
Aily terbangun dari tidurnya dia mengingat jika kemarin dirinya belum memeriksa hadiah yang di berikan Alika, wanita itu berbalik ke arah kirinya untuk turun dari ranjang namun tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak karena lengan kekar yang melingkar di perutnya.
"Sayang, mau kemana hum?" tanya Rion dengan suara seraknya, pria itu mengelus-elus punggung Aily dengan pipi yang menempel di kulit punggung istrinya dengan lengan yang masih melingkar di perutnya.
"Aku ingin melihat hadiah dari kak Alika, dan ingin menonton vidio Ibu Kak." jawab Aily menatap kebelakang dimana suaminya berada
"Aku akan menemanimu menonton vidio masa kecil mu, sayang. Tapi kamu harus kembali tidur karena dari kemarin kamu baru tidur setengah jam Honey." pinta Rion membuat Aily mengulum senyuman karena sejak kemarin saat mereka bercinta Rion semakin aktif memanggil dirinya dengan banyak nya oanggilan sayang kepadanya.
Senyumnya hilang seketika saat merasakan sensasi aneh dari punggulnya, sesuatu yang kenyal dan basah menempel berkali-kali di punghung polosnya.
"Bukanya tadi Kakak menyuruhku untuk kembali tidur, kenapa malah menciumi tubuhku seperti itu?" tanya Aily dengan wajah sayunya karena dia tidak tahan dengan sentuhan bibir Rion dan sentuhan lembut tanganya yang sekarang sedang bergerak di daerah dada miliknya.
"Kamu boleh tidur sayang, biar aku yang bergerak." ujar Rion memeluk dengan kedua kulit tubuh yang saling menempel sambil memberi banyak kecupan di leher jenjang istrinya.
"Tapi Kak, semalaman kamu sudah melakukanya tanpa berhenti." tolaknya karena jika ini terjadi lagi sudah pasti akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi pikir Aily.
"Ayolah istriku, aku masih ingin mengunjungi anak kita." rayunya yang sudah memulai aksinya lebih dulu sebelum mendapatkan jawaban dari sang istri.
Rion sudah mulai menghisap dan memainkan dada Aily dengan sangat aktif seperti layaknya seorang bayi, Aily tidak mampu menolak karena sentuhan Rion selalu membuatnya melayang dan merasakan sensasi enak yang membuatnya ingin merasakan hal yang lebih dari ini.
"Bagaimana?" tanya Rion menatap Aily yang sudah terbuai, gadis itu menatap Rion dengan sangat sayu.
"Setelah melakukan itu padaku, kamu masih bertanya?" ujar Aily menarik wajah Rion mendekat ke wajahnya. "Bertanggung jawablah dan lanjutkan hingga tuntas!" kesalnya lalu menarik wajah suami nya dan mencium kuat bibir ranum suaminya hingga pria itu meringis kesakitan.
****
Walaupun sudah sangat bosan, tapi Rion tetap menemani Aily yang tidak ada bosanya menonton dan menangis melihat vidio itu, sama seperti Rion yang sedang menangis saat ini. Walaupun dirinya bosan tapi tetap saja terbawa suasana haru di dalam vidio itu yang memperlihatkan keharmonisan keluarga Aily dulu.
"Sayang, bukan kah ibuku sangat cantik?" tanya Aily untuk yang kesekian kalinya, Rion pun tidak bosen menjawab gadis yang berada di pelukanya sambil menonton Vidio itu. "Tentu saja, dia mirip seperti mu. Sangat cantik," jawabnya lalu mengecup Aily berkali-kali membuat wanitanya tertawa walaupun sedang meneteskan air matanya karena bahagia.
"Aily," panggil Alika yang duduk tidak jauh darinya, Aily lalu menatap Alika yang memanggilnya. Alika sengaja di undang untuk nonton bersama, karena Aily ingin membuat hubungan mereka akur seperti dulu.
"Ada apa kak?" tanya Aily.
"Sejujurnya, aku ingin berterimakasih padamu dan ibu Naira." ujarnya karena jujur Alika sudah sangat lama ingin mengucapkan kata-kata itu.
"Kenapa kakak berterimakasih?" tanya Aily bingung.
"Terimakasih karena Ibu Naira sudah membawa Ibuku untuk di jadikan istri kedua ayahmu, dulu ibuku sangat menderita karena kemiskinan dan hidup sebatang kara. Aku dan ibu sangat bersyukur dan berterimakasih sudah membawa Ibu dari tempat itu dan membawanya masuk kedalam kehidupan keluarga yang selalu membuatnya tersenyum." ujar Alika dengan air mata yang sudah menetes. "Selama ini, Ibu Agatha tidak pernah memaksakan Ayah untuk mencintainya. Dia sudah sangat bersyukur karena sudah mau menampung ibu dan aku." sambungnya lagi dan langsung mendapat pelukan hangat dari Aily.
"Jangan berterimakasih, kalian berdua memang pantas mendapatkanya." jawab Aily yang ikut bersedih.
.
.
to be continued...
Hei kalian yang kesal gara-gara ga ada bab malper maaf yah 🤣 tar ku kasih di akhir episode special. wkwkk