My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 73



Sampai keluarga Aily pergi gadis itu masih duduk di atas ranjang dan tetap menundukan wajahnya, Rion mengangkat dagu Aily pelan dan menatap kedua mata indah itu. "Tersenyumlah sayang, ada bayi di dalam perutmu. Dia pasti sedih jika melihat Ibunya bersedih," ujar Rion dengan senyum di bibirnya.


"Aku takut kak," jawab Aily saat menatap Rion dengan mata yang berkaca-kaca. Aily teringat kembali saat dimana dirinya dan Ibunya yang sedang sakit parah di tinggalkan oleh Ayah.


Rion memeluk wanitanya dia tidak bisa memaksa gadis itu untuk bercerita, namun Rion juga bingung apa yang harus dia lakukan pada wanita yang sedang menangis. "Ada aku, limpahkan semua beban yang kamu punya padaku sayang. Aku akan menanggung semua kesakitanmu," ucap Rion.


Rion mengecup pucuk kepala, lalu turun ke kening wanitanya dengan kedua telapak tangan yang ia selipkan di balik leher jenjang Aily. Rion lalu mengecup kedua mata yang terpejam dan beralih kedua pipi Aily, "Aku sangat mencintaimu Aily. Aku akan menjadi suami yang setia dan selalu menuruti keinginanmu Aily, aku juga akan menjadi ayah yang baik. Apapun yang kamu dan anak kita mau aku akan melakukan nya untuk kalian, tapi aku mohon Aily jangan meninggalkanku lagi seperti kemarin!" pinta Rion pada wanita hamil itu, Rion meraih lengan Aily dan mencium punggung lengan wajita itu.


Aily tak tahan lagi menahan air mata yang sejak tadi di tahanya, Aily mulai menangis mengingat dirinya tidak bisa berjanji kepada Ayah dari anak-anaknya.


"Kamu janji kan Ai?" tanya Rion lagi karena wanita itu tidak kunjung menjawab.


"Ayah ku lebih memilih pergi mengantar kakak tiriku berlibur dengan teman sekolahnya dan meninggalakan aku dan Ibuku yang sedang sekarat di rumah," ujar Aily dengan tangisan yang sudah tidak bisa di tahan lagi. "Dia tidak ada saat Ibuku meninggal kak, aku hanya seorang diri tanpa Ayah yang menemaniku. Waktu itu umurku 5 tahun dan hanya ada bibi dan dokter yang merawat Ibuku," ujar Aily yang sekarang sudah ada di dalam pelukan pria yang selalu membuat hatinya hangat itu.


Rion ikut bersedih karena terbawa suasana dimana Aily kecil tengah menangis di depan Ibunya yang terbaring lemah, Rion tidak bisa berkata-kata dia memperelat pelukanya saat Aily semakin histeris.


"Ayah jahat, dia tidak menyayangiku dan Ibuku. Aku takut jika kamu juga akan seperti itu kak, aku takut jika anakku akan merasakan apa yang kurasakan saat aku kecil. Aku tidak gak mau," ujar Aily sambil memukul-mukul pelan punggung pria yang sedang memeluknya itu.


"Sampai sekarang dia masih tidak peduli padaku, dia selalu membela istri dan anakknya itu." Aily meremas kulit punggung Rion dan menggigit leher pria itu sambil melamoiaskan semua beban yang ada di dalam dirinya.


Rion memejamkan matanya sambil menahan nyeri yang dia terima, "ini tidak seberapa, dari luka yang kamu dapat saat kamu kecil Ai... Aku mencintaimu." ujar Rion dalam hatinya sambil menenggelamkan kepalanya di lekuk leher Aily.


Lambat laun suara tangisan dan pelukan itu melemah, Aily tertidur di pelukan Rion dengan sisa air mata di pipinya. Rion dengan sigap mengangkat tubuh Aily dan membaringaknya di atas ranjang itu.


Rion menyeka air matanya sendiri dan mengusap wajah Aily yang sudah tertidur, "aku janji akan membuat kamu dan Anak kita bahagia." gumam Rion lalu mencium bibir gadis itu dengan rasa sakit yang ada di dadanya.


.


.


To be continued...