My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 79



"Apa kau gila Alika! katakan sekali lagi apa yang sedang kau ucapkan!" sentaknya membuat Meria dan Agatha tidak kalah takut dengan Alika yang sudah ketakutan.


Alika meneteskan air matanya kembali dengan kepala yang mengangguk, dan membuat semua orang yang ada di sana merasa kecewa apalagi kedua orang tuanya.


Alika mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya, dan menaruhnya di atas meja buku yang bertuliskan Milik Aily.


"Aku tidak ingin Aily seperti Ibu Naira," ujar Alika sambil menatap kedua orang tuanya. "Aku takut dia meninggal, seperti apa yang terjadi pada Ibu Naira."


"Maksud kamu apa Alika! katakan dengan jelas apa yang sedang kau ucapkan sejak tadi!" sentak Alvin pada putri kesayanganya karena Alika tidak kunjung memberi alasan.


Brugh..


Buku yang tengah di baca Rion tiba-tiba terjatuh di atas lantai karena pria itu merasa sangat lemas setelah membaca isi Diary milik wanitanya.


"Aily sakit kanker Otak," ujar Alika yang melihat Rion yang tidak bisa berbicara sedikitpun pria di depanya itu sudah bercucuran air mata yang sudah tidak bisa terbendung lagi.


"Alika kamu jangan main-main sayang," ujar Agatha takut jika anaknya sedang melantur. Sementar Alvin yang juga melihat reaksi Rion, dia langsung mengambil lembar kertas di antara buku Diary yang terjatuh Alvin pun bereaksi seperti Rion saat melihat tulisan yang menyatakan jika Aily menderita penyakit kanker otak.


Meria langsung memeluk Rion yang sedang menangis tanpa suara, "yang sabar sayang." ujar Meria sambil mengelus punggung putranya.


"Mam, Aily dan anakku." ujar Rion tidak bisa berkata-kata lagi memejamkan mata dengan sakit didadanya di dalam pelukan Meria yang juga sudah mulai menangis.


Alvin yang tengah di peluk Agatha segera mendekati Rion untuk memohon, "Asterion, Nak!" ujar Alvin sambil menekuk lutut di atas lantai di depan Rion. "Tolong, ikhlaskan anakmu aku tidak mau kehilangan Aily. Aku tau jika aku serakah dan aku tau kamu juga seorang ayah tapi jika bayi itu tetap di pertahankan Aily akan menderita seperti ibunya dulu." mohon Alvin dengan isak tangis di kedua matanya, Agatha dan Alika pun ikut memohon pada Rion.


Dada Rion semakin sakit mendengar ucapan Alvin, mendengar kabar Aily sakit saja sudah membuat hatinya hancur di tambah fakta bahwa kakek anaknya sendiri meminta hal yang membuatnya semakin hancur dan membuat dirinya merasa tidak pantas menjadi seorang ayah jika mengikuti apa kemauan mereka.


"Tidak bisa, aku tidak akan melakukanya. Dia anakku Tuan Alvin Bernard!" sentaknya dengan nada tegas dan disertai isak tangis.


"Aku mohon, aku mohon Rion. Anakku segalanya untukku, aku harus membuatnya bahagia dan hidup lebih lama lagi." ujarnya dengan isak tangis dan rasa sesak di dadanya.


"Rion! jangan berbicara seperti itu!" sentar Meria yang juga merasa tidak enak kepada besan sekaligus sahabatnya itu.


"Aku memang salah Mer, ucapan anakmu benar." ucap Alvin sambil menyeka Air matanya.


"Aku akan membuat Aily dan Anakku hidup lama di dunia ini, bagaimana pun caranya." Ucap Rion dengan tegas, walau dirinya sendiri tidak tau caranya tapi sebisa mungkin dia akan mencari jalan keluar agar Anak dan calon istrinya hidup walau harus berobat keujung duniapun.


"Tidak, itu berbahaya Nak! kesalahan yang aku lakukan dulu adalah melakukan apa yang kamu ucapkan, aku tidak bisa menolong keduanya, hingga aku harus mengorbankan istriku yang semakin melemah." ujar Alvin yang kembali menangis.


"Jadi karena aku?"


Semua orang menatap sumber suara, di sana Aily sedang berdiri matanya sudah berlinang air mata. Gadis itu mendengar semua ucapan yang menyakitkan itu, "jadi ibuku meninggal gara-gara aku?" tanya Aily dengan hati yang tersayat rasa nyeri di dadanya membuat jantungnya susah bernapas.


Menjadi pukulan berat baginya mendengar pakta jika dirinyalah yang menjadi paktor penyebab kematian mendiang ibunya.


"Aily," panggil Rion pelan sambil mendekat ke arahnya.


"Katakan sekali lagi! jika Ibu meninggal karena ku Ayah!" sentak Aily, hatinya benar-benar hancur selama ini dirinya selalu menyalahkan Ayahnya yang tidak oernah memperhatikan Ibunya, tapi nyatanya karena dia lahir di dunia inilah yang menjadi penyebab utama ibunya meninggal.


.


.


to be continued...


Helauuu,, aku sibuk banget hari ini dan kemarin aku sakit kepala jadi tidak sanggup buat up. Semoga kalian masih sabar dan mau menunggu aku up lagi,🤭