kak, aku perlu memastikan." jawabnya lalu kembali berdiri dan menarik wanita yang ada di samping Mikhail hingga terjatuh lalu dengan santainya Aily pun duduk di sampingnya.


Wanita itu mendengus kesal, dia tidak berani melawan dan hanya kembali duduk di samping temanya dengan wajah kesal, sementara Mikhail hanya melongo melihat kelakuan barbar Aily.


Tentu saja Mikhail senang karena dengan begitu dia bisa melihat wajah kesal dari sahabatnya yang sedang menatap kearahnya sambil menahan amarahnya.


"Kak Mikhail, apa kamu sering berganti pasangan di atas ranjang?" tanya Aily tanpa menyaring ucapanya dia bertanya dengan polosnya pertanyaan sensitive seperti itu.


Brakk..


Rion menggebrak meja dengan keras membuat minuman yang ada di atas meja terjatuh mengenai pakaian Aily, "ish ka Rion, kenapa kamu memukul meja! Pakaian ku kan jadi kotor!" keluhnya kesal karena sekarang dress yang sedang ia kenakan basah di bagian pahanya, mau tidak mau dia harus membersihkanya.


"Jangan bertanya hal tidak sopan seperti itu Ai, kepadanya!" sentak Rion dengan kesal. karena dia tau kemana arah bicara gadisnya itu, tujuanya pasti akan merayu sahabatnya juga, Rion semakin mengepalkan lenganya menyalurkan seluruh amarahnya.


Mikhail hanya tersenyum melihat aksi Rion yang terlibat cemburu, "dia boleh juga..." ucap Mikhail dan langsung mendapat tatapan tajam dari sahabatnya itu.


"Jangan macem-macem dengan sesuatu yang sudah menjadi miliku!" sentak Rion sambil meminum air putih yang ada di atas meja dengan kasar.


"Lebih tepatnya, belum seutuhnya menjadi milikmu." jawab Mikhail lagi jujur karena keduanya belum menikah dan bahkan belum bercinta sama sekali pikirnya.


Rion hanya mendengus kesal dia pergi mengikuti Aily tanpa berpamitan kepada sahabatnya yang membuat dirinya kesal itu, Rion menunggu Aily di depan toilet wanita dengan perasaan marah.


Beberapa menit kemudian Rion menarik Aily ketempat sepi saat melihat gadis itu keluar dari kamar mandi, "Kak Rion! Kamu membuatku kaget saja!" ujar Aily dengan jantung yang berdebar karena wanita itu mengira ada penjahat yang akan menculiknya.


"Beraninya kamu merayu pria lain di depanku!" sentak Rion sambil memegang dagu gadis di hadapanya, Aily merasa sesak karena Rion menempelkan tubuhnya sambil menekan gadis itu ke dinding.


"Aku tidak mera_ Mmmpphh..." Bibir Aily sudah di lahap habis oleh Rion, dia tidak memperdulikan ucapan gadis itu. Perasaan nya sudah sangat kacau hanya dengan melihat tingkah Aily yang plinplan dan mudah berpaling darinya.


"Lepaskan kak!" sentak Aily sambil mendorong tubuh Rion.


"Bukan kah kamu sangat ingin bercinta denganku! Lalu kenapa kamu merayu pria lain di depanku!" sentak Rion pelan tepat di depan wajah Aily.


"Itu karena kamu terus menolaku!" ketusnya kesal karena dirinya sekarang benar-benar prustasi dengan Rion yang selalu menolaknya.


.


.


To be continued...