
Pria itu tersenyum canggung mendengar kabar langsung dari mempelai prianya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, Eria langsung menarik Rendra menjauh dan mencati topik untuk menganjak nya ngobrol agar sang kakak tidak lebih parah dari saat ini yang sedang menahan emosinya.
"Kenapa kamu selalu tersenyum di depan pria, Aily?" tanya Rion dengan sorot mata tajam. Bukanya menjawab wanitanya malah asik menghabiskan makanan miliknya, Rion pun menarik piring itu menjauh dari hadapan Aily dan membuat wanitanya merengek seketika.
"Kakak, aku sedang makan. Kenapa kakak ambil mekanan ku?" tanya Aily sambil berusaha menggapai pirong yang sudah di simpan di ujung meja oleh Rion.
"Jawab pertanyaanku!"
"Rendra? dia seangkatan dengan kita dan memang dia ramah pada semua orang termasuk aku dan Eria kami sering ngobrol di rumahnya." ujar Aily jujur mengenai hubungan pertemanan mereka.
"Apa? jadi kamu suka main ke rumahnya?" tanya Rion tidak habis pikir seorang wanita datang ke rumah seorang pria.
"Kakak, sudahlah jangan terlalu ketat pada Aily. Lagian tidak hanya kita berdua, aku dan teman-teman yang lain juga ikut karena memang kita ngobrol sambil mengerjakan tugas." ujar Eria yang sudah kesal dengan sipat posesive kakaknya itu sementara Alika yang sejak tadi mendengarkan mereka berdua hanya mengangguk setuju dengan ucapan Eria.
Keesokan harinya, dimana semua orang tengah sibuk mengurus ini dan itu karena acara pernikahan akan segera di mulai. Namun di dalam ruang tunggu yang begitu luas dan mewah untuk seorang pengantin terasa sangat mencengram dan sesak dirasakan semua anggota keluarganya.
Karena mempelai pria yang tengah duduk menatap tajam pada mempelai wanita yang sedang duduk di hadapnya dengan wajah tanpa dosanya dia tersenyum ceria menantikan acara pernikahan itu dimulai.
"Kau tau sendiri apa kesalahanmu kan?" tanya Rion dengan rahang mengeras dan rasa kesal di dadanya.
"Apa?" tanya nya dengan wajah tanpa dosa.
"Aku tidak mau kamu memakai gaun ini! aku akan melanjutkan pernikahan kita jika kamu sudah mengganti gauan yang sebelum nya aku pilih untukmu." titah Rion membuat semua orang merasa tegang, lain hal yang dengan Aily yang terlihat tidak takut sama sekali.
Bagaiman tidak kesal Rion sudah memilih pakaian yang hampir seluruhnya tertutup namun masih terlihat elegant, dan Aily malah menggantinya dengan gaun yang sangat menjiplak tubuhnya dan memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan punggung yang terbuka hingga sepinggang, dan belahan dada yang transparan hingga ke perut memperlihatkan bagian pundak dan lehernya yang menurut Rion sexy itu.
"Lanjutkan acara ini dengan gaun ku ini, atau kita tidak melanjutkan nya sama sekali!" ujar Aily membuat Rion semakin murka dan seluruh keluarga Bernard dan Estevan semakin tegang dan gelisah dengan kedua mempelai pengantin yang membuat keributan di pagi ini.
Sudah hampir dua jam sejak mereka mempermasalahkan tentang gaun pengantin Aily, dan sudah hampir satunjam juga mereka mengundurkan acaranya karena kedua manusia ini tidak ada yang ingin mengalah satupun.
.
.
to be continued...