
Dan akhirnya Rion lah yang mengalah, sekarang di depan semua orang Rion dan Aily sudah mengucapkan sumpah untuk saling berjanji sehidup semati. Tepuk tangan meriah terdengar di seisi ruangan saat keduanya saling berciuman, Rion kira jika hari pernikahanya akan menjadi hari terbahagia seumur hidupnya ternyata salah itu hanya berlaku untuk Aily yang sejak tadi merasakan kemenangan karena sudah memakai gaun yang di inginkanya.
"Nanti malam aku akan membuatmu tidak bisa bangun dari ranjang," bisik Rion membuat senyum lebar Aily menghilang seketika. "Karena kamu sudah berani menentang suamimu, Nona!" bisik Rion dengan senyum licik di bibirnya membuat Aily memucat seketika.
"Ahirnya kalian menikah juga, Mami sangat bahagia Rion mami kira tidak ada wanita yang kamu cintai dan akan menjomlo seumur hidup." ucap Meria yang sudah ada di depan nya dia sangat sedih dan tidak menyangka, karena dia merasa baru kemarin Rion selalu menolak untuk di jodohkan.
"Sudah Mam, jangan bersedih ini hari bahagia kita karena dia akhirnya sudah menikah dan kita akan langsung mempunyai anggota baru." ujar Albert berusaha menenangkan istrinya yang sejak pagi sudah bersedih karena bahagia.
"Papi benar," jawabnya sambil menyeka pelan make up nya . Aily dan Rion hanya terkekeh geli lalu Kakek Estevan datang menghampiri dan tidak kalah sedih dengan menanyunya Meria.
"Kakek kenapa?" tanya Aily.
"Kakek senang akhirnya kakek punya cicit, Aily kakek mau minta tolong padamu." ucap Kakek van.
"Ada apa Kakek?" tanya Rion karena heran kenapa kakek nya tidak meminta tolong padanya dan malah meminta tolong kepada istrinya.
"Kakek ingin Aily melahirkan banyak cicit untuk ku," ujar Kakek van sambil tertawa terbahak-bahak membuat para tamu undangan menatap ke arahnya, namun ucapan kakek membuat Aily menganga tidak percaya lalu sedetik kemudian dia mengelus perutnya sambil tersenyum.
"Kakek mau mengobrol dulu dengan rekan bisnis kakek, kakek harap kalian berdua akan berbahagia." ujarnya sambil pergi.
Semua orang pun memberikan selamat kepada kedua mempelai, hingga akhirnya acaranya pun selesai sesuai rencana seluruh anggota keluarga sangat berbahagia.
"Sekarang tinggal tugas ku yang tersisa," ujar Rion saat kedua nya berjalan menuju kamar hotel dengan masih menggunakan gaun pengantin karena acara baru selesai.
"Tugas apa kak?" tanya Aily sambil sibuk mengibaskan gaun yang menghalangi langkahnya.
"Tentu saja memakanmu, Aily." ucap Rion sambil menggendong Aily dan teriakan Aily langsung menggema di seluruh lorong kamar hotel.
"Aku tidak peduli, apapun yang terjadi aku akan menerkamu sampai tidak bisa berjalan. Tentu nya bayi kita akan aman di dalam sana karena Ayahnya datang mengunjunginya." ujar nya sambil melangkah masuk kedalam kamar hotel.
"Ka Rion, Aily tunggu." ucap Alika yang sejak tadi berjalan sengan cepat menyusul keduanya.
"Ada apa?" tanya Rion dengan wajah tidak suka.
"Aku ingin memberikan ini pada Aily," ucap nya lalu keduanya menarap Alika yang membawa satu kotak besar di tanganya lalu menurunkan Aily.
"Lanjutlanlah, aku akan menunggumu di dalam sayang." ucap Rion sambil berjalan masuk dengan raut wajah kecewa.
Alika memberikan kitak itu kepada Aily, "apa ini kak?" tanya Aily yang sudah memehang kotak itu.
"Ini adalah kado pernikahanmu dari Kakak, aku udah janji akan memberikan mu semua kenangan tentang ibu Naira kan? semua ada di dalam sana, tonton lah saat sudah santai." ujar Alika sambil tersenyum. "kalau begitu masuklah, selamat bersenang-senang." suruh Alika lalu mendorong masuk Aily kedalam kamar dan menutup pintunya.
Tiba-tiba Rion menariknya, "Aaaaahhh." teriak Aily karena sekarang tububnya melayang dan berada di pangkuan suaminya.
.
.
to be continued...
Jangan lupa mamoir di novel baru ku 🥰