
Setiap malam Aily harus bangun dari tidur nya karena bayi yang bernama Alterio Estevan yang berarti Bintang malam itu selalu menangis karena haus, namun gadis muda itu tidak mengeluh sedikitpun saat Baby Boy nya menangis.
"Sayang, harusnya kamu membangunkanku." ujar Rion yang baru saja bangun karena mendengar suara Aily yang mengajak bicara anaknya.
Satu minggu berlalu setelah kelahiran anak pertama mereka, Rion selalu siaga merawat Aily dan Bayi kecilnya itu walaupun ada dua baby sister yang membantu Aily. Sebisa mungkin Rion tidak ingin Aily kecapean, dan selalu menyuruh Aily kembali tidur lalu ia sendiri mengurus anaknya.
"Hari ini, Al tidak menangis Daddy." ucap Aily dengan nada bicara yang menirukan anak kecil sambil melambai-lambaikan lengan anaknya itu.
"Benarkah Anak Daddy tidak nakal dan mengganggu Mommy mu sayang?" tanya Rion pada anaknya itu sambil menempelkan dagunya di pundak Aily. "Sini sayang biar Daddy gendong, Mommy istirahat saja dan tidur." ucap Rion hendak mengangkat anaknya.
"Ga usah Dad, dia sedang mimi. Aku juga ga ngantuk karena biasa bangun jam segini," cegah Aily agar Rion tidak perlu mengangkat anaknya. "Sayang kamu istirahat saja, kamu pasti ngantuk baru tidur satu jam kan?" tanya Aily.
"Ngantuk sih, tapi ko tiba-tiba Daddy jadi ga ngantuk liat Al mimi dengan lahap." jawab Rion tanpa tanpa mengalihkan pandanganya dari wajah anaknya yang imut, Rion tersenyum melihat anaknya yang baru berumur satu minggu itu bertambah cubby.
Aily melirik pada suaminya, "aku tiba-tiba ngantuk sayang. Al main sama Daddy yah, Mommy mau bobo dulu." ucap Aily dengan buru-buru melepaskan ****** pink miliknya di mulut sang anak. Namun Rion dengan cepat menahanya.
"Aku ga mau, kamu saja yang pegang." tolak Rion.
"Daddy!"
Rion tersenyum saat Aily melotot padanya, karena istrinya tau apa yang di inginkan suaminya itu.
"Sekali saja sayang." pinta Rion. "Kamu kan tau kalau Daddy ga bisa bercinta denganmu sayang." ucap Rion membuat Aily menutup telinga anaknya.
"Maaf sayang, boleh yah? masa Al aja yang di kasih, Daddy nya ga di kasih!" keluh Rion sambil memasang wajah sendunya.
"Engga ah, nanti kamu mau dua-duanya kaya kemaren-kemaren kasian anakku." tolak Aily lagi. "Iya kan sayang? mimi nya punya Al?" tanya Aily pada anaknya yang tersenyum mendengarnya.
"Janji cuma sebelah sayang, aku ga akan lagi ngambil jatah Al." pinta nya lagi masih berusaha merayu. Aily menatap suaminya dia masih tidak percaya jika nanti Rion tidak mengambil kedua mimi milik Alterio.
"Yaudah, janji tapi." ucap Aily.
"Iya sayang aku janji," jawabnya sambil mencium kening istrinya. "Makasih Al," ucapnya pada anak bayi nya sambil mencium kening Alterio.
Rion pun mengeluarkan dengan tanganya sendiri sambil tersenyum bahagis, karena bukan hanya anak nya yang bisa mimi di malam hari dirinya pun mempunyai jatah.
Rion tidak lalah semangat dengan anaknya, bibirnya sangat aktif menghisap asi itu dengan kedua pipi yang gembul tubuh Rion memeluk sisi kanan istrinya dengan kaki yang membelit kaki kanan istrinya dan kepala yang menyender di dada kanan Aily.
Aily meringis ngilu karena dada kanan dan kiri keduanya di pakai secara bersamaan, Aily hanya dapat mebgelus-elus pelan rambut kepala suaminya dan sesekali menjambaknya ketika Rion menyedot kuat dadanya.
.
.
to be continued...