My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 59



Sudah satu bulan Rion mencari sosok Aily yang menghilang entah kemana, Alvin, Kakek van dan albert pun tidak tinggal diam. Pernikahan yang harus nya di lakukan satu minggu yang lalu terpaksa di batalkan, karena mempelai wanita belum di temukan.


Kondisi Rion semakin memburuk karena dia sama sekali tidak nafsu makan, dan sangat kelelahan begadang hingga larut malam untuk mencari Aily.


"Cukup Rion! kamu jangan pergi lagi!" sentak Meria yang menghawatirkan kondisi anaknya. Rion yang hendak bangkit dari tidurnya pun terjatuh lagi karena sama sekali tidak ada tenaga untuk menahan saat Meria menariknya.


"Tapi Mam, aku harus cari Aily." jawabnya. .


"Lihat dirimu sekarang nak, kamu bahkan terlihat sangat lemah. Wajah tampanmu menjadi kusam dan kusut, penamoilan mu snagat berantakan dan kondisi tubuhmu sedang tidak baik, Mami takut kamu kenapa-kenapa nak." ujarnya karena sekarang kondisi Rion jauh lebih buruk dari sebelumnya.


"Tapi Aily, bagaiamana dia bisa hidup di luar sana mam. Bagaimana jika dia bertemu orang jahat dan terluka Mam!" sentaknya tidak mau tau, Rion berusaha bangkit kembali namun kali ini Sekertaris Lee lah yang menariknya untuk kembali tidur.


"Mami tau kamu sangat hawatir pada Aily, tapi semua orang juga sedang berusaha mencarinya. Kamu harus sembuh dan memperhatikan kondisimu, kamu harus makan nak." gerutunya kesal. Karena sudah satu minggu ini Rion semakin turun nafsu makanya.


"Tante, biar Lee yang mengurusnya. Lebih baik tante istirahat juga," pinta Lee karena dirinya ingin berbicara empat mata bersama Rion.


"Tolong pastikan putraku memakan habis makananya Lee," pinta Meria karena dirinya juga merasa lelah dan butuh istirahat setelah sibuk menguruh putra pertamanya seminggu ini.


Lee mengangguk dan melihat kepergian Meria, lalu beralih menatap sahabatnya yang tidak berdaya itu.


"Katakan," ucap Rion yang tau jika Lee sedang menunggu waktu untuk berbicara.


"Dugaan kamu benar, Eria membantu Aily pergi. Namun Aily juga menghilang tanpa sepengetahuan sahabatnya itu." ujarnya sementara Rion tidak kaget karena kecurigaanya selama ini benar.


"Mereka berdua memang sama-sama bodoh!" ketusnya kesal mengingat umur dan tingkah Eria sama seperti Aily.


Sekertaris Lee menyodorkan sendok kemulut Rion dengan isi nasi di atasnya, Rion pun menatap Sekertaris Lee penuh tanya. "Aku menyuapimu," ujar Lee karena sepertinya Rion menanyakan itu.


"Lalu siapa? Aily tidak ada di sini!" ketus Lee lagi karena dirinya pun kesal kenapa harus menyuapi sahabatnya itu.


"Tidak usah, aku mual melihat ikan it- Eumpp," ucapan Rion terhenti saat Lee memasukan sendok berisi nasi itu kedalam mulutnya.


"Uweghhh..." Rion mengeluarkan kembali makanan yang ada di dalam mulutnya karena benar-benar merasa mual.


"Hei kau gila yah!" sentak Lee kesar karena lagi-lagi Rion selalu memuntahkan makananya itu. "Kamu harus memakan obat Magh yang di berikan Dokter lagi jika begini terus Rion! Atau kita tambahkan dosisnya." ucap Lee menakut-nakuti Rion sambil mengeluarkan obat dari botelnya.


"Jangan aneh-aneh kamu Lee!" sentaknya kesal karena bermaim-main dengan obat.


Tok tok tok...


"Tuan, ada tamu mencari anda." ucap kepala pelayang di mansion itu


"Siapa?" tanya Lee.


"Nona Alika, dia ingin menemui Tuan Rion." ujar kepala pelayang yang sudah mengabdi puluhan tau di mansion itu.


.


.


to be continued...