
Beberapa menit kemudian keduanya saling melepaskan pelukan yang tidak pernah terjadi seumur hidupnya pikir Aily, mereka saling merapihkan diri nya masih-masing.
"Lucu sekali, aku merasa canggung beroelukan denganmu. Padahal dulu waktu kecil kita sering melakukannya," ujar Alika berusaha mengingatkan kembali kenangan-kenangan manis waktu kecil mereka.
"Aku tidak mengingatnya, kak." jawab Aily setelah selesai merapikan wajahnya.
"Tentu saja, banyak hal yang pasti kamu lupakan saat kecil." ujar Alika memberanikan diri mengelus adik kesayanganya sejak kecil.
"Aku akan mengingatkanmu kembali, banyak kenangan manis yang kita laluin bersama Ibu Naira." ujarnya. "Semangat lah Aily, aku janji akan menunjukan album photo dan vidio saat kita kecil." ucapnya karena selama ini Alika menyimpan rapi semua kenangan kecil bersama Aily dan Ibu Naira.
"Benarkah?" tanya Aily mulai penasaran.
"Tebtu saja, dari semenjak meninggalnya Ibu Naira. Kamu selalu menjauhi ku sampai aku tidak bisa menunjukan kenangan kita bersama Ibu Naira." keluh Alika
"Maafkan aku Kak," ujarnya kembali memeluk Alika karena Aily sadar selama ini dirinya selalu marah jika berdekatan dengan Kakak dan Ibu tirinya itu.
"Sayang," panggil Rion saat memasuki kamar inap Aily dengan kedua orang yang mengikutinya dari belakang. "Ayah dan Ibu sudah datang," ujar Rion membuat pelukan Aily pada Alika terlepas.
Aily tidak pernah melihat pemandangan yang sedang ia lihat saat ini, dimana Ayah dan Ibu tirinya tersenyum kepadanya.
"Ibu, Ayah..." panggil Alika.
"Kamu tidak memberi tahu kami jika lebih dulu datang kesini Alika," ujar Agatha karena sejak tadi anaknya itu susah sekali di hubungi, Alika hanya tersenyum kepada Ibunya.
Sementara Alvin yang sejak tadi menatapnya berjalan mendekati Aily dengan wajah sendunya mengingat nasib yang menerpanya, "Aily..." lirihnya saat sudah berada di dekat putri kesayanganya itu.
Agatha pun berpelukan dengan Alika dengan senyum di wajahnya saat melihat akhirnya Aily dan Alvin rukun kembali.
"Maafkan Aily yang tidak pernah mau dengar perkataan kalian," ujarnya dengan air mata yang sudah kembali menetes.
"Tidak justru Ayahlah yang minta maaf sayang, Ayah sangat menyesal memoerlakukan mu dengan buruk." ungkapnya menyesali semua perbuatanya.
Walau bagaimana pun Aily tau dari Rion jika Ayahnya selaku menjaganya dengan caranya sendiri tanpa sepengetahuanya, Aily lalu menatap Agatha yang hanya memeluk Alika sam bil menatap Aily dan alvin.
"Apa Ibu tidak akan memeluku?" tanya Aily dan membuat Agatha kaget dengan jantung yang berdebar kencang dia sangat senang mendengar ucapan Anak bungsunya itu.
"Tentu saja aku juga menginginkanya," ujar Agatha yang langsung memeluk Aily dengan erat wanuta itu juga sangat Rindu pada Aily yang selalu mengajaknya becanda saat gadis itu masih kecil.
Ditengah harunya suasana tiba-tiba seorang gadis dengan kaca mata minus di wajahnya membanting pintu begitu saja saat membukanya dan berlari ke arah Aily yang sedang duduk di atas ranjang.
"Aily... Maafkan aku datang terlambat," teriaknya dengan isak tangis yang sudah membasahi wajah cantiknya walaupun mengenakan kaca mata wajah cantiknya sangat terlihat jelas.
Eria berlari lalu memeluk Aily yang baru saja terlepas dari peluka Agatha.
.
.
To be continued...