My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 62



Sudah dua hari Alika selalu datang menemuinya dengan alasan ingin membantu Rion menemukan Aily, dengan percaya dirinya gadis berusia 25 tahun itu masuk kedalam ruang kerja Rion.


"Ada apa lagi kamu datang kesini?" tanya Rion karena dia malas bertemu orang yang tidak di sukai calon istrinya itu, Rion masih memanggil Aily calon istri walau pernikahanya batal dia akan tetap melangsungkan pernikahanya kembali ketika sudah menemukan Aily.


"Kak Rion, kamu sedang sakit kenapa malah pergi bekerja?" tanya Alika berjalan melangkah menuju meja kerja Rion, "aku dan Ibu sudah masak khusus untuk kakak, dan menyuruh aku datang untuk membantu kakak mencari Aily." ujar Alika seraya membuka kotak makan itu.


Rion mendengus dia malas dengan Alika karena kemarin gadis itu menemuinya dan menangis karena merasa bersalah sudah bertengkar dengan Aily, dan sejak kemarin dia selalu merusak konsentrasi Rion untuk mencari Aily.


Seperti saat ini, Rion sedang berbicara dengan Sekertaris Lee dan berniat kembali terjun langsung kelapangan setelah seminggu ini sakit dan tidak bisa pergi kemana-mana karena Maminya selalu menjaganya dan melarang dirinya pergi.


"Kakak lebih baik makan dulu sebelum pergi," ujar Alika sambil tersenyum dan menyodorkan sendok berisi nasi pada mulut Rion. Namun Rion enggan memakannya, "makanlah Ibu ku sengaja membuatnya untuk kakak."


Rion mendengus lalu mengambil sendok yang di pegang Alika lalu memakan nasi itu, "bilang pada calon ibu mertua terimakasih atas makananya, dan bilang padanya kamu tidak perlu membantuku karena aku akan menemukan calon istriku." ucap Rion sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.


Sekertaris Lee yang sejak tadi berada di sana pun kesal dengan tingkah Alika yang sejak kemarin selalu memaksakan diri untuk terlihat akrab dengan Rion, "saya permisi." Ujar sekertaris Lee lalu pergi meninggalakn Alika.


Gadis itu benar-benar kesal karena niat baiknya sama sekali tidak di butuhkan dan tidak di hargai, dia pun melemoar kotak makan yang tadi ia bawa dengan raut wajah marah.


Rion berjalan keluar dan bersiap pergi ke tempat yang sudah beberapa hari ini di pantaunya oleh beberapa suruhanya, "Sayang mami ikut." Ujar Meria pada anaknya yang sedang berjalan dengan cepat, dia sendiri berjalan dengan cepat karena takut tertinggal anaknya.


"Tapi mami kangen Aily, nak."


"Rion akan bawa anak nakal itu kesini, jadi mami tidak usah hawatir lagi." ujarnya dengan menahan kesal, jujur saja Rion sangat kesal karena Aily meninggalaknnya, namun dirinya juga sangat merindukan wanitanya. "Mami urus saja acara pernikahan kami, kali ini aku akan memaksanya untuk menikah sebelum dia kabur lagi." tegad nya sudah sangat bulat, kembali dalam keadaan apapun Aily dia akan tetap menikahi wanitanya itu.


Wanuta yang ternyata ia cintai dan wanita yang membuatnya hamoir gila setiap harinya, Rion tidak pernah bisa tidur tenang selama satu bulan itu karena wanita bernama Aily. Pria itu selalu menangis di malam hari karena merindukanya, bahkan ara tubuh Aily masih terasa jelas di dalam kamarnya.


"Baiklah, tapi kamu janji harus membawanya pulang!" ujar Meria dan di jawab anggukan oleh Rion, putranya menarik Maminya ke dalam pelukanya seolah sedang menyerap tenaga dari tubuh wanita yang melahirkanya itu.


"Hati-hati nak," ujar Albert yang sejak tadi menatap keduanya. Rion juga memeluk Papi dan kakek nya lalu pergi berasama Sekertaris Lee meninggalakn mereka.


.


.


To be continued...