
Aily berada di dalam rumah Susan berdua dengan Rion yang sedang terduduk di atas sofa dengan canggung, karena kediaman Susan sangat jauh dari kata mewah. Mungkin Rion sedikit heran bagaimana Aily bisa bertahan hidup di tempat ini.
Aily berjalan membawa kotak P3K untuk mengobati wajah Rion yang sedikit memar dan robek di bagian ujung bibirnya, Aily sangat berdebar akhirnya ia bisa melihat langsung wajah yang bayinya sangat rindukan.
Rion hanya menatap Aily dengan datar walau jantungnya sudah berloncat-loncat ingin keluar, pria itu berusaha menahan diri untuk tidak kembali memeluk Aily karena rasa rindunya. "Jadi kamu tinggal di sini selama ini?" tanya Rion memecah keheningan, "apa kamu sangat senang berada di sini?"
Aily mengangguk, "iya tempat ini sangat ramai dan semua orang menyayangiku." jawabnya karena memang kenyataanya seperti itu.
Rion mengerutkan keningnya dimana letak ramainya? karena sejak tadi rumah ini sangat sepi dan hanya ada mereka berdua. Rion menatap Aily yang yang mulai mengoleskan salep di ujung bibirnya menggunakan.
"Semua orang merindukanmu Ai... kamu ikut aku pulang ya?" ujak Rion dengan nada rendah sambil mengusap pipi wanitanya pelan. Rion menatap bibir ranum milik Aily yang mulai terbuka karena akan berbicara, dia sangat tidak tahan ingin mencium wanita yang sudah lama sangat ia rindukan itu.
"Aku tidak akan pulang," jawabnya. Aily mengolesi bibir Rion dengan sangat lembut, dia menikmati waktu yang mereka lakukan sekarang untuk mengobati rasa rindunya.
"Ai... aku mohon, lihat mataku Ai... Aku ingin kamu kembali ayo lanjutkan pernikahan kita!" ajak Rion dengan serius menatap wajah cantik Aily.
Aily menatap Rion yang juga sangat ia rindukan, Aily sangat ingin mengangguk dan ikut pulang bersama pria nya detik itu juga. Mereka saling bertatapan, ada rasa rindu di kedua mata mereka wajahnya saring menarik seperti magnet yang tanpa sadar semakin menyatu. Kedua bibir mereka saling menempel dan saling mencari kerinduan di dalamnya.
Aily memejamkan matanya dengan ujung mata yang sedikit basah, keduanya pun saling berpelukan dan menyentuh dengan penuh rasa rindu. Rion mulai mencium bibir ranum itu semakin menuntut di hisapnya dalam-dalam bibir bawah Aily hingga mengeluarkan lenguhan yang menggugah nafsu Rion yang semakin meningkat.
Aily hanya diam saja menikmati sentuhan Rion yang sudah mulai menyelinap kedalam pakaianya keduanya menikmati dan mengobati rasa rindu keduanya, Aily sangat siap melanjutkan ke tahap berikutnya. Tanpa melepas ciumanya, Rion membaringkan tubuh Aily di atas sofa yang sejak tadi mereka duduki Rion mulai menaikan pakaian yang Aily kenahan hingga batas perut.
"Astaga bibi! kenapa kamu melihat kami seperti itu! ketus Aily kesal, lalu keduanya dengan cepat duduk dan merapikan pakaianya.
"Kamu Aily! apa yang kalian lakukan di ruang tamu di siang bolong?" Susan malah balik bertanya, dia sangat syok melihat adegan yang sudah lama sekali tidak ia lakukan.
"Di-- dia suamiku bi, wajar saja kita melakukanya." gerutunya sambil mengalihkan pandanganya ke sembarang arah karena gugup. Semebtara Rion pria itu hanya duduk dengan santai di samoing nya.
"Bibi tau, makanya bibi kesini untuk bertemu dengan suamimu! oh yah di depan ada tamu yang menunggu suamimu." ujar bi Susan mengajak keduanya untuk keluar rumah dan melihat tamu yang akan menemui Rion.
"Aku?" tanya Rion. Bi Susan pun menganggukan kepalanya.
Saat Aily dan Rion berjalan keluar, betapa terkejutnya melihat tamu yang di maksud Susan.
.
.
to be continued...
Mulai sekarang up nya dikit aja ah🤭 yang bacanya juga males klik Like dan jarang komentar huhu sedih.