My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 82



Rion semalaman tidur di atas ranjang pasian dan memeluk Aily yang sejak semalam terus bersikap manja pada pria itu, Rion memeluk Aily dari belakang sambil mengelus perut rata wanitanya dengan dagu yang menempel di kepala Aily sambil menatap datar ke arah dinding.


"Bagaimana pun caranya aku akan membuat kamu sembuh sayang, aku akan membawamu ke negara mana oun yang bisa membuatmu sembuh dan membuat anak kita lahir dengan selamat." ujar Rion dengan raut wajah sedihnya. "Aku janji," ucapnya sambil mencium pucuk kepala Aily.


"Tolong jaga anakku jika aku tidak bisa bertahan, Kak. Tolong buat dia bahagia dan manjalah dia aku tidak ingin anak kita seperti aku yang selalu tidak di cintai." ujar Aily karena sejak awal dirinya sudah pasrah dengan nasib yang akan menimpanya.


Rion membalikan tubuh Aily agar menatapnya, "jangan pernah berbicara seperti itu! Kamu harus bertahan, aku tidak mengijinkan kamu meninggalkanku dan anak kita Aily!" titah Rion dengan nada tegas namun ada raut kesedihan di matanya. "Aku mencintaimu Ai... siapa bilang kamu tidak pernah di cintai?" ujarnya jujur.


Aily meraih wajah Rion dengan kedua lenganya, "sejak kapan?" tanya Aily yang memang dirinya juga oenasaran dengan hal itu.


"Sejak kamu menariku ke tangga darurat, jujur saat melihat mu aku langsung jatuh cinta padamu,"nujar Rion karena mengingat betapa berdebarnya Rion di depan gadis cantik yang mengajak dirinya bercinta dengan lantangnya.


Aily terkekeh mengingat kejadian itu, namun dirinya tidak menyangka jika pria itu langsung menyukainya. "Lalu kenapa kamu terus menolakku?" tanya Aily lagi karena selama Aily mengajaknya bercinta pria itu terlihat tidak suka denganya.


"Itu karena aku kesal membayangkan jika kamu selama ini melakukan hal itu pada semua pria tampan sepertiku juga," jawabnya jujur. "Lalu apa sejak awal kamu sudah menyukai ku Ai?" tanya Rion sambil mencium lengan kanan Aily yang sedang memegang pipinya.


Aily mengangguk dan memalingkan wajah, namun Rion kesal dan menarik wajahnya agar kembaki menatap nya. "Katakan Ai... apa sejak awal kamu tidak menyukaiku?" tanya nya curiga karena Aily berusaha tidak menatapnya, pria itu menggigit telunjuk Aily untuk meminta penjelasan.


"Ai.. jawab aku."


"Ah ahah, sakit jangan di gigit." ringisnya.


"Jawab kenapa kamu memakingkan wajahmu?"


"Aku jatuh cinta padamu saat Kakak lebih dulu menciumku, jantungku benar-benar berdebar saat itu." jawab Aily jujur karena sejak awal memang dirinya tidak menaruh hati pada pria nya.


Aily terkekeh pelan melihat betapa narsis pria nya itu, "sebenarnya aku takut jika nanti aku meninggal semua harta kekayaanku jatuh pada kakak tiriku, makanya aku harus punya anak agar hartaku turun ke anak aku kelas." jawabnya jujur.


"Oh astaga, Aily!" Rion menganga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa tidak habis pikir dengan pemikiran pendek wanitanya itu.


"Dengarkan aku baik-baik, kamu dan anakku akan tetap berada di sisiku samoai kita menua bersama. Dan ingat satu hal kalian berdua akan sangat di cintai mulai sekarang dan seterusnya, dan satu nilai plusnya anak kita akan lebih banyak mendapat warisan dari keluarga Estevan jadi jangan memikirkan hal itu karena anak kita yang belum lahir ini akan menjadi anak Milyarder." ujar Rion sambil menciumu bibir Aily bertubi-tubi.


"Benarkah? apa kakak sekaya itu?" tanya Aily menghentikan aktifitas pria nya.


"Nanti aku kasih lihat seberapa kayanya diriku saat kamu sembuh nanti, jadi jangan coba-coba untuk berusaha meninggalkanku lagi!" ancamnya. "Jika tidak, akan ada wanita lain yang memiliki semua kekayaan ku," ujarnya berusaha menbuat Aily semangat untuk hidup dan tidak menyerah sedikitoun dengan kondisinya.


Aily tersenyum lebar membayangkan betapa kayanya kelak dirinya dan anak yang ada di dalam kandunganya, Rion yang tau dengan reaksi Aily hanya terkekeh pelan dan sudah mulai menciumi perut Aily betapa sayang nya Rion pada anaknya sampai menciumi perutnya bertubi-tubi.


"Ayah sayang kamu nak," ucapnya dalam hati.


"Aily," ujar Alika saat masuk kedalam ruang rawat inap.


"Ah, maaf aku tidak tau jika kalian sedang bersama," ujar Alika saat melihat Rion yang berada di atas ranjang Aily sambil menciumi perut rata Aily.


.


.


to be continued...