My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 46



Rion hawatir jika keluarganya mencari Aily dan dirinya, karena sejak kemarin mereka tidak menghubungi keluarganya karena terlalu sibuk bercinta.


"Ayo, kita pulang." Ajak Rion saat melihat Aily selesai mengganti pakaianya dan keluar dari kamar.


Aily hanya mengangguk, pinggangnya di rangkul oleh pria itu. Rasanya aneh melihat pria ini benar-benar perhatian kepadanya, apalagi saat dirinya hendak mandi Rion memaksa Aily agar dirinya yang memandikan Aily.


Ceklek.


Pintu Apartemen terbuka lebar saat Rion membukanya, rupanya di sana sudah ada Sekertaris Lee dan dua Bodyguard lainya sedang berdiri tepat di depan pintu.


"Tuan, kenapa anda baru keluar? Aku menunggumu dari semalam. Tuan besar mencari anda, dan banyak jadwal yang saya pindahkan ke jam lain karena anda baru keluar Apartemen pukul 12 siang!" ketus Sekertaris Lee dengan sedikit merengek karena kesal dari semalam dia sudah di buat sibuk oleh Kakek Van yang menyuruhnya mencari keberadaan Aily dan Rion.


Saat tau jika keduanya tengah berada di apartement Sekertaris Lee pun tidak berani untuk mengganghunya, tidak hanya itu dia juga sibuk mengatur kembali jadwal hari ini.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku lewan ponsel?" jawab Rion sambil berjalan ke arah Lift dengan Aily yang ada di sampingnya.


"Sejak kapan tuan Asterion memegang ponsel?" pertanyaan itu sama seperti sindiran untuk Rion karena pria itu sama sekali tidak pernah menyentuh benda kecil itu.


"Ck! Kamu kan tau kata sandi apartement ini! Kenapa tidak masuk saja!"


"Saya tidak berani masuk!" bohongnya karena sebenarnya semalam dia masuk namun tidak jadi menemui tuanya itu karena mendengar suara-suara lucnat dari dalam kamarnya.


Aily yang mengerti alasan Sekertaris Lee dia langsung tersenyum pada pria itu dan mengacungkan jempolnya lalu buru-buru menurunkan nya agar Rion tidak melihatnya.


Sementara sekertaris Lee mengerutkan keningnya, "Apa maksud Nona Aily sampai mengacungkan jempolnya? Apa karena aku tidak mengganggu saat mereka bercinta? Atau jangan-jangan dia memberi tau jika tuan Rion sangat perkasa?" tanyanya dalam hati membuat otaknya kembali memutar waktu dimana dirinya mendengar suara-suara lucnat yang membuatnya ikut bergairah pada malam itu.


Rion tidak lagi menjawab pertanyaan Sekertaris Lee, dia hanya memerintahkan supir untuk mengantar Aily pulang ke mansion utama lalu mereka berangkat ke kantor.


"Aily, kenapa dari kemarin tidak mengabari Mami? Apa kamu jadi bertemu Rion? Dimana dia sekarang?" tanya Meria bertubi-tubi, dirinya sangat menghawatirkan calon menantunya itu.


"Aman Mam, Aku bersama ka Rion semalam. Dia baru saja berangkat untuk pergi ke kantor." Jawab Aily.


"Anak nakal, dia sama sekali tidak masuk ke dulu!" keluhnya kesal. Aily hanya tersenyum dia sangat mengantuk karena dari semalam Aily baru tidur dua jam.


"Mam, aku tidur dulu yah." Ujar Aily jujur. Meria langsung mengulum senyum di bibirnya, dia tau jika seorang wanita tidak tidur semalaman itu artinya mereka telah kembali membuat cucu untuknya. Apalagi mereka semalam tinggal di apartement sudah pasti keduanya tidak tidur sama sekali.


Aily langsung naik dan masuk kedalam kamar, dia membuka pakaian dan membuang nya asal. Selama perjalanan pulang Aily mencari di internet cara cepat mempunyai anak, dia langsung menumpuk dua bantal dan mendaratlan bokong nya di sana lalu menaikan kedua kaki nya di headboard sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Eh benar ga yah posisinya seperti ini?" gumamnya merasa ragu. "Kayanya benar, kalian harus cepat tumbuh di dalam rahimku!" ucap Aily sambil mengusap perut ratanya seolah membacakan mantra.


Lalu Aily tertidur sambil tersenyum dengan lengan yang memegang perutnya.


.


.


To be continued...