My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 89



"Apa kamu sudah memberi kabar pada mereka jika kita pulangnke apartemen?" tanya Rion yang sedang duduk di samping Aily yang sedang memeluknya di kursi penumpang.


Sekertaris Lee mengangguk saat dirinya sudah masuk kedalam mobil, "iya saya sudah mengabarinya. Dan untuk Nona Aily saya ikut senang dengan kabar baik anda," ujar Lee sambil tersenyum pada Aily yang ada di belakangnya.


"Terimakasih Sekertaris Lee," jawab Aily sambil membalas senyumanya.


Rion langsung menutup wajah Aily dengan telapak tanganya, "ceoat jalan!" ketusnya kesal sambil menatap tajam pada Leandro.


"Baik tuan."


"Sayang, apa yang kamu lakukan? mataku ga bisa liat jalan!" tanya Aily dengan kesal karena kini tubuhnya di peluk erat dengan mata yang tertutup.


"Kamu tidak usah tebar pesona pada pria lain! sampai tersenyum seperti itu! ingat aku tidak suka bayiku melihat Ibunya menatap pria lain selain aku!" bisik Rion di telinga Aily membuat Sekertaris Lee yang mendengar ucapan yang sangat pelan itu mengulum senyuman di bibirnya melihat tingak posesip tuanya itu.


"Ya ampun, anak kita tidak bisa melihat nya sayang." ketusnya berusaha menjauhkan lengan yang ada di wajahnya.


"Diam dan tidurlah," ujar Rion. "Atau kamu mau aku melakukanya sekarang?" tanya Rion sambil menggigit kecil telinga Aily.


Aily menahan nafasnya dan tidak bergerak sedikitpun dia tidak mau jika Rion melakukan hal aneh di depan Sekertaris Lee, Rion pun melepas gigitanya saat melihat wanitanya menuruti ucapanya itu.


"Kamu tidak perlu ikut keatas, turunkan saja Tas itu biar aku yang membawanya." ujar Rion pada sekertaris Lee saat samoai di lobby utama Apartemenya


"Baik tuan,"


Mereka berdua pun berjalan masuk saat sudah menerima tas yang di berikan Sekertaris Lee, "aku sangat merindukanmu Ai..." ujar Rion sambil lengan yang merangkul pinggangnya turun mengelus bagian pantat Aily saat berada di dalam Lift.


Aily menelan salivanya susah, dia tau apa yang akan terjadi saat masuk kedalam apartemen itu, melihat tingkah pria nya sekarang.


"Aku sangat ingin menyentuhmu," ujar pria itu tanpa menatapnya dan hanya berdiri tegak di samping nya sambil menatap pintu Lift dengan tangan yang tidak bisa diam di tubuh Aily.


Lalu keduanya keluar dari dalam Lift menuju pintu Apartemenya, "apa kamu tidak merindukanku? dan merindukan sentuhanku?" tanya Rion yang sudah menatap Aily tepat di depan pintu Apartemenya.


Aily tersenyum, "tentu saja aku sangat merindukanmu dan ingin bercinta denganmu." ujar Aily jujur dan membuat Rion ikut tersenyum.


Keduanya saling berciuman dan berpelukan sambil membuka pintu Apartemen, mereka berdua tidak melepaskan sedikitpun ciuman itu saat masuk kedalam Apartemen gelap itu.


"Aku sangat merindukanmu Honey, aku ingin bercinta denganmu saat ini juga." ujar Rion sambil membuka baju yang ia kenakan. Rion mengangkat tubuh Aily dan melingkarkan kedua kaki Aily di pinggangnya dengan kedua bibir yang saling menuntut sambil berjalan pelan.


"Eemmmmpph ah sayang, pelan-pelan." pinta Aily sedikit melenguh dengan kedua lengan yang mengalung di leher Rion sambil meremas rambutnya.


"Gigit aku honeyy." pinta Rion pada Aily.


Cetek.


Suara tombol lampu berbarengan dengan lampu yang menyala membuat Aily dan Rion diam dengan bibir yang masih saling menempel.


Dorr...


"Surpriseeeee..." teriak Eria dengan senyum kaku di wajahnya karena tidak sengaja membuat Party Popper meletus dan mengeluarkan fringkel berwarna warni itu bertebaran di udara.


Semua orang yang berada di belakang Eria menganga melihat adegan blue life di depan matanya dengan disertai suara aneh dan kata-kata yang menggelitik pendengaran orang yang mendengarnya.


.


.


to be continued...