My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 71



Semua orang di kediaman Asterion tengah heboh dengan kabar kedatangan calon istri Tuan Rion yang sempat kabur, semua orang sudah sibuk mempersiapkan kedatangan Aily kembali sejak pagi.


"Aduh kenapa sampai sekarang belum datang juga Papi?" tanya Meria dengan raut wajah hawatir, takut jika anaknya tidak berhasil membujuk calon menantunya itu.


"Sabar Mam, mereka pasti sebentar lagi sampai." ujarnya sejujurnya dirinya juga merasa gelisah karena sudah dua jam dari waktu yang di tentukan anak dan calon menantunya tidak kunjung datang.


"Aily tiba-tiba ingin makan sesuatu, jadi mereka berhenti untuk pergi makan dulu. Kalian tidak perlu hawatir," ujar Kakek van yang memang sejak awal tau kegiatan yang dilakukan cucunya.


"Bagaiaman Papi tau?" tanya Meria pada mertuanya itu, Kakek van hanya tersenyum sebagai jawabannya.


"Nyonya, Mobil yang di tumpangi tuan Rion sudah ada di pekarangan mansion." ujar kepala pelayan itu.


"Benarkah? Ayo sayang, Eria cepat kita temuai kakak mu. Hati-hati papi jalanya." ujar Meria yang masih semoat mengajak yang lain nya untuk berjalan keluar pintu utama.


Disana seluruh pelayan pun sudah berjajar menunggu kedatangan tuanya, sejak kaburnya Aily seluruh pelayan di tugaskan untuk mengawasi calon menantunya agar tidak terulang kembali.


"Mam," sapa Rion dengan wajah bersinar dan senyuman di bibirnya, pria itu berjalan sambil menggendong Aily pelan di kedua lenganya. Aily setengah tersadar dari tidurnya, dia masih sempat tersenyum menyapa anggota keluarga Rion.


"Cepat bawa Aily kekamar mu, seperti nya dia snagat kelelahan." ujar Meria sebenarnya dia masih sangat ingin berbincang, namun melihat Aily yang kelelahan dia harus menahan rindunya sampai besok.


"Mami, aku punya kabar gembira. Aily hamil sebentar lagi aku akan menjadi Daddy," ujar Rion masih berdiri di depan keluarganya.


Dan benar saja kebahagiaan itu merambat pada seluruh anggota keluarganya, mereka menerima calon personil baru itu.


"Akhirnya, jita akan punya cucu sayang." ujar Meria memeluk suaminya.


"Rion, kakek senang akhirnya kamu menberikan apa yang kakek ingin kan selama ini. Akhirnya kamu memberiku penerus untuk keluarga kita," senangnya sambil menepuk-nepuk bahu Rion dengan tertawa terbahak.


"Aku juga senang kakek, karena aku akan menjadi Daddy." ujar Rion dengan senyum lebarnya, semua orang baru pertama kali melihat Rion tersenyum lebar seperti itu.


"Aku tidak mau anakku memanggilmu Daddy! aku ingin dia memanggil kakak Ayah," ujar Aily yang mendengar ucapan Rion.


"Iya tentu saja, apapun yang kamu inginkan sayang." ujarnya sambil mencium kening Aily.


"Antar Aily kekamarmu, Nak. Dia pasti sangat lelah," perintah Albert saat melihat Aily kembali menguap.


"Kami keatas dulu," ucap Rion lalu membawa Aily pergi.


Sementara di luar, keluarga Bernard baru saja sampai di pekarangan Mansion keluarga Estevan, mereka berjalan dengan buru-buru saat tau kabar jika Aily di temukan dan dibawa oulang ke mansion.


"Ibu, bagaiamana jika dia marah saat melihat kita." cegah Alika saat ibunya berjalan dengan cepat saat keluar dari mobil.


"Ibu tidak peduli, ibu ingin melihat kondisinya." ucap Agatha yang juga hawatir sama seperti Alvin yang belakangan ini tidak bisa tidur sama sekali.


"Tapi Ayah, Ibu kalian hanya akan bertengkar di sana. Jadi lebih baik kita kenbali pulang." ujar Alika karena dirinya tidak mau di permalukan di depan keluarga Estevan.


"Sudah jangan banyak berpikir, ayo kita masuk." ujar Alvin yang lebih dulu berjalan meninggalkan istri dan anaknya itu.


.


.


to be continued...