
“Sayang hentikan, ada anak-anak kita di sini.” Ucap Aily. Walau pernikahan nya sudah lebih dari 20 tahun. Hubungan suami istri itu tetap mesra bahkan Rion sering mengumbar kemesraan nya di depan kedua anak nya yang sudah menginjak usia dewasa.
Anak pertamanya yang bernama Asterio Estevan itu sudah berusia 19 tahun, dan anak keduanya Penelope Estevan yang berusia 14 tahun. Kedua anak itu sering bertengkar karena Alterio yang kerap di sapa Al itu selalu menjahili adik perempuan nya.
Mereka kini sedang berpiknik di pantai yang berada di bali, mereka berada di pantai private yang hanya di kunjungi oleh keluarga Estevan.
“Hei anak-anak. Apa kalian tidak peka? Cepat lah bermain air di luar! Kami harus menuntaskan hal yang harus di segerakan.” Ucap Rion pada kedua anak-anak nya yang sudah beranjak dewasa itu.
Al mengendus kesal karena lagi-lagi Daddy nya selalu melakukan hal tidak senonoh pada Mommy nya dan itu di lakukan di depan mereka.
“Lope, ayo kita keluar. Apa kamu tidak risih melihat kedua orang tuamu yang selalu saling menempel tanpa tau tempat dan situasi.” Ajak Al pada adiknya namun secara tidak langsung dia juga menyindir kedua orang tuanya itu.
“Al! Kamu sekarang bisa bicara seperti itu! Tapi ingat suatu saat nanti saat kamu menemukan wanita yang bisa membuat mu berubah. Dad yakin kamu akan lebih dari pada Dad.” Ucap Rion dia sedikit emosi karena ucapan anak nya dan sudah tidak tahan dengan sesuatu yang sejak tadi meronta-ronta ingin di keluarkan.
“Ish.” Dengus nya sambil bergidig geli. “Ayo lope!” Ajak Al lagi.
Penelope yang sejak tadi memaninkan ponselnya malah lebih merasa risih pada ajakan sang kakak, karena sudah mengganggu aktifitasnya.
“Duluan saja! Aku sedang membalas pesan kekasihku.” Jawab Lope pada sang kakak bahkan dia sama sekali tidak melirik ke arah kakak nya itu.
Al yang kesal dengan cepat keluar dari mobil itu sambil mendengus. “Liburan macam apa ini? Tidak ada yang membuat ku asyik.” Gerutunya sambil menendang pasir yang ada di sepanjang pantai. Al berjalan menuju pantai dengan malas karema ia merasa berlibur seorang diri.
Tiba-tiba suara seorang anak kecil menjerit sambil berteriak terdengar di telinga Al, dia mengedarkan pandangan nya menatap seorang anak perempuan yang sedang berlari di kejar anjing sambil berteriak.
“Hahahahh, bodoh! Semakin kamu lari semakin dia akan mengejarmu.” Ucap Al dia merasa menemukan hal yang membuat hatinya senang.
Al berlari ke arah anak kecil itu saat melihat anak itu menangis sambil berteriak, dengan segera dia menahan anak itu dengan sebelah tangan nya lalu ia angkat seperti karung beras di pinggang nya.
“Lepaskan aku Om, anjing itu akan menggigit kita.” Ucap gadis kecil itu dengan kaki yang meronta-ronta dan lengan yang sudah memukul Al kesembarang arah.
“Dadar bodoh. Dia tidak akan menggigit mu jika ayam yang kau pegang di berikan padanya.” Ucap Al menatap anak kecil yang sedang ada di pinggang kanan nya itu.
Gadis itu menatap anjing yang sejak tadi menggonggong di bawahnya, lalu menatap ayam goreng yang ada di lengan nya.
“Kamu lebih baik kehilangan ayam goreng itu, atau kehilangan nyawamu karena gigitan anjing?” Tanya Al sedikit menakut-nakuti anak itu.
“Bunga ngga mau mati, bunga ingin hidup selamanya bersama kakek.” Ucap Gadis bernama bunga itu.
“Kalau kau ingin hidup bersama kakek mu maka berikan lah ayam itu untuk anjing nya.
Bunga mengangguk, dia pun melempar ayam itu lalu di gigit oleh anjing itu dan pergi begitu saja.
“Om terimakasih sudah menolong ku.”
Pletak.
“Aw! Kenapa Om menjitak ku!” Pekik Anak perempuan berusia 10 tahun itu.
“Hei! Aku tidak setua itu sampai harus di panggil Om! Aku masih sangat muda bahkan belum punya istri dan anak.” Ucap Al sambil mendengus.
“Benarkah?”tanya Bunga dengan raut wajah senang.
Al berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh anak kecil itu. “Tentu saja, dan kau tau? Aku pria tampan paling kaya di dunia ini. Kamu sangat beruntung bertemu dengan ku yang sudah meyelamatkan mu itu.” Ucap Al dengan bangganya memamerkan dirinya.
“Benarkah? Kalau begitu Kakak Milikku mulai sekarang, dan terimakasih sudah menolongku.” Ucap Bunga lalu mengecup pipi pria dewasa di depan nya itu.
Al tertegun dengan mata yang membelalak, dia sangat kaget mendapat kecupan pertama kalinya dari seorang anak kecil.
Lagi-lagi Al menjitaknya karena kesal.
“Hei! Kenapa kau mengecupku?” Tanya Al kesal.
“Karena kakek bilang aku harus menemukan pria tamoan dan juga kaya untuk menjadi suamiku. Kakek bilang takut jika kakek meninggal dan melihat aku menderita. Jadi kamu adalah miliku mulai sekarang agar kakek ku tidak sedih lagi.” Ucap Bunga dia tidak mengerti dengan ucapanya sendiri.
Namun hal itu membuat Al semakin syok di buat anak ini.
Bersambung…..
...***************...
Hai teman-teman naanti aku bakalan up 1 eps lagi kelanjutan episode special ini. Makasih buat yang masih mau baca cerita ini.
Ada kabar gembira buat para pecinta novel ini, author bikin novel baru tentang Alterio anak dari Rion dan Aily.
Sampai ketemu Rion dan Aily di Novel nya Alterio yah❤️😵💫
Judulnya.
“Istri Keduaku Yang Nakal”
Jangan lupa mampir❤️