
Sore hari yang cerah Aily merasa dirinya sudah tidak memiliki beban apapun setelah melampiaskanya berkali-kali kepada Rion yang rela menanggung sakit untuknya, Aily duduk sendiri di halaman belakang dengan dua pelayan yang menemaninya tidak jauh dari tempat ia duduk.
Sebentar lagi hari pernikahanya Rion mengundur waktu saat melihat keadaan Aily yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pernikahanya, Aily sudah pasrah dengan takdirnya dia berniat hanya menjalani sisa hidupnya dengan bahagia.
"Nona, ada tamu untukmu." ujar salah satu pelayan yang baru datang menemuinya. Aily tidak menoleh dia berpikir jika itu adalah Ayahnya, namun suara wanita yang sangat dia benci terdengar dari arah belakangnya.
"Aily, aku perlu berbicara denganmu." Ujar Alika dan membuat Aily pun menoleh ke arahnya.
Mereka berdua sudah berada di ruang tamu, Aily menatap sinis kakak tirinya dengan penuh kebencian. Alika hanya menghela nafas kasar, belum mulai berbicara kakak tirinya itu sudah lebih dulu terisak. Dia membayangkan sosok Naira ibu kandung Aily yang dulu sangat menyayangi Alika seperti anaknya sendiri, Alika mengingat betapa menderitanya wanita yang ia panggil Ibu saat dirinya kecil.
"Aily, aku ingin kamu menggugurkan kandunganmu." Pinta Alika langsung pada intinya membuat Aily kaget dan mendengus kesal.
"Apa kau bilang? kamu sadar dengan ucapan mu kak?" tanya Aily dia tau seberapa marahnya Alika dia tidak pernah meminta hal yang mengerikan seperti yang barusan dirinya dengar.
"Aily, kakak mohon. Kakak ingin kamu menggugurkan kandungan itu, aku--" belum sempat Alika meneruskan ucapanya Aily lebih dulu mengamuk dengan wajah marahnya, Aily merasa Alika sudah sanagt keterlaluan. Selain menginginkan kasih sayang Ayahnya ternyata Alika jika menginginkan dirinya menderita.
"Apa kau gila! dia anakku kak! dia darah dagingku! selain menginginkan Ayahku, apa kau juga ingin melihat aku menderita!" sentak Aily dengan wajah kecewanya. Aily sangat kesal matanya mulai berkaca-kaca, betapa sedih hidupnya sampai tidak ada satu orang pun yang menyayangi dirinya. Kesalahan apa yang dia perbuat sampai kehadiran anaknya saja di tolak seperti ini.
"Aily dengarkan aku baik-baik," Alika berjalan pelan ke arahnya dengan perlahan. "Aku, Ibu Agatha dan Ayah sangat menyayangimu, kami semua--"
"Aaahhkk!!!" teriak Aily sambil menutup telinganya. "Aku tidak mau mendengar ucapan bohongmu itu! pergi kamu!! Pergiiiiii!!" teriak Aily membuat Alika panik dan para pelayan mendekat ke arahnya.
Sementara pelayan lainya berusaha mengusir Alika yang bersikeras tetap disana dan berusaha berbicara dengan wanita yang sudah menangis dengan histeris, Alika mendorong para pelayan itu dan ikut berjongkok sambil merauk kedua lengan Aily agar dia membuka telinganya dan menatap Alika.
"Aily, tolong dengarkan aku! Aku tau jika kamu sedang sakit, Aku sayang padamu! aku tidak ingin kamu menderita seperti Ibu Naira." Ujar Alika, kedua wanita itu terduduk di lantai dengan tangis di kedua oipinya dan saling bertatapan. Alika memeluk adik yang selama ini dia sayangi, namun Aily menolak dan berusaha mendorongnya.
"Pergi! aku bilang pergi!!" teriaknya dengan isak tangis dan berusaha memberontak, namun Alika sangat erat memeluk adiknya itu. Sementara tiga pelayan berusaha melepaskan pelukan Alika dari tubuh Aily.
Aily kembali menjerit hingga kedua orang yang baru sampai di depan pintu utama mendengar jeritan Aily dan segera berlari kedalam.
.
.
to be continued...
***Siapa yang nebak kalo alika udah tau Aily punya penyakit?
Btw aku mau ucapin makasih buat kalian yang selalu komentar dan baca karya ku ini, Author lagi seneng nih, karena karya 'My Hot Little Girl' masuk juara 3 di event Anak Genius... 🥰🥰🥰🥳🥳🥳🥳 yeyeyeee pokoknya makasih banyak buat kalian semua***..