My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 64



"Kak lepaskan! jangan menekan perutku!!" sentaknya dengan teriakan yang menggelegar di telinga Rion, karena Aily takut jika bayi yang ada di dalam perutnya kenapa-kenapa.


"Berhentilah teriak Aily aku tidak akan melepaskan mu kali ini! karena aku harus meminta pertanggung jawabanmu!" ketus Rion sambil terus berjalan menggendong Aily.


"Tolong!!! Tolong!!! ada penculik!!" teriak Aily membuat Rion terkejut bagaimana bisa pria tampan sepertinya di teriaki penculik.


"Apa, penculik?!" tanyanya dengan wajah emosinya. "Apa kamu gila! aku calon suamimu Aily!" ketusnya sambil berjalan. Rion tidak sadar jika sudah ada beberapa orang yang mendekat akibat ulah teriakan Aily yang meminta tolong.


"Siapa kamu? lepaskan Aily!" sentak pria paruh baya yang ada di depannya yang sedang berdiri menghadang dengan beberapa temannya.


"Apa urusan kalian?" tanya Rion dengan tatapan tajam. "Minggirlah aku tidak punya waktu meladeni kalian!" sentak Rion kesal pada ke 4 orang itu.


Aily memanfaatkan waktu untuk turun dari gendongan Rion, "Aily jangan kabur!" sentak Rion saat Aily terlepas namun saat hendak mengejarnya ke empat pria paruh naya itu berusaha memukul Rion.


Dan orang-orang Rion yang melihat keadaan tidak beres pun berlarian melewati Aily yang sedang berlari ke arah berlawanan, Aily kira mereka akan mennagkapnya namun nyata nya dia melewatinya. Aily berbalik untuk melihat sutuasi namun yang ia lihat adalah pertunjukan orang-orang yang saling memukul.


"Kak Rion!" teriaknya penuh rasa hawatir tanpa berpikir panjang Aily pun berlari kembali dan berusaha merelai perkelahian itu. "Berhenti kalian!!!!" teriaknya penuh emosi.


Semua orang pun berhenti dan menutup kuping nya, "Apa yang paman-paman lakukan!" sentak Aily penuh amarah, bagaimana bisa pria tampan itu di keroyok apa mereka tidak bisa melihat yang mana penjahat dan mana orang baik pikirnya.


"Tentu saja membuat penculiknya jera," jawab salah satu pria yang memang mengenal Aily selama dia berada di kota itu.


"Dia suamiku! apa paman tidak lihat dia adalah pria tampan, manamungkin seorang penculik." ketusnya lagi dengan kesal namun mengekpresikan dengan datar dan nada rendah.


"ta-- tapi tadi kamu bilang..." ucapanya menggantung begitu saja saat Aily kembali berbicara.


"Aduh maaf, tolong jangan laporkan saya pada istri saya Aily paman minta tolong. Paman memang salah paman minta maaf," ujarnya ketakutan karena Aily sangat tau kelemahanya karena paman nino tipe suami yang takut pada istrinya.


"Sebenarnya dan sejujurnya aku marah pada paman, paman, paman dan paman!" ketusnya menunjuk satu persatu orang yang ada di hadapanya. "Tapi yah mau bagaimana lagi, suami aku sudah terluka aku harus melaporkanya. Yah kecuali kalau kalian akan memberikanku hmm sepertinya kalian tau maksudku," gumamnya sambil memalingkan wajah dengan cuek.


"Baik kami akan mengantarkannya kerumahmu, tunggu kami." Ujarnya lalu keempat orang itu berlarian.


Aily beralih menatap pria yang sejak tadi menatapnya sambil mengulum senyum dengan wajah yang merona, Rion sangat senang dan berdebar saat Aily mengakui jika dirinya adalah suaminya di depan semua orang.


"Kenapa tersenyum?" tanya Aily dengan nada datar, "ayo ikut aku." ujarnya lalu berjalan lebih dulu.


"Kemana Ai?" tanya Rion apakah Aily ingin mengajaknya pulang ke mansion?


"Kamu terluka, sebelum pergi lebih baik di obati lebih dulu." ujarnya sambil meninggalkan Rion, Aily sangat ingin menyentuh wajahnya yang memar namun egonya tidak mengijinkan dirinya.


Rion memberi perinta pada Sekertaris Lee dan yang lain agar sedikit menjauh dan hanya memantaunya dari jauh, dia pun berjalan mengikuti Aily.


.


.


to be continued..