My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 50



Eria dan Rion sudah berada di ruang kerja pria itu, sejujurnya Eria tidak berani berbicara tentang hubungan Aily dan kakak nya. Namun dia memberanikan diri demi sahabatnya, Eria tidak mau jika Aily terluka suatu saat nanti.


"Ada apa Er? Sejak tadi kamu tidak berbicara. Apa ini tentang Aily?" Rion menduga Eria akan berbicara tentang calon istrinya itu.


Eria beralih menatap kakaknya yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya, bagaimana pun dia tidak boleh salah langkah.


"Mm iya kak, bagaimana hubungan kalian akhir-akhir ini?" tanya Eria.


"Kami baik-baik saja Er,"


"Kak, apa kak Rion mau menikah dengan Aily karena aku menyuruh kakak untuk menjaga Aily dan menitipkanya di apartement kakak? karena itu jadi adanya kesalah pahaman ini?" tanya Eria karena jika benar adanya dia merasa itu adalah kesalahan dirinya.


"Jangan berpikir semua ini salah mu Er, ini sudah jalanya." jawab Rion sambil menyenderkan punggungnya di kursi.


"Tapi kak, jika kakak tidak mencintainya. Aku harap kakak membatalkan acara pernikahan ini!" akhirnya Eria mampu mengeluarkan kata-kata yang sejak tadi ia pendam. Jantung nya berdebar kencang, dia sebenarnya sangat bahagia melihat Aily dan Rion akan menikah, namun jika tidak ada cinta di antaranya dia tidak ingin sahabatnya terluka lagi.


Rion menghela napasnya panjang, dia berjalan mendekati Eria dan duduk di sebelah gadis itu. "Apa yang kamu hawatirkan Er?" tanya Rion sambil meraih pundak adik kecilnya yang sudah tumbuh besar.


"Aku takut jika kakak menikahi Aily karena terpaksa, jujur saja Eria takut jika kakak melukai Aily sama seperti yang di lakukan ayahnya pada ibu Aily." ujar nya dengan wajah sendu menatap kakak yang selama ini selalu menjaga dan memberikan apa yang selalu ia inginkan,


Rion tersenyum lalu mengelus rambuh adik kesayanganya itu, "Kakak menyukai Aily, kakak akan tetap menikahinya. Jadi kamu tidak perlu hawatir dan bersedih seperti ini Er," jawab Rion namun tidak membuat Eria tenang dan malah membuat Eria semakin gelisah.


"Bagaimana dengan Aily? apa dia menyukaimu? Apa dia pernah menyatakan cintanya? Aily tidak pernah menyukai seorang pria kak, dia selalu membenci setiap pria yang mendekatinya." Ujar Eria.


"Kak?" tanya Eria menyadarkan Rion dari lamunannya.


"Er, kakak harus pergi menemui kakak iparmu itu." ujarnya dan bergegas pergi menuju kamarnya.


Sepanjang perjalanan Rion merasa frustasi dengan pertanyaan Eria yang membuat dirinya berpikir dan mempertanyakan perasaat Aily kepadanya.


Rion membuka pintu kamarnya dan melihat Aily yang sedang tertidur di atas ranjangnya, Pria itu mendekat dan duduk di sampingnya.


"Ai..." panggilnya pelan sambil mengelus wajah mulus yang sedang tertidur itu.


Aily terganggu dari tidurnya dan langsung menatap pria yang sedang menatap nya itu, "Kak kamu sudah kembali?" tanya Aily dan dinjawab anggukan dari pria nya. "Apa aku boleh minta uang?" tanya nya tiba-tiba membuat Rion tesenyum.


Rion mengeluarkan Black card dari dompetnya dan memberikanya kepada gadis yang tengah tertidur di atas ranjangnya itu.


"Tapi aku ingin uang Cash kak, dan jumlah yang banyak." Pinta gadis itu yang sekarang sedang meringkuk menghadap prianya. Rion mengerutkan keningnya, untuk apa uang Cash dalam jumlah besar.


.


.


π‘‘π‘œ 𝑏𝑒 π‘π‘œπ‘›π‘‘π‘–π‘›π‘’π‘’π‘‘...