
Rion menatap lurus pria paruh baya yang sudah duduk di hadapanya, pria yang berwajah mirip dengan calon istrinya itu.
"Ada apa, tuan Alvin Bernard datang mengunjungiku?" tanya Rion karena sejak tadi pria di depanya itu hanya diam tanpa bersuara.
"Apa ada masalah jika aku mengunjungi calon menantuku?" tanya nya dengan wajah tanpa ekpresi sedikitpun.
"Tentu saja boleh, tapi anda mengunjungi calon menantu dari anak anda yang mana?" balasnya lagi bertanya dengan sedikit menantang, Rion tidak ingin jika calon mertuanya keliru dengan siapa dia akan menikah.
"Tentu saja dengan anak kesayanganku, Aily Calista Bernard! Jika tuan Rion tidak meniduri anakku Aily, mungkin tuan akan menikah dengan Anaku yang lain yang bernama Alika!" ujarnya dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Jujur saja Alvin membenci Rion sejak mengetahui pria itu sudah berani meniduri anak bungsunya, tapi untungnya dia tidak lari dari tanggung jawab dan tidak menolak pernikahanya dengan Aily tidak seperti menolak pernikahannya dengan alika.
Rion mendengus mendengar perkataan itu, "Sudah atau belum meniduri gadis itu. Aku akan tetap menikahi gadis yang bernama Aily," jawab Rion. "Anak kesayangan? Bukan kah anda lebih banyak membela istri kedua anda dan kakak tirinya Aily?" tanya nya lagi sambil menyunggingkan sebelah bibirnya sinis.
Sekertaris Lee yang sejak tadi berdiri mendengarkan kedua pria yang sama-sama dingin ini sedikit menggidik, suasana sunyi membuat nya semakin mencengkram. Sekertaris Lee menggelengkan kepalanya pelan karena di antara keduanya tidak ada yang mau mengalah.
'Mereka tidak akan cocok menjadi menantu dan mertua! ' gumam Sekertaris Lee dalam hatinya.
Alvin mengerutkan keningnya bagaimana mungkin pria muda di depanya tau tentang pertengkaran yang terjadi di dalam rumah tangganya, Alvin bertanya-tanya dalam benaknya mungkin kah Aily memang mencintainya karena Aily adalah tipe gadis yang tertutup dan memendam segalanya sendirian.
Alvin tersenyum entah apa yang dia pikirkan, jika benar pria ini adalah pria yang di cintai anak bungsunya bukan kah itu lebih baik karena ada seseorang yang akan menjaganya.
"Baiklah saya harus undur diri dan saya berpesan satu hal padamu nak, jaga Aily baik-baik hatinya rapuh dan lemah jangan berani melukainya!" titahnya dengan wajah yang serius dan tegas dirinya pun merasa teriris dengan ucapanya sendiri karena selama ini Alvin lah yang lebih banyak melukai anak bungsunya.
"Itu tidak akan terjadi karena aku mencintainya dan akan menjaganya sampai akhir, ucapan itu lebih cocok untukmu tuan Alvin." jawabnya sambil tersenyum ke arahnya.
Alvin hanya tersenyum pahit, dia meninggalkan Rion bergitu, sementara Sekertaris Lee merasa lega dengan perginya tuan Alvin.
"Tuan, sejak tadi Dokter Rihana menelpon anda." Ujar Sekertaris Lee sambil menyodorkan sebuah ponsel.
"Halo?"
"Bagaimana?" tanya Rion tanpa basa-basi.
"Gilee, calon istrimu polos banget Rion!! Masa baru semalam kalian melakukan itu dan dia langsung mengira akan langsung mempunyai bayi di dalam perutnya hahah!" ceritanya antusias karena baru melihat gadis yang sepolos itu.
Rion hanya mengulum senyum mengingat tingkah Aily, dia jadi merasa rindu dan ingin langsung menemui gadi itu detik ini juga.
"Woyy.. kemana nih anak ga jawab!!"
"Jadi apa kesimpulan tentang kedatangannya ke Dokter kandungan?" tanya nya tanpa basa-basi.
"Dia ingin hamil lah sudah jelas. Kau ini ga peka banget!! Dan satu lagi kamu ga boleh melakukan itu semalaman penuh dan berkali-kali! Apa kamu gila dia gadis muda yang yang bertubuh kecil dia pasti kelelahan jangan samakan dengan tenaga kuda mu itu! Dia bisa saja pingsan saat bertempur di medan perang!" gerutunya kesal karena melihat Aily sampai meminta obat agar tubuhnya kuat.
"Kau ini berisik sekali!" ketus Rion karena sepupunya ini memang sangat menyebalkan dan cerewet walaupun dia terlihat lemah lembut di hadapan pasien.
Beruntungnya Aily mendatangi Dokter yang juga sepupu Rion, jadi memudahkan nya untuk menggali informasi.
"Tapi Rion kau tidak lupa kan janji mu?" tanya Rihana.
"Iya, minta saja pada Sekertaris Lee!" jawabnya.
"Iya, terimakasih. Aku sudah memberimu bonus juga!" teriak Rihana dan langsung di lempar Rion ponsel itu kepada Sekertaris Lee yang langsung menangkapnya.
.
.
to be continued...