
Rion yang baru saja sampai tidak sengaja bertemu dengan Agatha di depan Mansion, saat hendak bertanya mereka dikagetkan dengan teriakan Aily dari dalam Mansion mereka berduapun berlari.
Rion yang melihat kerumunan orang yang berusaha memisahkan Aily dan Alika dia langsung menarik Alika dengan kuan hingga tersungkur kebelakang, "apa yang kau lakukan!" sentak Rion menatap tajam pada Alika sambil memuluk Aily yang menangis histeris.
"Aku, aku hanya..." Alika terdiam melihat situasi yang terjadi dan juga ibunya yang sudah berada di samoingnya dengan wajah hawatir.
"Ada apa? kenapa kalian seperti ini?" tanya Agatha sambil merangkul anaknya yang sedang menangis itu.
"Ibu, Aily bu... Ibu Naira... " racaunya bingung apa yang harus dia ucapkan karena air matanya terus mengalir. "Sakit," ujar Alika sambil menunjuk Aily.
Agatha langsung menoleh ke arah Aily karena Alika menunjuk anak tirinya, dia mendekati Aily yang sedang di peluk Rion. "Apa kamu baik-baik saja nak!" tanya Agatha dengan wajah hawatir.
"Pergi!" sentak Aily lemas tanpa tenaga sambil meremas rambut kepalanya yang dirasa nyeri.
"Ai... kamu baik-baik saja?" tanya Rion dengan wajah hawatirnya dia langsung menggendong wanitanya berniat membawanya kerumah sakit.
"Aku ingin tidur," ujar Aily saat tubuhnya terasa melayang karena di di gendong Rion, Rion yang hendak melangkah pergi membalikan tubuhnya dan berjalan menaiki anak tangga meninggalkan Agatha dan Alika yang masih terduduk di lantai.
"Kau! urusan kita belum selesai, tunggu aku kembali." ujar Rion menatap sekilas Aily yang sedang menangis sambil menunduk.
"Alika! sebenarnya ada apa? kenapa kalian sampai bertengkar seperti ini?" tanya Agatha saat semua pelayan pergi ketempatnya masing-masing.
"Ibu, aku sayang Aily." ucap Alika yang pertama kali keluar dari bibirnya.
Alika mengangguk di dalam pelukan Agatha dengan isak tangis yang semakin kuat, Agatha pun tidak kuasa menahan air matanya. Dia sangat kasian pada anaknya yang selalu di tolak oleh Aily, Alika selalu berusaha mengajak Aily akur sejak kecil. Padahal sebelum Naira meninggal kedua kakak adik ini sangat akur dan selalu bermain bersama.
"Aku takut dia meninggalkan kita sama seperti Ibu Naira, aku rindu ibu Naira." ujar Alika lagi dengan isak tangis yang semakin kencang.
"Jangan berbicara begitu, walau kita tidak akur. Aily akan tetap hidup bahagia di sini bersama calon suaminya." ujar Agatha berusaha meyakinkan Alika.
"Tidak bu, dia akan pergi. Dia akan meninggalkan kita," Agatha syok melihat anaknya menangis histeris dan sudah mulai melantur dengan ucapanya dia segera menghubungi suaminya karena merasa ada yang tidak beres dengan situasi saat ini.
"Tolong bantu aku angkat Alika," pinta Agahta pada pelayan yang sedang meletakan Air mineral di atas meja.
Mereka mengangkat Alika dan mendudukanya di atas kursi, Agahta sangat hawatir dengan kondisi anaknya yang belum bisa di ajak bicara dengan serius. "Tolong hubungi Nyonya Meria dan Tuan Albert dan beri tahu apa yang terjadi, katakan padanya aku menunggunya." ujar Agatha pada pelayan, dia pun menganggung dan segera pergi untuk menghubungi kedua tuanya.
.
.
to be continued...
Sabaryah kita beresin dulu masa lalu keluarga Bernard 🤭🤭