My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode Special~



Alterio berlari dengan sangat cepat persi anak umur satu tahun, namun lagi-lagi dia terjatuh dan membuat sang Daddy terbahak-bahak melihat aksi anaknya itu yang sudah berumur satu tahun.


Rion tidak langsung menolong Anaknya namun dia malah menertawakan dan membiarkan anaknya kembali berdiri sendiri dan dirinya lebih asyik memakan popcrone sambil menonton sang anak yang sudah bisa berjalan dengan bebas.


"Sayang, kenapa kamu malah menertawakan anak kita?" tanya Aily yang sejak tadi duduk di samping nya sambil mengerjakan tugas kampusnya, Rion dan Aily bermain di taman dekan rumahnya mereka selalu datang ketempat itu seminggu sekali saat keduanya tidak terlalu sibuk agar Baby Al bebas main bersama anak-anak seumuranya.


"Lucu sayang, kamu tidak liat dia berlari seperti bebek dengan pempers yang tebal itu. Dia sangat kuat sampai berkali-kali jatuh pun dia tidak menangis," ucapnya panjang lebar menceritakan anaknya dengan antusias.


Aily tersenyum, sesibuk apapun dirinya sia selalu menghentikan aktifitasnya untuk mrndengarkan apa yang di ucapkan suaminya. "Siapa dulu dong Mommy nya," ucap Aily dengan sangat bangga lalu di jawab anggukan oleh Rion dan mengelus kepala istrinya itu.


Aily kembali mengerjakan tugasnya dengan buku-buku itu, namun beberapa menit kemudian dia menatap kesamping dan tidak menemukan suaminya, di edarkanya pandangan ke sluruh taman.


"Waduh, ibu mana lagi yang akan kena marah." gumam Aily sambil berdiri menyusul Rion yang sedang bertengkar dengan seorang ibu yang mempunyai anak lebih tua dari Alterio.


Kejadian ini sudah sangat sering terjadi ketika anaknya menangis oleh anak yang lain, sudah pasti Rion turun tangan dan memarahi anak itu. Namun akan ada seorang ibu yang balik memarahi Rion karena tidak terima jika anaknya dimarahi.


"Ku bilang anakmu yang lebih dulu mendorong anakku," sentak Rion tidak mau kalah karena ibu itu sama sekali tidak mau mengakui jika anaknya yang salah.


"Kenapa kamu terus-terusan menuduh anakku! Bukanya ankamu sejak tadi jatuh sendiri juga tidak apa-apa, kenapa sekarang kamu marah saat anakku mendoronya?" tanya ibu itu mencari-cari kesalahan Rion.


"Karena dia anaku! aku tidak suka jika ada yang melukai anakku!" sentak Rion, dia memang membuarkan anaknya untuk bangkit sendiri walau dia terjatuh namun dirinya juga tidak bisa membiarkan anaknya terluka jika ada orang lain yang dengan sengaja mendorongnya.


"Sayang, ayo pergi." ajak Aily pada Rion dan anaknya dia langsung mengambil Al yang ada di gendongan Rion dan menggendongnya.


Aily lalu menatap wanita itu dengan tatapan paling sinis yang ia punya. "Minta maaf pada suami dan anakku!" sentak Aily namun dengan nada sedang karrna tidak ingin membuat anak-anak itu mendengar perdebatanya.


"Suamiku sudah bersikap baik padamu, tapi kamu terus-terusan berbicara ini dan itu hanya untuk melimoahkan kesalahan anakmu kepada irang lain. Apa anda tidak takut jika anakmu kelak tidak menjadi anak yang jujur sama seperti mu yang tidak jujur dan tidak mengakui kesalahan anakmu sendiri." jawab Aily membuat ibu itu terperanjat dengan ucapnya.


"Maafkan aku, aku tidak berpikir sampai sana." ucaonya lalu menundukan kepala dan cepat-cepat mengangkat anaknya dan pergi dari sana.


Rion langsung memeluknya dan memeluk anaknya yang ada di pangkuan Aily.


"Kenapa kamu selalu membuat masalah sayang," ucap Aily sambil mengerucutkan bibirnya karena lagi-lagi dia lah yang harus mengatasinya.


"Karena aku tau jika istrikulah yang akan membelaku dan Baby Al," jawabnya dengan senyum cerah di wajahnya membuat Aily gemas dan sangat ingin menciumnya.


"Kenapa? kamu pasti ingin menciumku kan?" tanya Rion. "Ayo kita ciuman di mobil saja," ucaonya lalu menggendong Aily yang sedang menggendong Baby Al.


"Mam ma ma mam.." gumam Alterio yang menarik-narik rambut Aily pelan.


"Jangan bilang Nenekmu sayang," ucap Rion pada anaknya yang jelas-jelas belum bisa berbicara dengan jelas. Mana mungkin dia bisa mengadukan kegiatan mesyum Daddy dan Mommy nya.


...----------------...


Bye~