My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 87



Rion memeluk Aily dengan sangat erat dia juga mencium pucuk kepalanya bertubi-tubi, rasa kesal nya sudah berubah menjadi rasa senang.


"Tunggu Kak," Aily melepas pelukanya dan menatap wajah Rion.


"Apa yang di ucapkan Dokter saat aku pinsan tadi?" tanya Aily karena dirinya sangat penasaran.


"Mereka salah memberikan hasil pemeriksaan, karena nama depan kalian sama. Itu hasil pemeriksaan milik orang lain sayang, dan bodohnya kamu tidak memberikan alamat yang lengkap dan ponsel yang tidak aktif membuat mereka kesusahan mencari mu!" ketus Rion kembali kesal dengan tingkah bodoh wanitanya, tapi dia tetap menyayangi wanita bodoh itu pikirnya.


Namun bukanya senang Aily malah terlihat sedih, Rion pun menarik dagu wanitanya agar menatap kepadanya. "Ada apa sayang?" tanya Rion dengan tatapan sendu karena ikut bersedih dengan kesedihan Aily yang entah karena apa.


"Jadi ada Aily lain yang menderita Tumor otak itu?" tanya Aily dengan mata berkaca-kaca. Rion pun mengangguk dan memeluk wanitanya.


"Dia akan sembuh dan menjalankan operasi," ujarnya. "Kamu hanya perlu mendoakan kesembuhanya," ucap Rion sambil mengelus kepala Wanitanya itu.


"Lalu bagaiman dengan dokter itu?" tanya Aily lagi.


"Banyak sekali pertanyaanmu Ai... " gerutu Rion karena tidak ada habisnya wanitanya bertanya.


"Dokter itu tadinya mau di tindak lanjuti karena membuat kelalayan dalam pekerjaanya, namun Ayahmu meminta agar tidak melakukanya." jawab Rion lalu kembali berbicara saat melihat reaksi Aily yang masih ingin bertanya dan penasaran tentang itu. "Ayahmu bersyukur karena kejadian ini membuat kamu dan keluargamu bisa rukun kembali, apa kamu senang sampai tersenyum seperti itu?" tanya Rion.


Aily mengangguk sejujurnya dia berdebar karena setelah ini dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya dan keluarganya, "tapi dimana mereka, bukanya mereka senang jika kita rukun kembali. Mereka bahkan tidak menungguku sampai bangun," ujar Aily mmterlihat sangat kecewa.


"Aku mengusir mereka, katanya mereka akan membuat acara untuk merayakan kesembuhanmu sayang. Jadi cepatlah bangun ayo kita pulang, aku harus menghukumu karena membuat kegaduhan seperti ini sampai membuat semua orang menangis gara-gara oenyakit bohonganmu itu!" ketus Rion lagi dengan wajah kesalnya rupanya pria itu masih menyimpan dendam pada Aily, dan membuat Aily merasa sesak dan susah bernapas.


"Tidak, aku ingin jalan sendiri." ujarnya Lalu Rion dan Aily pun berjalan dan saling bergandengan.


Namun saat membuka pintu itu sudah ada seorang kakek tua yang berdiri mematung di depan pintu, "anda siapa?" tanya Aily karena kakek tua itu sama sekali tidak beranjak dan menghalangi jalan nya.


"Apa anda yang bernama tuan Asterion Estevan?" tanya kakek tua itu sambil berkaca-kaca.


"Iya dia suamiku, ada perlu apa kakek padanya?" tanya Aily karena Rion hanya menatap pria itu.


Kakek yang tadi matanya hanya berkaca-kaca kali ini dia benar-benar meneteskan air matnya dengan sesegukan, pria itu tidak bisa berbicara sama sekali sampai membuat Aily dan Rion menunggu pria itu dan menenangkanya di dalam kamar inap Aily tadi.


"Minumlah dulu Kek, ada apa kenapa kamu menangis?" tanya Aily sambil mengodorkan gelas minumnya. Aily menatap Rion dengan tataoan curiga, "apa suamiku membuat masalah sampai kakek menangis seperti ini?" tanya Aily menbuat Rion sedikit kesal.


"Aku tidak mengenalnya Ai..." jawabnya membela dirinya.


.


.


to be continued...