My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 92



Aily merengut dibuat Rion, selain dirinya harus bergabti pakaian yang lebih tertutup lagi. Kini dirinya di buat pusing lagi karena sejak tadi pria itu menyuruhnya memakai semua gaun pengantin yang sudah di siapkan, hingga membuat badanya kelelahan.


"Kak, sebenarnya kenapa harus kakak yang memilih gaun pengantinya. Kenapa tidak aku karena aku yang akan memakainya," ujar Aily sudah sangat kesal.


"Tidak ada yang cocok untuk mu Ai... semuanya terkihat sexy dan terbuka." jawab Rion sambil membolak-balikan majalah baju pengantin yang akan di coba Aily lagi.


"Sudah cukup, aku tidak mau lagi mencobanya." ucap Aily.


"Kenapa?" tanya Rion. "Gaunmu belum ada yang di pilih untuk di pakai besok." tanya Rion akhirnya melihat wajah Aily karena sejak tafi hanya pokus pada gaun-gaunya.


"Aku lelah kak, Bayiku juga pasti lelah. Aku sudah berganti pakaian untuk yang ke 7 kalinya aku tidak sanggup lagi." jawab Aily sedikit merengek agar Rion membebaskan dirinya dari gaun-gaun itu.


"Oh, astaga! kemarilah dan beristirahat." ajak Rion lalu menggendong Aily dan mendudukan gadis itu di sampingnya, Rion terlalu antusias dengan acara oernikahanya besok sampai tidak memikirkan Aily yang terlihat cape dan juga bayi yang ada di kandunganya.


"Maafkan Ayah nak," ucap Rion sambil mengelus perut wanitanya itu. Lalu Rion berbicara pada pemilik butik untuk memberi tahu gaun yang akan di kenakan Aily besok, namun Aily tersenyum senang karena apapun gaun yang akan di oilih Rion itu tidak akan ia kenakan karena dia sudah lebih dulu memberi tahu pemilik butik itu untuk menyimpan gaun pilihanya tanpa sepengetahuan calon suaminya itu.


Selesai fitting baju mereka berempat makan di sebuah cafe karena Aily merengek ingin makan di sana tiba-tiba, Alika tanpak akur dengan Aily dan Eria karena ketiga orang itu sudah mulai saling terbuka dan tidak ada kecanggungan lagi di antara mereka.


"Aku sudah lama ingin kesini, tapi tidak punya teman untuk di ajak makan di sini." ujar Alika yang sedang menikmati Burger.


"Mulai sekarang, kakak bisa mengajakku dan Eria pergi untuk makan bersama Kak Alika." jawab Aily dan dinjawab anggukan oleh Eria.


"Jangan sungkan menghubungi kami," ujar Eria yang lahap memakan Spagetti.


"Tidak, mulai sekarang kamu tidak boleh sering bepergian. Kamu harus diam di rumah karena masih trimester pertama kandunganmu Ai..." titah Rion yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Kak... aku ga bisa kalo harus di rumah terus, aku juga butuh main bersama mereka." ujar Aily sedikit merengek.


"Kalo aku mau makan di luar bersama mereka berdua?" tanya Aily lagi masih berusaha menego.


"Mereka bisa membawa makanan nya ke rumah dan makan bersama mereka berdua," jawab Rion sambil menunjuk Alika dan Eria. "Atau bawa koki nya ke rumah," tambahnya lagi agar Aily tidak bisa berkata-kata lagi.


"Aily..." tiba-tiba panggil seorang pria yang baru saja masuk kedalam ruangan cafe itu, semua orang pun menengok ke arah pria itu.


"Hay Ren... kamu sedang apa di sini?" tanya Aily pada teman kampusnya itu. Sementara Rion langsung terdiam dengan sorot mata tajam ke arah Aily karena gadis itu terang-terangan tersenyum dan menyapa pria lain di depannya.


"Aku biasa makan di sini, kamu sakit Aily? atau kenapa? kenapa kamu cuti kuliah mendadak tanpa mengabari kami?" tanya Rendra salah satu mahasiswa paling aktif di angkatanya.


"Aku--"


"Dia cuti karena akan menikah, kamu boleh datang di pernikahan kami besok." ujar Rion sambil tersenyum ke arah pria yang berumur sama dengan Aily. Senyuman yang terlihat tampan itu malah terlihat seram di mata semua orang karena Rion tersenyum dengan sirot mata yang tajam membuat bulu roma berdiri.


.


.


to be continued...


Teman-teman jangan lupa mampir di karya baru aku, baru hari ini up, setidaknya klik fav dlu kalo blm mau baca. Kalo ga mampir aku ga bakalan crazy up lagi di novel ini hihi sedikit maksa. tp aku bakalan liat satu-persatu yang mampir wkwkwk aku tandai kamu yg ga mampir 🤭🤭 di jamin ceritanya ga kalah seru sm cerita Aily dan Rion.