
Tadi setelah Rion berangkat bekerja, Aily bergegas bersiap dan menuju kampus untuk jadwal kelasnya. "Aily tumben hari ini di kelas kamu tidak terlihat lesu dan kelaparan?" tanya Eria karena biasanya gadis itu selalu mengeluh lapar pada Eria, bahkan snack yang biasanya Eria bawa untuk Aily sama sekali tidak di sentuhnya.
"Karena aku tidak kelaparan lagi, ayah dari calon anakku memberiku banyak nasi goreng pagi ini." jawabnya tersenyum sangat lebar sambil menggaruk-garus dadanya yang dirasa sangat gatal.
"kamu kenapa sih garuk-garuk gitu?" tanya Eria yang merasa risih melihat Aily yang menggaruk dadanya di depan umum.
"Aku ga tau, tapi ini sangat gatal. Padahal aku mengganti pakaian dalamku," jawab Aily dan Eria hanya menggeleng pelan.
"Oh iya, maksud dari ucapanmu barusan apa Aily?" tanya Eria penasaran apakah Kakak nya melakukan sesuatu pada Aily sampai membuat Aily mengucapkan kata-kata seperti itu.
"Yang mana?" tanya Aily memakan snack yang tadi di berikan Eria dan melahapnya hingga mulutnya penuh dengan makanan.
"Ayah dari calon anakmu? apa pria itu melakukan sesuatu pada mu Aily?" tanyanya dengan perasaan tidak enak. Dia tidak ingin jika kakaknya merusak masa deoan Aily. Namun setelah di pikir lagi dari sikap Kakaknya sih seperti nya dia tidak akan berani melakukan hal tidak baik seperti itu.
Aily terkekeh pelan, "tidak hanya saja aku ingin mempunyai anak dari pria tampan itu Er. Bukankah semua orang ingin mempunyai keturunan yang bagus," elak Aily namun itu juga menjadi salah satu tujuanya.
Eria terlihat bernapas dengan lega, "syukurlah, aku kaget dan takut jika terjadi apa-apa padamu sahabatku." Eria memeluk sahabatnya itu lalu keduanya menatap orang-orang yang sedang bermain bola di lapangan di depan tempat mereka duduk.
Aily tertawa kecil dalam hatinya. 'jangan khawatir Eria, aku akan baik-baik saja. Namun kakakmu lah yang sedang tidak aman,' pikirnya dalam hati sambil mengusap pelan lenagn Eria.
Ya, kini Eria menyadari jika Rion adalah Kakak kandung Eria. Gadis itu tidak berani bertanya dengan Eria, karena itu privasi dirinya. Aily hanya menunggu saat ketika Eria mau bercerita sendiri dengan keadaan keluarganya dan juga kakaknya. Memang selama ini Eria tidak pernah bercerita apapun tentang keluarganya, karena Aily tau setiap keluarga mempunyai masalahnya sendiri seperti dirinya sendiri yang tidak akur dengan anggita keluarganya.
Aily terdiam dan mengingat kembali kejadian tadi pagi yang memang dirinya melihat sendiri jika Rion memasak untuknya, "Tuan Rion dia yang memasaknya." jawab Aily
"Wah benarkah? sejak kapan dia bisa memasak?" tanya Eria bingung. Kapan kakaknya belajar memasak apakah ada sesuatu yang Eria lewatkan sampai tidak mengetahui hal itu.
"Ngomong-ngomong Er, aku boleh minjem uang ga?" tanya Aily tiba-tiba saat mengingat sesuatu.
"Boleh, apa simpanan mu sudah abis Aily?" tanya nya karena beberapa hari yang lalu Aily masih bilang jika dirinya memounyai simpanan uang.
"Masih ada sih, tapi itu untuk uang transportasi, makan dan keperluan sekolah saat mengerjakan tugas." jawabnya sambil cengengesan.
"Lalu kamu mau beli apa memangnya?"
"Heheh aku ingin membeli lingeri," jawabnya dengan tertawa garing sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
.
.
π‘π ππ ππππ‘πππ’ππ...