My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 55



Rion terbangun dari tidurnya dia ingin memeriksa keadaan Aily yang tertidur di sampingnya, di edarkanya pandangan namun Aily tidak ada di sampingnya maupun di dalam ruangan kamarnya. Rion segera memakai pakianya dia takut jika Aily pingsan atau sakit, karena seingatnya terakhir kali dia melihat gadis itu tergulai lemas di dalam pelukanya.


Saat memasuki kamar Aily Rion tidak menemukan sosok gadis cantik itu, dia beralih memanggil pelayan untuk menanyakan keberadaan calon istrinya.


"Maaf tuan, dari tadi saya tidak melihat keberadaan nona Aily." jawab salah satu pelayan di mansion utaman.


"Terakhir kali saya melihat, Nona memasuki kamar tuan." jawab pelayan lain nya, sementara pelayan yang lain tidak melihat sama sekali.


Rion masih berpikiran positif dia turun untuk menemui orang tuanya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Mami, papi..." panggil Rion.


"Hai nak, mana Aily? mami mau bilang jika besok kalian harus meluangkan waktu untuk mencoba pakian yang akan kalian kenakan di acara pernikahan mu dan Aily." ujar Meriana dengan wajah berseri karena sangat menantikan acara pernikahan ini.


Rion mengerutkan keninganya bingung, jika kedua orang tuanya tidak tau keberadaan Aily lalu dimana dia? Rion langsung menghubungi seseorang lewat panggilan telpon.


"Lee cari tau kemana Aily pergi, sekarang juga!" titah nya dengan tegas membuat Eria, Kakek Van dan kedua orang tuanya menatap ke arah Rion dengan kaget.


"Maksud mu Aily menghilang? kenapa sampai menyuruh Lee untuk mencarinya?" tanya Kakek van.


"Rion jawab pertanyaan kakek mu? apa yang terjadi?" tanya Albert yang mulai ikut panik.


"Aku tidak menemukan Aily, aku hanya menyuruh Lee untuk menanyakan keberadaan Aily lewat bodyguard yang menjaganya." jawabnya setelah menutup sambungan telpon. Lalu beralih menatap Eria, "Er apa kamu tau kemana Aily pergi?" tanya Rion.


Eria terlihat gugup dia menggigit ujung kuku ibu jarinya dengan wajah hawatir, "aku tidak tau kak. Apa mungkin Aily pergi kerumah ayah Alvin?" tanyanya dengan keringat di keningnya.


"Albert, suruh orang mu mencari Aily dan tanyakan kepada Alvin semoga dia ada di sana." titahnya teroihqt sangat hawatir.


"Iya papi," jawabnya langsung menghubungi sahabatnya lewat sambungan telpon.


Eria memeluk maminya karena wanita separuh baya itu terlihat lemas mendengar calon menantinya menghilang.


"Apa salah mami? apa mami kurang bagus merawat Aily sampai dia pergi?" tanya Meria merasa dirinya telah gagal merawatnya.


"Jangan sedih mam, mungkin Aily ada di rumah ayah Alvin." bujuk Eria merasa bersalah, Eria semakin gelisah melihat anggota keluarga nya sangat sibuk mencari dimana keberadaan Aily.


Sementara Rion entah kemana pria itu langsung pergi keluar mansion, Eria hanya melihat kepergian kakaknya yang terlihat sangat hawatir dan juga di balut dengan rasa kecewa.


"Eria? apa kamu sama sekali tidak tau kemana dia pergi?" tanya Kakek van untuk memastikan. Namun tetap jawabanya adalah tidak, Eria menggelengkan kepalanya dengan sangat gugup.


"Semoga Aily baik-baik saja dan ini jadi pilihan terbaik untuknya." doa Eria dalam hatinya.


Rion pergi untuk mencari Aily walaupun dirinya sendiri bingung kemana tujuan nya saat ini, yang jelas sekarang pria itu sangat kecewa dengan janji yang Aily ingkari. "Padahal baru semalam, tapi pagi ini kamu sudah mengingkari janjimu Ai!" ketusnya kesal dengan kenyataan jika dirinya dibodohi begitu saja.


.


.


to be continued...