
Rion sangat berkeringat wajah hawatir dan tegangnya terlihat jelas di wajahnya, rasa sakit di kepalanya akibat jambakan yang sedang di lakukan Aily kepadanya seolah tak terasa sama sekali karena pria itu sedang sangat tegang melihat sang istri yang berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya.
"Tarik napas pelan-pelan..." ucap Rihana sambil ikut menarik nafasnya dan di ikuti Aily. "hembuskan perlahan," lanjutnya lagi membuat Aily mengeden lebih keras lagi dengan lengan yang menyakar kuat lengan Rion.
"Eeeuuuuuuuhhhhhhhh...." Aily berusaha mendorong isi perutnya keluar dengan isak tangis dan keringat yang bercucuran.
"Oa.. Oa.. Oa.." suara tangisan bayi langsung bergema di seisi ruangan itu membuat semua orang tersenyum bahagis, termasuk Rion yang tersenyum dengan air mata yang menetes.
"Makasih sayang, sudah berusaha sampai sejauh ini." ucap Rion sambil menggenggam kedua lengan Aily yang terlihat lemas, "I Love You Baby." lirihnya sambil mencium bibir ranum istrinya.
"Rion, selamat bayi kalian laki-laki dan lahir dalam keadaan sempurna dan sehat." ucap Rihana memperlihatkan wajah anaknya. Rion yang menangis pun semakin menangis dia sangat terharu dengan perjuangan Aily dan dia sangat tidak menyangka jika dirinya bisa membuat anak setampan ini.
"Mirip siapa bayi kita?" tanya Aily yang masih tergulai lemas, Rihana memberikan bayinya kepada Aily lalu diapun menatap Bayi yang baru saja dia lahirkan.
"Tentu saja mirip Ayahnya." ucap Rion dengan bangganya membuat Aily menatap tajam ke arahnya.
"Aku yang mengandung selama sembilan bulan, dan aku yang melahirkan antara hidup dan mati. Kenapa kamu malah mirip Daddy mu!" ketus Aily sambil mencium anaknya dengan senyum di wajahnya. Walau merasa kesal pada suaminya yang dengan bangganya memamerkan kemiripan nya dengan bayi itu, bagaimana pun Aily tidak bisa berbohong jika dirinya sesang bahagia.
"Daddy? kamu tidak salah panggil kan Ai? Kamu mengijinkan anak kita memanggil kita Mommy dan Daddy?" tanya Rion karena Aily pernah menolak panggilan itu. Aily hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan suaminya, dia terus memainkan jari-jari bayinya pengorbanan nya selama ini tidak sia-sia karena pada akhirnya dia dapat bertemu dengan bayinya.
Beberapa jam kemudian Aily dan bayinya di pindahkan ke kamar inap, seluruh anggota keluarganya tengah sibuk berdebat tentang nama yang akan mereka berikan kepada bayi Aily dan Rion sambil sibuk memoerhatikan wajah baby boy itu.
"Bilang saja jika kamu ingin bercinta denganku setelah sekian purnama tidak bisa menyentuhku," ucap Aily tanpa ragu membuat Rion malu karena merasa telah tertangkap basah.
"Apa kita bisa melakukanya malam ini?" tanya Rion yang sama sekali tidak tau jika setelah melahirkan dia belum bisa menyentuh istrinya, dia terlalu bersemangat menunggu Aily melahirkan karena tujuanya untuk menyentuh sang istri.
"Hahahha, anda belum beruntung sayang." ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak. "Setelah melahirkan aku masih tidak bisa di sentuh kurang lebih 6 minggu karena masih pendarahan." ujarnya membuat raut wajah Rion yang tersenyum hilang seketika bagaikan di sambar petir.
"Benarkah?" tanya Rion tidak percaya.
"Tahanlah sampai 6 minggu," ujar Rihana yang sejak tadi sibuk mengganti inpus. Rion pun menatap malas pada sepupunya itu.
.
.
to be continued...
Tinggal 3 eps lagi nih, rencananya mau ngasih jatah ke Rion di eps terakhir. Atau kalian mau riques apa?