My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 74



Rion keluar dari kamar mandi dia menatap Aily yang masih tertidur pulang, lalu pria itu beralih menatap tubuhnya dari pantulan cermin. Banyak luka yang menghiasi tubuh Rion dengan gigitan dan cakaran yang Aily lakukan pada pria itu selama satu minghu ini, mungkin orang berpikir ini adalah kekerasan dalam rumah tangga.


Tapi Rion dengan senang hati menerima pelampiasan Aily, entah mengapa wanitanya lebih banyak mengeluhkan semua masalah yang pernah menimpanya kepada Rion. Karena sejak malam itu Aily merasa nyaman bercerita kepada calon suaminya itu.


"Maafkan aku," ujar Aily yang terbangun dan melihat Rion yang sedang memandang tubuhnya lewat cermin. Rion menatap Aily yang masih berbaring lewat pantulan cermin, pria itu tersenyum sambil berjalan ke arahnya.


Aily menelan ludah nya susah saat melihat bagian tubuh bawah pria itu yang hanya di liliti handuk.


"Tidak apa-apa sayang," Ujar Rion saat duduk di tepi ranjang sambil mencubit hidung Aily pelan. "Tapi akunjuga sangat ingin melakukanya padamu," ungkap isi hatinya. Aily melotot Dan berpikir jika Rion akan melakukan hal yang sama kepadanya, gadis itu menjauhkan tubuhnya dari tubuh Rion.


"Mau kemana sayang?" tanya Rion sambil menahat tubuh Aily agar tidak pergi.


"A-- apa yang akan kamu lakukan padaku kak?" tanya Aily. "Ingat di dalam perutku ada anakmu," ujarnya.


"Aku tau, dan aku hanya ingin membalas apa yang sudah kamu lakukan padaku." jawabnya dengan senyum di bibirnya Rion mendekatkan wajahnya ke wajah Aily.


"Jangan!!!" teriaknya namun sedetik kemudian teriakanya berubah menjadi lenguhan yang tidak sengaja Aily keluarkan.


"Euhhhh..." Aily melenguh saat merasakan sesuatu yang lembab dan nyeri akibat hisapan yang sangat kuat di lehernya. Rion membalas Aily dengan cara yang berbeda namun sama-sama memberikan bekas merah di kulit lehernya.


"Bagaimana? enak bukan?" tanya Rion sambil tersenyum menatap Aily.


"Tidak, sudah cukup aku mau mandi kak." ujar Aily berusaha melepaskan tubuhnya dari kungkungan pria itu.


"Aku belum puas," ujar Rion dia pun melanjutkan aksinya lebih banyak lagi di daerah leher jenjang itu membuat Aily berkali-kali melenguh dan merasakan sensasi lain dari kelakuan jahil Rion. "Ai... aku ingin." ungkapnya pada kekasihnya itu.


"Ingin seperti dulu yang sering kamu ajak padaku untuk melakukanya," ungkap Rion namun wanita cantik yang sedang di bawah kungkunganya itu tidak mengerti sama sekali keinginan prianya.


"Aku tidak mengerti kak! kakak ingin makan?" tanya Aily.


"Ck, mentang-mentang sudah mendapatkan apa yang kamu mau, sekarang tidak pernah memaksaku lagi." ujar Rion merasa kecewa karena biasanya Aily lah yang aktif mengajaknya lebih dulu, kali ini Rion merasa mebyesal karena dulu dirinya sering menolak ajakan Aily.


"Memangnya apa yang aku mau?" tanya Aily lagi karena seingatnya hanya 2 yang ia mau dan itu tidak ada satu orang pun yang tau kecuali dirinya dan Tuhan. Aily sangat ingin mempunyai anak dan berumur panjang pikirnya.


"Anak! dulu kamu selalu mengajakku bercinta, tapi sekarang kamu tidak pernah lagi melakukanya saat kembaki kesini dan saat sedang mengandung." protes Rion dengan raut wajah kecewa.


"Oh astaga, wanita hamil memang tidak boleh melakukannya!" ujar Aily berusaha mengalihkan pembicaraan dan berusaha kabur dari kungkungan prianya.


"Aku tidak peduli, dia sudah sangat mengeras." bisiknya sambil sedikit menggesekan itu di antara kedua paha Aily.


"Tu--tunggu kak, Emppphhh..." Rion langsung melahap bibir ranum Aily.


.


.


to be continued...