My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 36



Rion duduk di tepi ranjang sambil mengusap anak rambut yang menutupi wajah Aily yang sedang tertidur di atas ranjang kamar Eria, pria itu tersenyum sambil memperhatikan paras cantik calon istrinya itu.


Gadis yang akhir-akhir ini mengisi hari-harinya dengan tingkah konyol dan gilanya, mengisi isi otaknya dengan cara membuat Rion menderita setiap hari. Rion tidak menyangka dirinya tidak menolak saat mendengar jika calon mempelai wanita akan ditukar dengan Aily.


Belum ada ungkapan cinta dari mulutnya, namun dirinya yakin jika Rion sudah menerima Aily di dalam hidupnya. Pria itu kembali berdebar saat melihat bibir ranum milik Aily, wajahnya pun mendekat dan mulai menempelkan bibir miliknya di bibir ranum Aily.


Dalam tidurnya Aily berdebar saat mencium aroma tubuh pria yang sangat dia kenal, dia merasa sentuhan lembut dari bibir Rion yang mulai menempel dibibirnya. Debaran itu semakin menjadi saat lidah Rion mulai masuk kedalam mulutnya dengan lengan yang sudah menekan tengkuk lehernya untuk memperdalam ciuman.


Rion melepaskan ciumanya dan menatap Aily yang sudah mulai membuka matanya perlahan, untuk beberapa detik keduanya saling bertatapan. Sungguh mereka belum pernah bertatapan dalam jarak sedekat ini, walau sebelumnya pernah terjadi karena Aily yang memulainya. Namun rasanya berbeda saat pria itu yang lebih dulu melakukanya.


"Mulai sekarang, kamu tidak bisa lepas dariku..." lirih Rion dengan suara nyaris tidak terdengar, pria itu menempelkan lagi bibir keduanya dan mulai menyesap kedua belah bibir Aily secara bersamaan.


Aily merasakan rasa lembab dan kehangatan dari lidah Rion yang membelit lidahnya, rasanya sangat berbeda jika Rion yang memulainya sekujur tubuh Aily mulai bereaksi, jantungnya berdebar lebih cepat, bulu romanya pun merinding saat Rion menyesap dan menghisap bibir Aily semakin kuat.


Aily tanpa sadar mengalungkan kedua lenganya di leher Rion, gadis itu menarik rahang Rion dan mulai menyedot bibir Rion dengan kasar, entah datang dari mana keberanian itu Aily semakin menuntut ciuman dari Rion untuk maju ketahap berikutnya. Tubuh Rion terasa semakin panas, jantungnya pun tidak kalah panasnya.


Keduanya melepaskan ciuman itu dengan nafas yang terengah-engah, Aily kembali menarik Rion namun pria itu menahan tarikan di lehernya dan berusaha mengontrol dirinya yang sudah di ujung tanduk.


"Cukup, sekarang waktunya kita makan malam." ujar Rion menyudahi ciuman itu.


"Ayo, atau kamu tidak dapat jatah makan sama sekali Ai!" ancam Rion sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan Aily, pria itu menatap Aily yang berbaring di atas ranjang sambil merapikan pakaianya.


"Aku masih tahan jika tidak dapat jatah makan! Asal dapat jatah ciuman tiap hari sudah membuatku kenyang sayang," rayu Aily pada pria yang selalu menolaknya bercinta itu.


Aily berteriak saat Rion mengangkat tubuhnya dan memaksa gadis itu berdiri, " mau apa kak?" tanya Aily saat tubuhnya sudah berdiri.


"Ayo makan, semua orang sedang menunggumu." ucap Rion sambil mendorong kedua pundak gadis itu agar berjalan di depanya.


"Oh my god," gumam Aily sambil menepok jidatnya karena kesal memiliki pria yang tidak peka. "Harusnya kakak menggendongku, ini malah mendorongku untuk berjalan!" pekiknya kesal.


Rion hanya mendengus sambil tersenyum, bagaimana pun tingkah Aily yang dulu membuatnya kesal kini malah terlihat semakin gemas dengan tingkah laku gadisnya itu.


.


.


To be continued...